Sejumlah mesin check-in mandiri di Bandara Changi, Singapura, mengalami gangguan pada Senin (2/11/2026) pagi. Akibatnya, penumpang sejumlah maskapai tidak bisa melakukan check-in otomatis dan mencetak boarding pass.
Pengelola Changi Airport Group (CAG) mengatakan gangguan terjadi sekitar pukul 08.30 waktu setempat akibat masalah global pada sistem Advance Passenger Processing.
Dikutip dari The Straits Times, Rabu (4/11) dalam keterangan resmi mereka, CAG menyebut sejumlah bandara lain juga terdampak. Gangguan itu membuat beberapa maskapai harus melayani check-in secara manual.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petugas bandara turut membantu penumpang selama sistem belum pulih. Gangguan berlangsung sekitar 2,5 jam dan CAG menyatakan proses check-in seluruh maskapai terdampak kembali normal sekitar pukul 11.00 waktu setempat.
Saat pemantauan sekitar pukul 10.00, mesin check-in mandiri di sejumlah terminal terlihat tidak berfungsi. Di Terminal 3, mesin pada konter Garuda Indonesia mati, sehingga penumpang penerbangan GA829 tujuan Jakarta diarahkan ke antrean khusus untuk pemeriksaan bagasi.
Sejumlah penumpang khawatir terlambat naik pesawat karena antrean bergerak lambat. Salah satu penumpang yang terdampak, Alvin Ng, mengaku belum pernah mengalami gangguan serupa meski sudah beberapa kali menggunakan maskapai tersebut, meski akhirnya penerbangan menuju Jakarta tetap berangkat sesuai jadwal.
Gangguan juga ditemukan di Terminal 4. Mesin check-in mandiri milik Korean Air, Cathay Pacific, dan Sun PhuQuoc Airways tidak berfungsi. Sementara itu, mesin di konter Singapore Airlines di Terminal 3 terlihat normal.
Di Terminal 1, sebagian besar mesin sudah kembali beroperasi sekitar pukul 12.30 waktu setempat. Namun, sejumlah mesin China Southern Airlines dan Xiamen Airlines masih bermasalah.
Antrean di konter Xiamen Airlines bahkan mencapai sekitar 50 penumpang, dengan waktu tunggu sekitar 35 menit. Maskapai Scoot turut mengonfirmasi gangguan check-in selama sekitar 45 menit pada pagi itu.
Scoot mengerahkan petugas tambahan di konter manual untuk membantu penumpang. Maskapai tersebut mengatakan layanan check-in dan mesin mandiri kemudian kembali beroperasi.
Saat pemantauan sekitar pukul 13.30, sebagian besar mesin check-in di Terminal 2 sudah berfungsi normal. Petugas dengan seragam berlogo SITA (penyedia teknologi informasi dan jaringan komunikasi untuk industri penerbangan) juga terlihat memperbaiki sejumlah mesin di Terminal 1 dan 2.
(upd/fem)


























































