Jelang akhir tahun, Korea Selatan sudah pecahkan rekor kunjungan wisatawan. Untungnya lagi, turis-turisnya sangat doyan belanja.
Berdasarkan data Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan, jumlah kunjungan wisatawan asing telah melampaui rekor tahun sebelumnya sebesar 18,94 juta kunjungan pada akhir Oktober.
Data sementara hingga Oktober 2026 menunjukkan ada sekitar 18,91 juta kunjungan, dengan rata-rata sekitar 64.000 pengunjung per hari sepanjang tahun. Artinya, Korea Selatan berhasil melewati capaian tahunan 2025 lebih cepat dari perkiraan. Pemerintah pun optimistis jumlah kunjungan dapat menembus 20 juta pada November dan mencapai target 23 juta hingga akhir 2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lonjakan kunjungan tersebut terlihat dari data Januari hingga September 2026. Korea Selatan menerima 17,11 juta kunjungan wisatawan mancanegara, meningkat 21,5 persen dibandingkan 14,08 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pada September saja, jumlah pengunjung mencapai 2,06 juta orang, naik 21,1 persen secara tahunan.
Kunjungan bulanan bahkan telah melampaui dua juta orang sebanyak lima kali sepanjang tahun 2026. Ini menunjukkan bahwa tingginya minat wisatawan bukan hanya terjadi pada satu musim liburan, seperti dilaporkan oleh Korea Joongang Daily pada Senin (2/11/2026).
Turis dari negara-negara Asia menjadi pendorong utama pertumbuhan tersebut. China merupakan pasar terbesar dengan 5,47 juta pengunjung selama Januari-September, disusul Jepang dengan 3,12 juta dan Taiwan dengan 1,86 juta.
Kunjungan dari Taiwan meningkat 32,4 persen, sedangkan jumlah wisatawan Jepang naik 16,9 persen. Korea Selatan juga menerima 550.000 pengunjung dari Hong Kong. Dari luar Asia, jumlah wisatawan dari Amerika mencapai 1,62 juta, sementara pengunjung dari Eropa mencapai 1,19 juta. Data ini menunjukkan bahwa daya tarik Korea tidak hanya bergantung pada satu negara asal wisatawan.
Dari sisi ekonomi, pengeluaran wisatawan meningkat lebih cepat daripada jumlah kedatangannya. Transaksi kartu kredit wisatawan asing untuk kegiatan terkait pariwisata mencapai sekitar Won 15,94 triliun (Rp 218 triliun) selama sembilan bulan pertama 2026.
Nilai tersebut melonjak 47,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Belanja tersebut mencakup pembelian barang, akomodasi, serta layanan kesehatan dan kecantikan.
Kenaikan ini memberikan manfaat bagi berbagai sektor usaha, mulai dari pusat perbelanjaan dan hotel hingga rumah sakit, apotek, serta toko kosmetik yang menjadi bagian dari pengalaman wisata Korea.


























































