Rombongan wisatawan asal Israel viral di media sosial setelah diduga mencuri sejumlah barang dari sebuah toko di Gili Meno, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). Aksi itu terekam CCTV.
Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Jumat (23/10/2026). Dalam Reels Instagram yang diunggah akun surat kabar Turki @yenisafak, sekitar 20 wisatawan Israel disebut terlibat dalam insiden tersebut. Pemilik toko mengaku kehilangan sejumlah barang, mulai dari cincin, parfum, hingga pakaian renang.
Setelah menyadari barang dagangannya hilang, pemilik toko mengecek rekaman kamera pengawas atau CCTV. Foto dan video rombongan wisatawan tersebut kemudian disebarkan melalui media sosial. Pemilik toko juga disebut melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan para wisatawan di hotel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam narasi unggahan tersebut, rombongan wisatawan akhirnya membayar USD 3.000 atau sekitar Rp 54 juta kepada pemilik toko. Pembayaran itu disebut dilakukan untuk menyelesaikan persoalan sehingga mereka dapat meninggalkan pulau.
"Para turis Israel yang diduga masuk Indonesia dengan paspor negara kedua (kewarganegaraan ganda) itu meninggalkan Gili Meno menuju Bali dengan kapal feri pada Sabtu malam dan kembali ke Israel keesokan harinya," demikian narasi yang ditulis akun @yenisafak.
Kasatreskrim Polres Lombok Utara, Iptu I Komang Wilandra, membenarkan adanya aksi pencurian yang kemudian ramai di media sosial tersebut. Namun, tidak ada laporan resmi yang masuk ke kepolisian terkait kejadian itu.
Komang mengatakan persoalan tersebut telah diselesaikan secara damai antara pemilik toko dan pihak yang diduga terlibat.
"Itu kasus pencurian yang dilakukan oleh bule pada saat itu, selesai di hari itu juga. Jadi, tidak ada masuk laporan," ungkap Komang dikonfirmasi detikBali, Kamis (29/10).
Karena tidak ada laporan, kepolisian tidak melakukan proses hukum terhadap kasus tersebut. Komang menegaskan persoalan antara kedua pihak telah dianggap selesai.
"Sebetulnya tidak ada apa-apa. Hanya karena dia viral di medsos aja ini. Sudah tidak ada kerugian lagi," kata dia.
Keterangan serupa disampaikan Kapolsek Pemenang, AKP Eddy Setiawan. Dia mengatakan pihaknya tidak menerima laporan mengenai kejadian yang viral tersebut.
"Terkait hal tersebut, untuk laporan masuk ke polsek kami tidak ada sama sekali. Kami pun mendapatkan info tersebut dari pemberitaan di medsos, salah satunya adalah Facebook," kata dia.
Eddy juga mengaku belum mengetahui secara pasti kronologi lengkap kejadian tersebut. Menurutnya, persoalan sudah diselesaikan langsung oleh pihak-pihak yang terlibat di Gili Meno sehingga polisi tidak melakukan penyelidikan maupun mendatangi lokasi.
"Sebab dari pemberitaan yang kami baca pun bahwa permasalahan tersebut telah selesai di dalam pulau (Gili Meno)," ujar dia.
(fem/fem)



























































