Seorang mantan pakar AI Google sangat yakin bahwa kecerdasan buatan akan memusnahkan umat manusia, sampai-sampai ia berhenti menabung untuk masa pensiunnya.
Nate Soares, peneliti machine learning yang pernah bekerja sebagai insinyur software di Google dan Microsoft, mengatakan dalam podcast baru-baru ini bersama CEO The Atlantic bahwa AI kemungkinan besar akan memusnahkan manusia dalam dekade mendatang.
Ia memperkirakan kemungkinan kepunahan akibat AI mencapai lebih dari 50 persen dalam sepuluh tahun ke depan. "Saya rasa saat ini tampaknya kita mungkin tidak punya waktu satu dekade lagi," lanjut Soares yang dikutip detikINET dari NY Post, Jumat (6/11/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satu dekade lalu, ia berhenti menyisihkan uang untuk masa pensiun, terdorong keyakinan ini. "Saya tak menabung untuk masa pensiun sekarang. Saya punya 401K (program tabungan pensiun) dari saat saya bekerja di Google, tapi saya sudah tidak menyetor ke sana selama sekitar satu dekade," ujarnya.
Soares saat ini menjabat presiden Machine Intelligence Research Institute, organisasi nirlaba yang dikenal karena mempromosikan "AI doomerism" (pesimisme ekstrem terhadap AI), yaitu keyakinan bahwa pengembangan AI supercerdas kemungkinan besar akan berujung kepunahan manusia.
"Ini mungkin pertama kalinya kita hidup di bawah bayang-bayang seluruh umat manusia mati secara bersamaan, tapi secara personal, kita sebenarnya selalu hidup di bawah bayang-bayang wabah penyakit, bayang-bayang perang," katanya.
"Dan yang Anda lakukan adalah Anda melakukan apa yang Anda bisa, dan kemudian Anda menjalani hidup yang baik," lanjutnya. Soares menjalani hidup dengan melakukan segala hal yang ia bisa untuk mencegah kepunahan manusia akibat AI, yang mungkin bisa dihindari.
Ia mengaku memang masih ada banyak kendala dan keterbatasan bahkan pada teknologi AI termaju saat ini. Soares membandingkan kebangkitan teknologi tersebut dengan mobil yang secara bertahap menggantikan kuda.
"Kita melihat AI menjadi semakin baik dalam berbagai hal. Kita melihat mereka mampu mengerjakan tugas-tugas yang semakin panjang," ucapnya.
Soares mengklarifikasi bukan orang yang percaya kiamat pekerjaan akibat AI. "Kita akan berada pada tingkat pekerjaan penuh tepat sebelum kita semua terbunuh," katanya.
Ia menjabarkan solusi untuk mencegah kiamat AI yaitu membatasi peningkatan skala teknologi tersebut. Bagaimana AI digunakan saat ini, seperti mencoba menemukan obat kanker, tentu bukan masalah.
"Tetapi AI yang mencoba meniru dan melampaui kecerdasan manusia bukanlah apa yang kita inginkan. Kita seharusnya tidak mengincar hal itu," tegasnya.















































