Ai Juariah, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Cianjur yang sempat viral karena meminta pertolongan dalam kondisi bersimbah darah di Libya, akhirnya tiba di tanah air pada Minggu (12/7/2026) malam. Kepulangan perempuan asal Desa Karangwangi, Kecamatan Ciranjang ini mengakhiri masa kerja nonprosedural selama 14 bulan di negara yang tengah dilanda konflik tersebut.
Kedatangan Ai di Bandara Internasional Soekarno-Hatta difasilitasi oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). Sebelumnya, proses pemulangan Ai menghadapi jalan buntu akibat situasi politik di Libya dan tuntutan denda sebesar Rp150 juta sebagai syarat kepulangan. Namun, intervensi pemerintah berhasil membebaskan Ai dari kewajiban denda tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat, Kombes Pol Singgih Hermawan, menyatakan bahwa pihaknya bersama Polres Cianjur dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) akan mengawal kepulangan Ai hingga ke kediamannya.
"Setelah berhasil pulang ke Indonesia, selanjutnya Polres Cianjur akan melakukan pendampingan terkait dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) oleh calo yang telah membawa Ibu Ai ke Libya," kata dia, Senin (13/7/2026).
Kapolres Cianjur, AKBP A Alexander Yurikho Hadi, mengonfirmasi bahwa tim gabungan telah melakukan penjemputan langsung di bandara sejak Minggu malam.
"Setelah tiba di bandara pada Minggu malam, ibu Ai langsung dijemput bersama dengan tim dari Kementerian P2MI dan BP3MI Jabar. Selanjutnya, PMI Ai dibawa ke Cianjur. Saat ini masih dalam pejalan, pagi ini sudah tiba di Cianjur," kata dia.
Setibanya di Cianjur, Ai dijadwalkan menuju Pendopo Cianjur untuk bertemu dengan Bupati dan pihak keluarga sebelum menjalani proses hukum lebih lanjut.
"Keluarganya tidak ikut menjemput ke Jakarta, dipertemukan di Cianjur. Setelah itu baru kami akan bawa ke Mapolres untuk dimintai keterangan terkait kasus dugaan TPPO-nya," kata dia.
Kasus ini menyedot perhatian publik setelah video berdurasi 59 detik yang memperlihatkan kondisi Ai viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, Ai tampak menangis dengan luka di kepala yang mengucurkan darah hingga membasahi pakaiannya. Ia memohon bantuan kepada Presiden Prabowo dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ai diduga menjadi korban TPPO dengan modus pemberangkatan tenaga kerja ke Timur Tengah dan dipaksa terus bekerja meski dalam kondisi kesehatan yang buruk.























































