Andrea Kimi Antonelli mengukir sejarah emas di ajang balap mobil dunia bersama Mercedes-AMG Petronas. Pemuda asal Italia ini menjadi juara dunia termuda Formula 1 usai finis di posisi ketiga Grand Prix Meksiko.
Formula 1 GP Meksiko 2026 yang digelar di Sirkuit Hermanos Rodrigues, Mexico City, Minggu (1/11/2026) atau Senin (2/11/2026) dini hari WIB.
Terlepas dari gelar menyilaukan tersebut, di balik kokpit para pembalap harus memiliki kondisi fisik prima untuk menghadapi tekanan ekstrem selama balapan. Hal ini juga berlaku bagi Kimi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan Corriere della Sera mengungkap sejumlah rutinitas latihan Kimi, mulai dari memperkuat otot leher menggunakan beban hingga 40 kilogram, latihan kardio, hingga berenang.
Urusan menjaga kebugaran otot, Kimi menyerahkannya kepada Sergi Avila. Keduanya telah bekerja sama sejak 2023, atau sejak Formula Regional.
Sesi latihan bersama Avila meliputi pemantauan tidur, analisis data, manajemen stres yang disesuikan dengan kondisi Kimi. Dirinya juga dibantu oleh pelatih mental di Inggris demi menjaga persiapan.
Latihan Beban Leher 40 Kg
Meskipun terdengar ekstrem bagi banyak orang, latihan tersebut bukan tanpa alasan. Pembalap F1 harus mampu menjaga posisi kepala tetap stabil ketika mobil melaju dalam kecepatan tinggi, terutama saat menikung dan melakukan pengereman mendadak.
"Saya harus memastikan tingkat energi saya selalu 100 persen untuk memanfaatkan sepenuhnya performa mobil," kata Kimi.
Pada kondisi tersebut, tubuh pembalap mengalami gaya gravitasi atau G-force yang memberikan tekanan besar. Otot leher berperan penting untuk menopang kepala agar tetap stabil sekaligus membantu pembalap mempertahankan pandangan ke arah lintasan.
Tanpa kekuatan otot leher yang memadai, pembalap bisa mengalami kesulitan menjaga posisi kepala dan konsentrasi ketika menghadapi tekanan berulang selama balapan.

























































