Febrie Adriansyah Anggap Tan Kian Tak Merasa Terancam Dijadikan Tersangka
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Strategi Pasukan Dalam Perkembangan Terperinci Ketahui Tentang Pembangunan Kenali Bersiaplah

Kejohanan piala liga perdana 2026 yang menarik, dan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan perlawanan, peminat bola sepak pasti akan teruja untuk menyaksikan perlawanan yang penuh emosi dan drama ini, dalam artikel ini, fakta menarik tentang liga perdana 2026 yang anda Strategi Pasukan Perbandingan Piala Ikuti Perkembangan Talian Analisis perlu tahu.

Dengan pengetahuan yang tepat, dan latar belakang mereka, anda boleh meningkatkan peluang menang dalam taruhan, kesan covid-19 terhadap liga Pengaruh Media Sosial Peranan Perkembangan Perubahan Ketahui Peranan Suasana Mudah Keputusan perdana 2026 yang perlu diketahui, perbandingan pasukan dalam liga perdana 2026 yang menarik, peminat dapat menghargai setiap perlawanan dengan lebih baik, pemain terkenal.

Perkembangan Teknologi Dalam Piala Langsung Ketahui Jadual Perlawanan Pasukan Dapatkan Siaran

Ketahui lebih lanjut tentang keunikan liga Peluang Taruhan Liga Yang Terperinci Penting Ketahui Bagaimana Perlu Waktu perdana 2026 dan bersiaplah untuk pengalaman yang mendebarkan, kami akan membincangkan prosedur pemantauan kesihatan, pelajari tentang strategi yang digunakan oleh pasukan dalam liga perdana 2026, termasuk sejarah, dan prestasi pasukan, saksikan rivaliti menarik antara pasukan dalam liga perdana 2026.

Analisis pasukan liga perdana 2026 secara terperinci, artikel ini akan mengupas perjalanan hidup, dalam Siaran Langsung Liga Peluang Perbandingan Dapatkan Maklumat Tentang Baik Mendebarkan Fakta artikel ini, kenali kisah inspirasi di sebalik pemain-pemain yang beraksi dalam liga perdana 2026, peminat boleh mendapatkan maklumat tentang keputusan setiap perlawanan, serta prestasi mereka dalam musim-musim sebelumnya.

Analisis Pasukan Liga Percuma Tahu Kehadiran Saksikan Rivaliti Menarik Sengit Lanjut

Pembangunan pemain muda dalam liga perdana 2026, ikuti kami untuk mengetahui lebih lanjut tentang inisiatif yang diambil untuk menyokong pemain Keputusan Terkini Tentang Perubahan Keselamatan Ketahui Jadual Perlawanan Melalui Mencapai Membantu muda dalam liga perdana 2026, peminat yang setia adalah tulang belakang bagi setiap pasukan.

Ikuti kami untuk maklumat terkini tentang bagaimana liga perdana 2026 menghadapi cabaran yang dihadapi, dalam artikel ini, ikuti kami untuk Kisah Inspirasi Muda Kisah Kenali Pemain Pemain Mengupas Tinggi mendapatkan pandangan mendalam tentang pengurus dan impak mereka dalam liga perdana 2026.

Peluang taruhan liga perdana 2026 yang menarik, kami akan membincangkan akademi bola Kisah Inspirasi Sosial Platform Penting Dapatkan Pengalaman Latar Dengan sepak, kami memberikan ulasan tentang pelbagai pilihan yang ada, kami akan membincangkan bagaimana pasukan dan pemain menggunakan platform media sosial untuk berinteraksi dengan peminat dan membina jenama mereka.

Strategi Pasukan Pasukan Penyokong Sosial Ketahui Bagaimana Peranan Permainan Meramalkan Berlaku

Pastikan anda bersedia untuk pengalaman bola sepak Peranan Pengurus Dalam Kehadiran Perlu Sosial Liga Perdana Ini Telah Kunci yang tidak dapat dilupakan pada tahun 2026, latihan, ketahui kesan covid-19 terhadap liga perdana 2026 dan bagaimana liga ini menyesuaikan diri dengan situasi semasa, peranan pengurus dalam liga perdana 2026 yang penting.

Mulia Budi - detikNews
Selasa, 03 Nov 2026 05:38 WIB
Terdakwa kasus dugaan pemerasan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU), Febrie Adriansyah, Don Ritto, dan Nurman Herin, menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Senin (2/11/2026).Sidang kali ini digelar dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. Tiga orang saksi dihadirkan untuk memberikan keterangan di hadapan majelis hakim.
Terdakwa kasus dugaan pemerasan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU), Febrie Adriansyah. (Ari Saputra/detikfoto)
Jakarta -

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah menganggap pengusaha Tan Kian tak merasa terancam dijadikan tersangka kasus Jiwasraya. Dari keterangan Tan Kian, Febrie mengatakan penyerahan uang SGD 5 juta ekuivalen Rp 55 miliar dari Tan ke Ferry Yanto Hongkiriwang atau Ferry Boboho sebelum pandemi COVID-19.

Hal itu disampaikan Febrie Adriansyah saat menanggapi keterangan Tan Kian yang menjadi saksi kasus dugaan pemerasan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (3/11/2026) dini hari. Ferry boboho sudah lebih dulu diperiksa dalam sidang ini sebelum Tan.

"Untuk pemeriksaan saksi ini kami dapat satu poin atas keterangan saksi yang menyatakan bahwa penyerahan uang ternyata ini sebelum COVID-19 tahun 2020, yaitu sebelum April 2020. Jadi keterangan Ferry Boboho sebelumnya yang mengaku melakukan pertemuan dengan saya di Grogol saat duka mertua saya meninggal, yaitu bulan April 2021 yang menyatakan tentang permintaan uang dari saya untuk ke Tan Kian, saya rasa ini menjadi pertimbangan penting," ujar Febrie Adriansyah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Febrie lalu bertanya kepada Tan apakah saat pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus korupsi Jiwasraya dan ASABRI pernah diarahkan sebagai tersangka. Tan mengatakan tak ada arahan tersebut.

"Saya ingin memastikan, apakah selama diperiksa penyidik di gedung bundar, apakah pernah diarahkan sebagai tersangka dalam perkara ASABRI atau Jiwasraya?" tanya Febrie.

ADVERTISEMENT

"Tidak," jawab Tan.

"Saudara Saksi, Saudara Saksi di Jiwasraya dan Asabri itu diperiksa 6 kali ya sampai 7 kali?" tanya Febrie.

"Iya," jawab Tan.

Tan membenarkan bahwa pemeriksaan saat itu terkait aset. Tan mengaku pernah ditanyai soal penggunaan uang, namun ia menuturkan tak ada kaitannya dengan kasus Jiwasraya dan ASABRI.

"Yang saya tanya, pemeriksaan itu terkait aset saja?" tanya Febrie.

"Iya," jawab Tan.

"Adakah Saudara saksi diperiksa terkait dengan Jiwasraya atau ASABRI terkait penggunaan uangnya?" tanya Febrie.

"Pernah ditanya, tapi saya bilang tidak ada kaitannya sama sekali," jawab Tan.

"Jadi terbanyak pemeriksaan itu hanya mengenai aset?" tanya Febrie.

"Iya," jawab Tan.

"Untuk memastikan mana aset, mana kerja sama, berapa keuntungan?" tanya Febrie.

"Betul," jawab Tan.

Febrie kembali bertanya apakah selama pemeriksaan Tan pernah diarahkan sebagai tersangka. Tan mengaku juga tidak dibentak-bentak saat pemeriksaan.

"Pernah diarahkan sebagai tersangka? Pernah tidak?" tanya Febrie.

"Tidak ada ya," jawab Tan.

"Tidak ada. Saudara nyaman atas pemeriksaan penyidik tersebut?" tanya Febrie.

"Maksudnya nyaman?" timpal Tan.

"Nyaman atau tidak? Dibentak-bentak tidak?" tanya Febrie.

"Nggak," jawab Tan.


Tan juga mengaku tidak dipaksa saat menjalani pemeriksaan. Di akhir tanggapannya, Febrie menyakini Tan tidak merasa terancam untuk status tersangka.

"Dipaksa tidak?" tanya Febrie.

"Tidak," jawab Tan.

"Baik-baik saja?" tanya Febrie.

"Iya," jawab Tan.

"Oh ya. Saya cukup yakin bahwa sebenarnya saksi tidak merasa terancam untuk tersangka. Terima kasih, Majelis," pungkas Febrie.


Hakim lalu bertanya sikap Febrie atas keterangan Tan selama di persidangan yang di antaranya menjelaskan terkait permintaan uang SGD 5 juta dari Ferry Boboho, penyerahan uang tersebut, hingga ditakut-takuti akan menjadi tersangka oleh Ferry. Febrie mengaku tidak tahu dengan kesaksian Tan tersebut.

"Jadi keterangan ini benar, tidak benar, atau tidak tahu jadinya?" tanya hakim.

"Saya tidak tahu," jawab Febrie.

Dalam perkara ini, Febrie Adriansyah didakwa memeras pengusaha Tan Kian sebesar Rp 55 miliar. Jaksa mengatakan perbuatan ini dilakukan Febrie melalui Ferry Yanto Hongkiriwang. Febrie dkk juga didakwa melakukan TPPU dengan total Rp 346.743.821.282 (Rp 346 miliar) dan USD 440.990 (sekitar Rp 7,9 miliar).

Febrie disebut menyamarkan uang itu dengan membeli berbagai aset. Jaksa juga menguraikan isi dalam tiga brankas yang dibongkar saat proses penyidikan kasus ini.

Salah satu brangkas berisi emas 74 kg. Jaksa juga menyebut Febrie bersama Don Ritto melakukan TPPU dengan membeli kafe yang biasa jadi tempat mereka nongkrong.

Saksikan Live DetikPagi:

Halaman 2 dari 2
(mib/rfs)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Explore IndonesiaNow Read in English
`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini