Menjelang MotoGP Qatar, banyak kekhawatiran soal situasi di Timur Tengah. Bahkan, Yamaha memutuskan mundur dari balapan di Qatar menyusul konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah. Namun, dua pebalap Indonesia yang akan berlaga di GP Qatar bilang situasi di sana normal-normal saja.
Pebalap Indonesia yang akan berlaga di GP Qatar akhir pekan ini adalah Mario Aji di kelas Moto2 dan Veda Ega Pratama di kelas Moto3. Keduanya sudah tiba di Qatar untuk menjalani akhir pekan balapan di Sirkuit Internasional Lusail.
Mario dan Veda kompak menjawab situasi di Qatar normal-normal saja. Menurut duo pebalap Honda Team Asia itu, situasi di sana tidak seperti yang diberitakan media.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk saat ini situasinya kondusif-kondusif aja. Kegiatan berjalan normal. Jadi mungkin nggak sebesar apa yang seperti media terbitkan ya. Ya doakan aja semoga tidak terjadi apa-apa sepanjang akhir pekan," kata Mario Aji saat sesi wawancara secara online dengan media menjelang GP Qatar, Kamis (5/11/2026).
"Ya kita di sini juga udah 2 hari. Di sini normal-normal aja. Memang banyak berita lah. Cuman di sini normal-normal aja. Ya semoga semuanya lancar sih. Dan saya cuma fokus balapan aja," sambung Veda.
MotoGP Qatar 2026 dijadwalkan berlangsung akhir pekan ini, pada 6-8 November 2026. Namun, situasi yang masih memanas di Timur Tengah membuat gelaran itu dikhawatirkan.
Muncul laporan bahwa 19 dari 22 pembalap MotoGP telah menandatangani surat yang ditujukan kepada MotoGP Group, menyatakan penolakan mereka terhadap balapan tersebut. Meski begitu, sejauh ini jadwal MotoGP Qatar 2026 akan tetap dimainkan.
Secara resmi Yamaha mengumumkan mundur dari MotoGP Qatar. Yamaha telah menginformasikan keputusan itu kepada MotoGP. Dalam pernyataan tertulisnya, Yamaha menilai kondisi terkini di Timur Tengah membuat pabrikan berlogo garpu tala itu tidak mau ambil risiko untuk ikut balapan di Qatar.
"Menyusul penilaian terkini terhadap situasi di Timur Tengah, Yamaha tidak menemukan alasan yang cukup kuat untuk mengubah kebijakan pembatasan perjalanan yang berlaku di seluruh perusahaan. Oleh karena itu, Yamaha telah menginformasikan kepada MotoGP Group mengenai keputusannya untuk tidak berpartisipasi dalam Grand Prix Qatar 2026," demikian pernyataan dari Yamaha Motor Co., Ltd. seperti dikutip dari situs resmi MotoGP.
"Keputusan ini mencerminkan penilaian Yamaha terhadap informasi yang tersedia saat ini dan tidak bergantung pada langkah-langkah yang diterapkan oleh MotoGP Group maupun penyelenggara acara. Yamaha tetap berkomitmen penuh terhadap MotoGP dan menantikan untuk kembali berkompetisi pada Grand Prix Portugal," tulis Yamaha.






















































