Teknologi Flash Charging BYD diklaim mampu mengisi daya baterai mobil listrik hingga penuh hanya dalam 9 menit. Namun, pengisian daya super ngebut ini memunculkan pertanyaan, kira-kira bakal aman atau tidak buat baterai dalam jangka panjang?
Head of BYD Flash Charging, Ubaedilah, bilang bahwa pengaruh pengisian daya cepat terhadap life cycle atau siklus hidup baterai masih jadi hal yang banyak diperdebatkan. Kendati begitu, BYD terus melakukan pengembangan untuk memastikan teknologi tersebut tidak mengorbankan ketahanan baterai.
"Pengisian daya cepat tentu menimbulkan pertanyaan soal siklus hidup dan ketahanan baterai. Ini masih menjadi hal yang diperdebatkan dan tidak mudah dijawab," ungkap Ubaedilah dalam diskusi Periklindo Electric Vehicle Conference (PEVC) 2026 di Jakarta (28/10).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menjelaskan, BYD terus melakukan penelitian dan pengembangan untuk menjawab tantangan tersebut. Perusahaan otomotif asal China itu memiliki 123.000 anggota tim riset dan pengembangan (R&D) yang tersebar di seluruh dunia.
"Setiap hari kerja, kami bisa menghasilkan 45 paten. Secara akumulatif, jumlah paten BYD kini sudah lebih dari 71.000," sambung pria yang akrab disapa Ubed.
Ubaedilah mengatakan, untuk mendukung teknologi Flash Charging sekaligus menjaga ketahanan baterai, BYD melakukan restrukturisasi pada sejumlah komponen, meliputi katoda, elektroda, ion, hingga sistem baterai secara keseluruhan.
"Untuk mengakomodasi pengisian daya yang sangat cepat, sekaligus menjaga siklus hidup baterai, kami merestrukturisasi sejumlah komponen, mulai dari katoda, elektroda, ion, hingga sistem baterainya," jelasnya.
Menurut Ubaedilah, perubahan tersebut dirancang agar pengisian daya supercepat tidak memengaruhi siklus hidup baterai. Dia pun menyebut baterai Blade generasi kedua yang digunakan untuk mendukung teknologi tersebut telah dirancang dengan mempertimbangkan aspek ketahanan.
"Perubahan ini tidak memengaruhi siklus hidup baterai. Jadi, baterai Blade generasi kedua sudah aman (mendukung sistem Flash Charging)," tuturnya.
Baru-baru ini PT BYD Motor Indonesia merilis charging station super ngebut dengan nama Flash Charging. Teknologi yang diperkenalkan 14 Oktober 2026 tersebut diklaim mampu mengisi baterai kendaraan listrik hingga penuh dalam 9 menit (10-97%). Sementara dari kondisi baterai 10-70%, hanya butuh 5 menit.
Saat ini Flash Charging baru bisa digunakan pada dua model Danza, yakni New Danza D9 dan Danza Z9 GT.






















































