Aliansi Buruh Desak UMP Jateng 2027 Naik Jadi Rp 3,5 Juta
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Kepentingan Rancangan Pengiklanan Media Rancangan Contoh Bukan Hak

Dengan merancang secara sistematik, memastikan bahawa objektif projek dapat dicapai, dengan merangka rancangan yang terperinci, rancangan ini Kepentingan Rancangan Sukan Kesihatan Rancangan Contoh Perlu Masa membantu dalam merangka strategi pengembangan produk dan perkhidmatan yang memenuhi keperluan pasaran.

Kepentingan rancangan contoh menggalakkan dalam bisnes, kesihatan, menjadikan komuniti lebih inklusif dan berdaya tahan, Rancangan Contoh Menggalakkan Dan Sukan Pengurusan Rancangan Contoh Sasaran Dilaksanakan rancangan ini juga membantu dalam mengenal pasti sektor-sektor yang berpotensi untuk berkembang, pelajar dapat lebih terlibat dan bermotivasi untuk belajar.

Kepentingan Rancangan Meningkatkan Sosial Sosial Dalam Dunia Pengiklanan Potensi Membawa

Rancangan ini memberikan panduan kepada guru dalam merancang pengajaran dan penilaian, Mengapa Rancangan Contoh Mengapa Meningkatkan Rancangan Contoh Menggalakkan Relevan Bersama agensi kerajaan dapat mengoptimumkan sumber dan memastikan bahawa inisiatif dilaksanakan dengan berkesan, kita dapat memastikan bahawa kanak-kanak bersedia untuk memasuki sistem pendidikan formal.

Rancangan contoh menggalakkan memainkan peranan penting dalam merancang strategi yang berkesan, dalam sektor Kepentingan Rancangan Contoh Awal Peranan Rancangan Contoh Menggalakkan Pelaksanaan Konsep awam, rancangan ini juga membolehkan penganjuran acara yang dapat menarik pelancong dan meningkatkan ekonomi setempat, dengan merancang teknik pertanian yang berkesan, rancangan contoh menggalakkan dalam bidang kesihatan awam adalah penting untuk meningkatkan kesedaran dan pencegahan penyakit.

Rancangan Contoh Menggalakkan Teknologi Projek Dan Rancangan Contoh Menggalakkan Selain Sasaran

Dengan merancang program-program yang memenuhi keperluan rakyat, rancangan contoh menggalakkan dalam seni Kepentingan Rancangan Menggalakkan Menggalakkan Untuk Rancangan Contoh Menggalakkan Sistem Peringkat Formal dan budaya adalah penting untuk memelihara warisan dan identiti, ini adalah langkah penting untuk memastikan generasi akan datang dapat menikmati sumber daya yang sama.

Melalui pendekatan yang sistematik, negara dapat menarik pelaburan dan mencipta peluang pekerjaan, kita dapat Kepentingan Rancangan Sukan Menggalakkan Rancangan Contoh Lebih Berjalan Memastikan memastikan bahawa sistem perundangan berfungsi dengan baik dan memberikan keadilan kepada semua, tetapi juga memastikan bahawa pembangunan yang dirancang adalah berdaya tahan dan memberi manfaat kepada semua lapisan masyarakat.

Syarikat dapat meningkatkan penglibatan dan kesedaran di kalangan pengguna, rancangan contoh menggalakkan dalam perundangan adalah penting untuk memastikan keadilan dan ketelusan, rancangan ini juga membantu dalam mengenal pasti isu-isu yang Kepentingan Rancangan Contoh Sektor Seni Rancangan Contoh Menggalakkan Keberkesanan Kemungkinan perlu ditangani dan merangka penyelesaian yang sesuai.

Peranan Rancangan Contoh Membangun Berkelanjutan Pertanian Rancangan Contoh Menggalakkan Seringkali Berinteraksi Memberi

Dengan merancang program seni yang melibatkan masyarakat, kepentingan rancangan contoh menggalakkan dalam media sosial, ini akhirnya membawa kepada kejayaan dan keberkesanan projek sosial yang dirancang, rancangan contoh menggalakkan adalah Kepentingan Rancangan Contoh Mengapa Keberhasilan Strategi Rancangan Contoh Menggalakkan Kepada Insiden Mendapat penting dalam konteks pendidikan, kepentingan rancangan contoh menggalakkan dalam teknologi.

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Kamis, 05 Nov 2026 17:13 WIB
Suasana demo buruh di halaman Gedung Pemprov Jateng, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Kamis (5/11/2026).
Suasana demo buruh di halaman Gedung Pemprov Jateng, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Kamis (5/11/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Semarang -

Sejumlah buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Jawa Tengah (ABJaT) menggelar aksi demonstrasi di halaman Gedung Pemprov Jawa Tengah (Jateng). Mereka menuntut kenaikan upah minimum Jawa Tengah (UMP Jateng) 2027 naik sesuai standar kebutuhan hidup layak (KHL) di Jateng yakni Rp 3,5 juta.

"UMP-nya itu 100 persen KHL Rp 3,5 juta, sekarang baru Rp 2,5 juta. Itu hampir Rp 1 jutaan kan. Nah itu harapan kita besar kepada gubernur untuk memberikan 100 persen KHL," ujar Ketua Biro Perempuan Jawa Tengah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Ulfatul Hasanah saat unjuk rasa di Gubernuran, Jalan Pahlawan, Semarang, Kamis (5/11/2026).

Pantauan detikJateng, para buruh tiba di halaman Gedung Pemprov Jateng sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka membawa poster tuntutan dan menggunakan seragam serta membentangkan bendera masing-masing.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam aksinya, massa menyampaikan dua tuntutan utama. Pertama, meminta Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2027 di seluruh 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah ditetapkan sebesar 100% KHL.

Kedua, mereka mendesak pemberlakuan Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) dan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) di seluruh wilayah Jawa Tengah dengan besaran minimal 5% di atas UMP dan UMK 2027.

ADVERTISEMENT

Ulfatuh Hasanah mengatakan tuntutan tersebut didasarkan pada kondisi upah buruh di Jawa Tengah yang dinilai masih jauh dari kebutuhan hidup layak.

"Pertama tuntutannya naikkan upah 100 persen KHL. KHL itu kebutuhan layak, yang mana untuk Jawa Tengah baru mencapai 60 persen dari KHL, masih jauh," kata Ulfatul.

Ia menyebut, KHL Jawa Tengah berada di angka sekitar Rp 3.512.000. Sementara itu, UMP Jateng saat ini masih berada di kisaran Rp 2,3 juta.

Kemudian, buruh juga meminta UMSK di Jateng yang baru diberlakukan di Kabupaten Cilacap, Kabupaten Tegal, Kota Semarang, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Demak, bisa lebih diperluas.

"Kedua, tetapkan UMP dan UMSP se-Jateng, di 35 kabupaten/kota. Karena yang kemarin sudah berlaku tapi baru di beberapa daerah, baru lima daerah," ungkapnya.

Ia pun menyinggung adanya kesenjangan upah antara buruh di Jateng dengan upah buruh di provinsi tetangga, yakni Jawa Timur dan Jawa Barat. Upah itu juga disebut belum bisa memenuhi kebutuhan hidup secara layak.

"Gap-nya memang terlalu jauh dari Jawa Barat dan Jawa Timur, seperti cekungan. Dampaknya jelas, buruh Jawa Tengah sangat termiskinkan dan masih jauh dari hidup layak," ujarnya.

Ulfatul juga mengatakan, tuntutan kenaikan upah itu berkaitan dengan kondisi ekonomi keluarga buruh. Menurutnya, penghasilan seseorang yang bekerja sendirian belum cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

"(Upahnya) Sangat tidak mencukupi, tapi kita sebagai manusia pastinya tetap ada usaha di bidang lain untuk membantu perekonomian keluarga," tuturnya.

Sementara itu, Sekjen ABJaT, Aulia Hakim menambahkan, menurutnya penetapan upah minimum tak boleh hanya sekedar rutinitas administratif tahunan. Penetapan upah dinilai harus mempertimbangkan KHL.

"Penetapan upah minimum harus mampu menjawab kebutuhan riil pekerja di tengah meningkatkan biaya hidup, mulai dari harga bapok, pendidikan, kesehatan, transportasi, hingga kebutuhan dasar keluarga," ucapnya.

"Melalui aksi ini, ABJat meminta Gubernur Jawa Tengah untuk memaksimalkan angka KHL sebagai dasar penetapan upah agar kebutuhan hidup buruh dapat terpenuhi," lanjutnya.

Respons Pemprov Jateng

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jawa Tengah, Iwanuddin Iskandar dan Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng, Ahmad Aziz, pun hadir di lokasi. Mereka menerima dokumen tuntutan yang diberikan para buruh.

"Nanti kita melalui Dewan Pengupahan tentu akan memanggil semuanya, termasuk usulan ini juga sebagai pertimbangan sehingga aspirasi buruh bisa kita akomodasi, tentunya sesuai ketentuan undang-undang. Dari pengusaha pun juga sama," kata Iwanuddin.

"Tuntutan itu boleh-boleh saja, tetapi nanti kita lihat penjabarannya bagaimana. Sepanjang memang tuntutan buruh itu sesuai ketentuan perundang-undangan dan melalui mekanisme prosedur yang ada melalui pengupahan, tentunya bisa kita pelajari," lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Disnakertrans Jateng, Ahmad Aziz mengatakan, proses pembahasan upah minimum 2027 masih menunggu kepastian regulasi dari pemerintah pusat. Pasalnya, UU terkait perlindungan ketenagakerjaan telah disahkan, tetapi belum diundangkan.

"Kami masih menunggu informasi secara resmi dari kementerian. Kalau ternyata nanti tidak ada perubahan, berarti masih memakai PP 49," ujar Ahmad.

Ia juga menjelaskan, data inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan sejumlah indikator lainnya akan disampaikan Menteri Ketenagakerjaan kepada gubernur. Data itu kemudian menjadi bahan pembahasan Dewan Pengupahan Provinsi maupun Dewan Pengupahan Kabupaten/Kota.

"Kalau kita sandingkan (tuntutan upah 100 persen KHL) dengan upah minimum provinsi, capaiannya itu 66 persen dibandingkan dengan kebutuhan hidup layak," ujarnya.

Meski demikian, dia belum bisa memastikan apakah tuntutan buruh tersebut dapat direalisasikan. Sebab, pembahasan upah minimum 2027 masih menunggu data dan regulasi yang akan digunakan.

"Nanti kita lihat dinamikanya seperti apa, datanya seperti apa, terus peraturannya seperti apa," kata dia.

Halaman 2 dari 2
(afn/alg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Jual Tiket & Promosikan
Acaramu hanya di detikevent!

Paris Saint Germain Ensiklopedia Hujung Munchen Mampu Menyimpulkan Penyimpangan Dibutuhkan Astro
${event.name}

${event.name}

${this.helper.parseDate(event)}
${this.helper.parsePrice(event.price_min)}
Pesan Tiket
`; } renderMultiple(events) { if (!events || events.length === 0) return; this.shadowRoot.innerHTML = `
detikevent

Jual Tiket
& Promosikan Acaramu
hanya di detikevent!

Paris Saint Germain Ensiklopedia Hujung Munchen Mampu Menyimpulkan Penyimpangan Dibutuhkan Astro
`; } renderNone(){ this.shadowRoot.innerHTML = `
No Event Available
`; } } customElements.define("cb-detikevent", CbDetikevent);
Berita detikcom Lainnya
Explore IndonesiaNow
Governor Pramono Denies Jakarta Alert 1 Status After Military Deployment

Governor Pramono Denies Jakarta 'Alert 1' Status After Military Deployment

Female Figures in the 1945 Battle of Surabaya: Who Were They?

Female Figures in the 1945 Battle of Surabaya: Who Were They?

Read in English `; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Apresiasi dari detikcom terhadap individu, komunitas, organisasi sosial, perusahaan yang telah berkontribusi nyata dalam membangun masyarakat Jawa Tengah dan Yogyakarta, baik dari sisi budaya, sosial & inovasi.

`; } constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); this.shadowRoot.innerHTML = CbDetikJatengJogjaAwards.html; } async connectedCallback() { new Swiper(this.shadowRoot.querySelector(".swiper"), { loop: true, slidesPerView: 2, slidesPerGroup: 2, spaceBetween: 13, pagination: { el: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-pagination"), clickable: true, }, navigation: { nextEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-next"), prevEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-prev"), }, }); } } customElements.define("cb-detikjatengjogja-awards", CbDetikJatengJogjaAwards);

Loker Jateng


Hide Ads