Apple kembali memancarkan peringatan keamanan tingkat tinggi (threat notification) kepada para pengguna iPhone di 110 negara. Peringatan darurat ini dikirimkan setelah Apple mendeteksi adanya upaya peretasan berbasis mercenary spyware canggih yang menyasar individu-individu tertentu secara spesifik.
Serangan 'Zero-Click' Incar Jurnalis dan Tokoh Politik
Peringatan keamanan ini pertama kali diungkap oleh peneliti siber, Costin Raiu, yang mencatat bahwa gelombang ancaman kali ini terpisah dari insiden serupa pada Agustus lalu. Serangan siber ini dilaporkan menyasar jurnalis, pembuat film dokumenter, aktivis, diplomat, hingga anggota parlemen (seperti anggota Bundestag di Jerman).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbeda dari kejahatan phishing massal, peretasan mercenary spyware ini bekerja secara sangat spesifik dan canggih:
- Eksploitasi Zero-Click: Peretas mampu membobol dan menguasai perangkat target tanpa mewajibkan korban mengklik tautan atau mengunduh berkas tertentu.
- Biaya Pengembangan Fantastis: Mengutip panduan resmi Apple, pembuatan eksploitasi zero-click dan mercenary spyware memerlukan biaya hingga jutaan dolar AS, sehingga hanya mampu dijalankan oleh organisasi peretas atau entitas berdana melimpah.
- Akses Mendalam: Jika peretasan berhasil, pelaku dapat mengambil alih fungsi perangkat, mengontrol kamera dan mikrofon, hingga menyedot data sensitif seperti riwayat panggilan, pesan terenkripsi, daftar kontak, lokasi real-time, dan media pribadi.
Apple Rahasiakan Detail Teknis
Hingga saat ini, pihak Apple belum membeberkan identitas kelompok peretas di balik serangan tersebut maupun celah keamanan spesifik yang dieksploitasi. Apple menegaskan bahwa kerahasiaan metode deteksi internal sangat penting agar para peretas tidak menemukan celah untuk mengubah strategi atau menghindari sistem keamanan iOS.
"Sifat serangan mercenary spyware yang sangat spesifik dan berjangka pendek membuatnya sangat sulit dideteksi dan dicegah," ungkap pihak Apple dalam panduan keamanannya.
Langkah Mitigasi: Aktifkan 'Lockdown Mode'
Guna melindungi data pengguna yang menjadi target peretasan berisiko tinggi, Apple merekomendasikan beberapa langkah perlindungan darurat:
- Aktifkan Lockdown Mode: Fitur ini dirancang khusus untuk membatasi fungsi sistem yang rentan dieksploitasi peretas. Pengguna dapat mengaktifkannya melalui menu Settings Privacy & Security Lockdown Mode.
- Rutin Update iOS: Memastikan perangkat iPhone selalu memperbarui sistem operasi ke versi software terbaru guna mengamankan patch keselamatan siber paling gres.
- Waspada Peringatan Palsu: Apple menegaskan bahwa notifikasi ancaman resmi hanya muncul di atas Lock Screen serta situs Apple Account resmi, tanpa pernah meminta pengguna mengunduh berkas, memasang profil baru, atau membagikan kata sandi.
Meskipun Apple tidak mengonfirmasi secara publik apakah ada perangkat yang berhasil dibobol penuh, otoritas keamanan siber mengimbau para penerima notifikasi untuk memperlakukan perangkat mereka sebagai potensi yang telah terdampak, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Selasa (3/11/2026).

















































