Usai finis kedua di Moto3 Malaysia 2026, Veda Ega Pratama punya cara unik merayakan pencapaiannya. Pebalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, itu membawa belalang goreng dan menawarkannya kepada Maximo Quiles, sang juara balapan di Sepang.
Momen tersebut terjadi setelah balapan pada Minggu (1/11/2026). Veda dan Quiles sempat saling memberi selamat.
Setelah itu, Veda membuka kotak transparan yang dibawanya. Dia kemudian menyodorkan isi kotak itu kepada Quiles sembari tertawa. Quiles tampak terkejut dan menunjukkan gesture menolak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rupanya, kotak itu berisi belalang goreng. Veda kemudian menyantapnya sendiri.
Bagi Veda, belalang goreng bukan makanan aneh. Camilan yang juga dikenal sebagai walang goreng itu merupakan salah satu kuliner khas Gunungkidul, daerah kelahirannya.
Belalang goreng juga cukup populer sebagai oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung ke Gunungkidul. Camilan ini banyak dijual di pinggir jalan dan pusat oleh-oleh, baik dalam bentuk tusukan maupun dikemas dalam stoples untuk dibawa pulang.
Belalang yang digunakan umumnya diolah dengan dibersihkan terlebih dahulu, kemudian dibumbui dan digoreng hingga kering. Rasanya gurih dengan tekstur renyah. Selain rasa gurih, ada pula varian pedas, manis, hingga bacem.
Belalang goreng menjadi bagian dari pengalaman kuliner yang khas ketika berwisata ke Gunungkidul. Kondisi wilayah yang memiliki banyak pepohonan dan lahan pertanian juga menjadi salah satu faktor yang membuat belalang mudah ditemukan di kawasan tersebut.
Untuk oleh-oleh, belalang goreng biasanya dikemas dalam stoples kedap udara. detikJogja mencatat camilan ini dapat bertahan sekitar satu bulan jika disimpan dengan benar.
Sementara itu, Veda mencatat hasil terbaiknya di ajang Grand Prix dengan finis sebagai runner-up Moto3 Malaysia 2026. Ia mengawali balapan dari posisi kedelapan sebelum merebut posisi kedua di belakang Quiles.
Bagaimana dengan traveler, pernah mencicipi belalang goreng?


























































