Drama pencairan dana hibah KONI Kota Blitar akhirnya mencapai titik terang. Dana hibah sebesar Rp 2,4 miliar itu dapat dicairkan setelah pengukuhan pengurus KONI resmi dilakukan usai didemo.
"Ya ini kan sudah dilantik pengurusnya dan sudah ditandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD). Jadi nanti bisa diproses untuk pengajuannya (dana hibah)," kata Kepala Dispora Kota Blitar, Rully Tri Wibowo kepada detikJatim, Selasa (27/10/2026).
Rully menyebut, besaran dana hibah tetap sama seperti sebelumnya, yakni dengan total Rp 2,8 miliar. Namun, anggaran sekitar Rp 400 juta sudah terealisasi untuk memenuhi kebutuhan atlet. Sehingga, saat ini anggaran yang dapat dicairkan sejumlah Rp 2,4 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Totalnya kan Rp 2,8 miliar, tapi sudah direalisasikan sekitar Rp 400 juta. Kalau nanti pencairan lagi ya sesuai dengan pengajuannya dari KONI," jelasnya.
Selain dana hibah, Rully mengatakan sekretariat KONI Kota Blitar juga masih dalam pembahasan. Sebab, kantor sekretariat itu merupakan aset Pemkot Blitar dengan status pinjam pakai.
"Terkait dengan sekretariat ini, nanti perlu kita komunikasikan lagi dengan KONI maupun ke Pemkot bidang aset ya," terangnya.
Ketua KONI Kota Blitar, Elim Tyu Samba mengaku akan segera melakukan pencairan dana hibah tersebut. Itu karena dana tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan altet, khsususnya dalam persiapan Porprov Jatim.
"Kalau untuk pencairan itu ke KONI atau ke cabor itu kan prerogatifnya Pemkot ya. Jadi mungkin ditanyakan kepada Pemkot yang mempunyai kebijakan. Harapannya ya sesegera mungkin, karena kan memang ini sudah dekat waktunya untuk menuju Porprov Jatim," tandasnya.























































