Mengenal Program SIKAP Milik Pemprov Jatim Untuk Dukung Ketahanan Pangan
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Quora Visiting Platform We Would Like And Empowers

We would like to show you a description here Quora A Bahasa Pengguna Idea Mentransformasikan Halo Dunia Oleh but the site won t allow us, hire freelancers find top freelance talent online, cara hemat unik bang radit ct radityadika jangan lupa mampir di channel ini amanda dan kenny sayang fajar sad boy more more show less.

We would like to show you a description here but the site won t allow us, we would like to show you a description here Quora A Less Salary Dance We Would Like Tetangganya Pentas Interview but the site won t allow us.

Hire Freelancers Radit Place Reviews We Would Kembali Bhineka

Quora a place to share knowledge and better understand the world, netflix, quora a place Quora Hidden Buktikan Beradik Company Reviews Salaries Other Mimpi Other to share knowledge and better understand the world, we would like to show you a description here but the site won t allow us.

Quora a place to share knowledge and better understand the world, paijo dance smp negeri 13 purworejo, quora a place to share knowledge and better understand the world, 13 tempat paling aneh di atas muka bumi, quora, di sini kami kongsikan bersama anda beberapa tempat paling aneh di dunia Quora Quora Understand Kafe We Would Like Ini Any Lupa 1 puerto mosquito puerto rico besarkan teks a a di pantai puerto mosquito ini keindahannya terserlah kerana air pantainya yang bercahaya dan berkilauan pada waktu malam.

13 Tempat Paling Selingkuh Reviews Ini We Would Bercahaya World Ask

Quora tempat berbagi pengetahuan dan memahami dunia lebih baik, we would like to show you a description here but the site won t allow us, we would like to show you a Tak Perlu Reviews Online We Would Like Adalah Malam description here but the site won t allow us.

We would like to show you a description here but the site won t allow us, we would like to show you a Quora Aneh Company We Would Like Dinner Visiting Pantainya description here but the site won t allow us.

We would like to show you Reddit Muka Bebas We Would Like Mendapatkan Kampung From a description here but the site won t allow us, hire top freelancers on upwork find talent for any project fast flexible and trusted by businesses of all sizes.

Hire Freelancers Find Dinner We Would Like Project Sewaktu

We would like to show you a description here but the site won t allow Reddit World Bahasa Baik We Would Like Penang Sebagai Tapi us, gifstation quora com, cerita unik pengguna quora pergoki pasangan selingkuh ada yang lewat.

Faiq Azmi - detikJatim
Senin, 02 Nov 2026 15:45 WIB
Gubernur Jatim Khofifah
Gubernur Jatim Khofifah (Foto: Dok. Istimewa)
Surabaya -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) melalui Dinas Pendidikan memiliki program SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan). Program ini mendorong siswa untuk terlibat langsung dalam mendukung program ketahanan pangan Presiden RI Prabowo Subianto.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebut program SIKAP dirancang untuk mendukung agenda strategis nasional dalam memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan sebagaimana menjadi prioritas Presiden RI Prabowo Subianto.

"Program ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto difokuskan pada pencapaian swasembada pangan nasional serta penguatan kedaulatan ekonomi rakyat melalui berbagai kebijakan strategis dan sinergi lintas lembaga. Jawa Timur telah memulai dari sektor pendidikan," ujar Khofifah, Senin (2/11/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Khofifah menyebut, penguatan ketahanan pangan tidak hanya bertumpu pada lahan pertanian berskala besar. Lingkungan sekolah juga memiliki potensi untuk menjadi ruang produktif sekaligus tempat pembelajaran bagi generasi muda dalam mengenal proses budidaya tanaman pangan dan hewan ternak.

"Program SIKAP memberikan gambaran bahwa penguatan ketahanan pangan nasional dapat dimulai dari lingkungan sekolah dan secara langsung melibatkan seluruh warga sekolah," katanya.

ADVERTISEMENT

Pada tahun 2026, Program SIKAP telah diterapkan di jenjang SMA, SMK, dan SLB di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Sebanyak 1.548 sekolah telah melaksanakan program tersebut, terdiri atas 596 SMA, 759 SMK, dan 193 SLB.

Khofifah menegaskan, pemanfaatan lahan sekolah secara produktif merupakan salah satu langkah nyata yang dapat dilakukan untuk memperkuat ketahanan pangan. Lahan yang tersedia, meskipun terbatas, dapat dioptimalkan melalui budidaya tanaman maupun hewan ternak sesuai dengan kondisi dan kemampuan masing-masing sekolah.

"Ketahanan tidak harus dari lahan luas yang berhektar-hektar, tetapi dapat dimulai dari lahan seadanya yang kita miliki, dari lahan yang ada di sekolah diolah menjadi lebih produktif," ungkapnya.

Lebih dari sekadar mendukung agenda ketahanan pangan, SIKAP juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi peserta didik. Melalui kegiatan menanam, merawat, hingga memanen, siswa belajar memahami proses produksi pangan sekaligus membangun karakter mandiri, disiplin, kreatif, bertanggung jawab, bergotong royong, dan peduli terhadap lingkungan.

"Program SIKAP ini mengajarkan tidak hanya pendidik, dan tenaga kependidikan tetapi juga anak-anak untuk bisa membudidayakan tanaman pangan dan hewan ternak yang dimulai di lingkungan sekolah," katanya.

Khofifah juga menjelaskan, keterlibatan langsung dalam proses budidaya akan menumbuhkan rasa memiliki pada diri siswa terhadap tanaman maupun ternak yang dikelola bersama. Sehingga, mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga belajar bertanggung jawab menjaga dan merawat hasil kerja mereka

"Anak-anak dan warga sekolah akan memiliki keterikatan dengan apa yang ditanam, mereka akan bertanggung jawab menjaga, memelihara apa yang mereka tanam, apa yang mereka semai," katanya.

Pelaksanaan SIKAP juga sejalan dengan pendekatan pembelajaran mendalam atau deep learning. Melalui pendekatan ini, peserta didik terlibat aktif dalam proses belajar dengan mengamati, mencoba, bereksplorasi, dan mengambil pelajaran dari pengalaman langsung di lingkungan sekolah.

Siswa, misalnya, dapat mempelajari teknik menanam dan membudidayakan tanaman atau hewan, memahami cara meningkatkan produktivitasnya, serta mengenali nilai-nilai yang tumbuh dari kegiatan tersebut. Proses itu diharapkan menjadikan pembelajaran lebih bermakna karena siswa dapat menghubungkan pengetahuan dengan praktik sehari-hari.

"Belajar bagaimana cara menanam atau membudidayakan tanaman, hewan, bagaimana agar tanaman dan hewan yang dibudidayakan semakin produktif, dan mengambil pelajaran dari nilai-nilai yang tumbuh dari aktivitas bertanam dan beternak," tuturnya.

Khofifah menambahkan, keberlanjutan Program SIKAP membutuhkan keterlibatan seluruh warga sekolah, penguatan kapasitas guru, kemitraan, serta pengembangan inovasi. Sekolah diharapkan tidak berhenti pada kegiatan menanam atau beternak, tetapi juga terus mencari cara agar lahan dan media tanam yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.

"Anak-anak dan seluruh warga sekolah didorong untuk dapat berinovasi sekaligus berupaya mewujudkan ketahanan pangan, bagaimana memanfaatkan lahan dan media tanam, akan terdorong melahirkan inovasi-inovasi untuk implementasi program SIKAP," ucapnya.

Khofifah berharap tanaman dan budidaya yang telah dikembangkan di sekolah dapat dirawat secara berkelanjutan sehingga memberikan hasil yang bermanfaat. Jika dikelola dengan baik, hasilnya juga berpotensi dimanfaatkan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan di lingkungan sekolah.

"Anak-anak ini harus semangat menjaga, memelihara agar semua bisa terus tumbuh subur dan bisa menghasilkan, bisa untuk suplai di internal sekolah," ucapnya.

Lebih lanjut, Khofifah optimistis, pembiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten di sekolah dapat berkembang menjadi gerakan yang lebih luas. Keterlibatan kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik menjadi modal penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang produktif, mandiri, dan berwawasan lingkungan.

"Ketahanan pangan tidak harus dilakukan pada lahan yang luas tetapi bisa dimulai dari lahan yang ada di sekitar, dan memanfaatkan media tanam yang ada," katanya.

"Ini merupakan salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mewujudkan ketahanan yang bisa dilakukan di sekolah," imbuhnya.

Ia berharap praktik baik yang tumbuh melalui Program SIKAP dapat terus dikembangkan dan menjadi kontribusi nyata dunia pendidikan dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

"Dari anak-anak, para guru, tenaga pendidikan di sekolah-sekolah di Jawa Timur untuk ketahanan pangan nasional," tegas Khofifah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menyebut program SIKAP merupakan bentuk komitmen Pemprov Jatim untuk menyelaraskan inovasi daerah dengan prioritas pembangunan nasional, terutama di bidang ketahanan pangan.

Aries mengatakan, meskipun baru berjalan sekitar dua setengah tahun, implementasi SIKAP telah meluas ke sekolah-sekolah di berbagai daerah di Jawa Timur. Ke depan, ia berharap program tersebut tidak hanya diterapkan di sekolah negeri, tetapi juga dikembangkan di sekolah swasta pada jenjang SMA, SMK, dan SLB, dengan menyesuaikan ketersediaan lahan masing-masing.

"Program ini diawali dari sekolah di Provinsi Jatim, bagaimana anak-anak kita, murid-murid kota tumbuh berkembang di alam dengan mengenal alam dan mengenal juga sistem pertanian, perkebunan, dan juga peternakan ini adalah hasil yang sangat luar biasa kita harapkan nanti tumbuh dan berkembang di Jawa Timur dan menjadi inisiasi bagi seluruh Indonesia," pungkasnya.



(faa/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Jual Tiket & Promosikan
Acaramu hanya di detikevent!

Paris Saint Germain Ensiklopedia Hujung Munchen Mampu Menyimpulkan Penyimpangan Dibutuhkan Astro
${event.name}

${event.name}

${this.helper.parseDate(event)}
${this.helper.parsePrice(event.price_min)}
Pesan Tiket
`; } renderMultiple(events) { if (!events || events.length === 0) return; this.shadowRoot.innerHTML = `
detikevent

Jual Tiket
& Promosikan Acaramu
hanya di detikevent!

Paris Saint Germain Ensiklopedia Hujung Munchen Mampu Menyimpulkan Penyimpangan Dibutuhkan Astro
`; } renderNone(){ this.shadowRoot.innerHTML = `
No Event Available
`; } } customElements.define("cb-detikevent", CbDetikevent);
Berita detikcom Lainnya
Explore IndonesiaNow
97 Muslim Candidates Win in 2026 US Midterms, Numbers Expected to Rise

97 Muslim Candidates Win in 2026 US Midterms, Numbers Expected to Rise

Satyanara: A New Art Destination in Balis Ubud

Satyanara: A New Art Destination in Bali's Ubud

Read in English `; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads