Meraih gelar Guru Besar di sebuah perguruan tinggi adalah perjalanan yang cukup panjang. Bagi Prof Yuny Erwanto, untuk meraih gelar tersebut bahkan ia sempat harus menjadi loper koran di Jepang.
Dosen Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut menjalani studi doktornya di Kota Miyazaki, Jepang pada 1999 silam. Untuk mengantongi uang tambahan, ia bekerja sebagai loper atau pengantar koran sejak dini hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Antar Koran Pukul 03.30 di Tengah Studi S3
Selama kuliah S3 di Jepang, Yuny menjalani kesehariannya dengan disiplin, demikian dikutip dari laman UGM, Selasa (3/11/2026). Setiap hari, ia bangun dini hari untuk mengantarkan koran mulai pukul 03.30.
Setelah sholat Subuh, Yuny melanjutkan kembali pekerjaannya menggunakan sepeda motor listrik. Ia menangani sekitar 70-80 lokasi pengantaran.
Terdengar pekerjaan yang mudah, tetapi dengan kondisi musim dingin di Jepang, Yuny harus berjuang lebih keras. Ia harus menembus dinginnya udara di sana yang mencapai minus 5 derajat Celsius.
Selain itu, ia juga harus naik turun apartemen kliennya. Yuny harus menyelesaikan pekerjaan tersebut sebelum pukul 08.00 karena harus menjalani perkuliahan.
Hasil Kerja Loper Koran Antarkan Naik Haji
Mulanya ia hanya mengira bahwa penghasilan menjadi loper koran cukup untuk tambahan sehari-hari. Siapa sangka, ternyata penghasilannya dari pekerjaan tersebut bisa memberangkatkan Yuny menunaikan ibadah haji.
Yuny dan istri memang bermimpi agar bisa naik haji. Sehingga ia selalu menyisihkan sisa dari pendapatannya untuk menabung. Adapun total penghasilan sebagai loper sekitar Rp 5 juta per bulan.
Akhirnya ia berhasil menunaikan ibadah haji bersama istri pada tahun 2002. Yuny bersyukur ketekunannya membawa dirinya sampai di titik tersebut.
Buka Peluang Loker bagi Mahasiswa Lain
Tak hanya bagi dirinya, ketekunan Yuny membuka peluang bagi mahasiswa Indonesia lainnya untuk bekerja sebagai loper koran di sana.
Bahkan, beberapa tokoh penting asal Indonesia pernah menjadi loper koran, antara lain Dr Nasrullah yang kini menjabat Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Prof Deni Noviana, Wakil Rektor IPB.
Dari pengalamannya kuliah dan bekerja di Jepang, Yuny mendapat pelajaran soal disiplin, kerja keras, konsistensi, dan ketekunan. Pelajaran tersebut juga menjadi bekal dirinya sampai bisa menjadi Guru Besar dan Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerja Sama Fapet UGM.






























































