Misi tim redaksi detikOto kali ini cukup sederhana tapi menantang, yakni menguji seberapa jauh ketahanan satu tangki penuh Mitsubishi Xforce Hybrid dalam rute jarak jauh yang sesungguhnya.
Perjalanan dimulai dari Jakarta, melintasi rute panjang menuju Palembang, dan kemudian ditarik mundur kembali ke arah Jakarta.
Pengujian ini mencerminkan skenario berkendara harian yang realistis. Pertama, kabin tidak dibiarkan kosong. Mobil diisi tiga orang penumpang dewasa beserta tumpukan barang bawaan logistik perjalanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, tidak ada trik berkendara yang aneh-aneh atau melelahkan. Kami melajukannya dengan gaya berkendara yang normal, mengalir bersama arus lalu lintas. Sepanjang perjalanan, saklar mode berkendara dipatok pada Mode Normal.
Saat memulai perjalanan, mobil sudah diisi bensin penuh dengan RON 92.
Setibanya di Palembang, mobil sudah habis setengah bar indikator bensin dengan jarak sekitar 475 kilometeran.
Tanpa diisi ulang, tim redaksi detikOto menuju Jakarta lagi.
Meski sempat dag dig dug karena bensin sudah kedip-kedip sebelum menyeberang Pelabuhan Bakauheni, ternyata Mitsubishi XForce HEV ini masih bisa dibawa kembali ke Jakarta.
Di sini kami penasaran, seberapa jauh XForce bisa melaju?
Karena mesin masih terus menyala, perjalanan pun dilanjutkan menuju BSD Tangerang. Di sini jarak tempuh sudah 1.000 kilometer, kamipun heran karena mobil belum mati.
Akhirnya tim redaksi detikOto mengarahkan mobil ke Bogor. Ternyata garis finis tantangan satu tangki penuh ini berakhir di area keluar Pintu Tol Sentul.
Total jarak yang tertera di layar trip meter mencatat angka fantastis: 1.064,4 kilometer.
Menariknya lagi, angka tersebut diraih dari sebuah tangki bahan bakar berkapasitas 42 liter. Itu artinya, konsumsi bahan bakar Mitsubishi XForce HEV menembus kisaran 25,34 km/liter. Sebuah catatan yang luar biasa untuk ukuran mobil compact SUV.
Kunci di balik impresifnya torehan jarak tersebut tidak lepas dari cara kerja sistem Hybrid Electric Vehicle (HEV) yang adaptif. Di sepanjang rute, unit kontrol secara otomatis mengatur siklus pengisian daya baterai melalui regenerative braking.
Selama perjalanan panjang tersebut, pengemudi juga disajikan visualisasi energy flow secara real-time pada layar sistem hiburan di dasbor. Dari pantauan visual ini, terlihat jelas bagaimana sistem Hybrid Electric Vehicle (HEV) bekerja secara dinamis dan transparan.
Transisi kerja antara mesin bensin dan motor listrik ini berlangsung mulus tanpa intervensi pengemudi.





















































