Pengunjung sebuah taman hiburan di China terjebak dalam situasi mencekam setelah wahana kursi terbang mengalami gangguan teknis. Alih-alih mendapatkan pengembalian uang tiket, para pengunjung hanya mendapatkan kompensasi berupa segelas bubble tea.
Peristiwa itu terjadi di kawasan wisata Guose Tianxiang, Distrik Wenjiang, Chengdu, Provinsi Sichuan, pada 1 November 2026.
Dikutip dari VnExpress, Rabu (4/11/2026), gangguan mekanis membuat wahana kursi terbang mendadak berhenti beroperasi. Akibatnya, sejumlah pengunjung yang sedang menaiki wahana tersebut terjebak dan tergantung di udara selama kurang lebih 30 menit.
Rekaman video salah seorang pengunjung memperlihatkan kursi-kursi wahana berhenti di udara. Kondisi itu membuat berada di ketinggian. Pengelola kemudian mengupayakan evakuasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah seorang pengunjung mengatakan mereka berada dalam posisi tergantung selama kurang lebih 30 menit hingga berhasil diturunkan dengan selamat.
Namun, persoalan tak berhenti setelah evakuasi. Para pengunjung mengaku tidak mendapatkan pengembalian uang tiket dari pengelola. Sebagai gantinya, masing-masing orang hanya menerima satu gelas bubble tea.
Staf Guose Tianxiang menjelaskan bahwa angin kencang menjadi pemicu berhentinya wahana. Kondisi tersebut mengaktifkan sistem pengaman otomatis sehingga operasional wahana langsung terhenti.
Pengelola menyatakan telah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap peralatan sebelum kembali membuka wahana untuk umum pada 2 November 2026.
Guose Tianxiang merupakan kompleks hiburan dan wisata di pinggiran Kota Chengdu. Kawasan ini menawarkan berbagai atraksi, termasuk bianglala dan sejumlah wahana pemacu adrenalin.
Insiden tersebut menambah daftar gangguan wahana wisata yang dilaporkan terjadi di China sepanjang tahun ini. Beberapa di antaranya bahkan berujung pada kecelakaan serius.
Pada 1 Mei 2026, sebuah wahana di destinasi wisata Provinsi Sichuan mendadak berhenti saat beroperasi. Sejumlah pengunjung sempat tergantung dalam posisi terbalik. Beruntung, tidak ada korban luka karena wahana berada pada ketinggian rendah.
Namun, dua hari kemudian, seorang remaja perempuan berusia 16 tahun meninggal dunia saat menaiki wahana ayunan air terjun di kawasan wisata Maliuyan, yang juga berada di Provinsi Sichuan.


























































