Bandara Internasional Juanda dihebohkan dengan pria yang mengenakan seragam TNI dengan atribut jenderal bintang 4. Ini kisah dan fakta sebenarnya:
Seorang pria mendadak menjadi sorotan setelah videonya mengenakan seragam dengan atribut jenderal bintang empat jadi viral di media sosial.
Pria itu ternyata adalah seorang anggota TNI berpangkat Kopral Satu (Koptu) berinisial MT. Aksi anggota Kodim 0816/Sidoarjo itu terungkap saat dia hendak terbang ke Palembang melalui Bandara Internasional Juanda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di balik penampilannya yang mengundang perhatian, terungkap sejumlah fakta mengenai sosok Koptu MT. Berikut ulasannya:
1. Kenakan Seragam TNI Bintang 4 yang Tidak Sesuai
Salah satu yang paling mencolok adalah tanda pangkat empat bintang yang identik dengan pangkat jenderal pada seragam yang dikenakan oleh Koptu MT.
Seragam itu langsung menarik perhatian personel Satgaspam Bandara Juanda karena atribut yang digunakan tidak sesuai dengan pangkat maupun satuannya.
Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Arh Muhammad Ansyari membenarkan kejadian tersebut. Setelah diamankan, MT kemudian dijemput Pasi Intel Kodim 0816/Sidoarjo Kapten Wahyu untuk menjalani pemeriksaan.
"Yang bersangkutan sudah kami mintai keterangan dan sudah kami kembalikan kepada keluarganya," kata Ansyari kepada wartawan di di Makodim 0816 Sidoarjo.
2. Bukan Perwira Tinggi TNI
Meski mengenakan tanda pangkat empat bintang, MT dipastikan bukan seorang perwira tinggi TNI. Pangkat sebenarnya adalah Kopral Satu atau Koptu dan tercatat sebagai anggota Kodim 0816/Sidoarjo.
Ansyari menegaskan atribut jenderal yang dikenakan MT bukan pangkat kedinasannya. Selain tanda empat bintang, terdapat pula sejumlah atribut lain pada seragam yang tidak sesuai dengan ketentuan seragam TNI.
"Yang jelas pangkat yang bersangkutan Koptu, bukan jenderal," tegasnya.
3. Pindah-pindah Satuan Tugas
Ansyari menjelaskan, Koptu MT memiliki riwayat perpindahan satuan sebelum akhirnya bertugas di Kodim 0816/Sidoarjo. Pada 2023, MT berpindah dari Yonzikon 12 Kodam II Sriwijaya di Palembang ke Korem 084 Bhaskara Jaya di Surabaya.
Dua tahun berselang, tepatnya pada 2025, MT kembali berpindah satuan dan bertugas di Kodim 0816/Sidoarjo. Saat diamankan, MT diketahui hendak melakukan perjalanan ke Palembang, Sumatera Selatan, untuk menemui istri dan anaknya.
4. Punya Riwayat Masalah Kejiwaan
Ansyari kemudian mengungkapkan kondisi kesehatan MT selama ini memang menjadi perhatian pihak satuan. MT disebut rutin mendapatkan pendampingan serta pemeriksaan dari dokter spesialis terkait kondisi kejiwaannya.
"Memang yang bersangkutan ada masalah kesehatan. Selama ini juga rutin kontrol ke dokter spesialis," ujarnya.
Ansyari menyebut kondisi MT semakin memburuk setelah ibunya meninggal dunia beberapa waktu lalu. Pihak Kodim kemudian melakukan penyesuaian terhadap tugas yang diberikan kepada anggota tersebut.
"Untuk sementara masih berdinas, tetapi kami berikan tugas-tugas ringan. Tidak diberikan tugas yang berat," jelas Ansyari.
5. Opsi Pensiun Dini
Setelah kejadian tersebut, Kodim 0816/Sidoarjo melakukan koordinasi dengan Korem dan Kodam V/Brawijaya. Koordinasi dilakukan berkaitan dengan kondisi MT sekaligus langkah yang akan diambil terhadap anggota tersebut.
Ansyari menyebut salah satu opsi yang diusulkan adalah pemberhentian dengan hormat atau pensiun dini. Usulan itu mempertimbangkan kondisi kesehatan MT yang selama ini membutuhkan pendampingan dan pemeriksaan dokter spesialis.
"Kami sudah koordinasi dengan Korem dan Kodam. Ada usulan untuk pemberhentian dengan hormat atau pensiun dini karena kondisi kesehatan yang bersangkutan," pungkasnya.
-------
Artikel telah naik di detikJatim.
Simak Video "Terpopuler Sepekan: Prabowo 'Tantang' MSCI-11 Korporasi Asing Terseret Karhutla"
[Gambas:Video 20detik](wsw/wsw)



























































