Mobil hybrid mulai banyak digunakan konsumen Indonesia. Selain lebih bertenaga, mobil hybrid menawarkan efisiensi bahan bakar lantaran pakai kombinasi mesin bensin, baterai, dan motor listrik. Lalu bagaimanakah perawatannya?
Dijelaskan Auto2000 dalam keterangan resminya, perawatan mobil hybrid tetap punya sejumlah kesamaan dengan mobil bermesin bensin. Komponen seperti oli mesin, filter, busi, sistem pengereman, hingga kaki-kaki tetap butuh pemeriksaan berkala. Bedanya, mobil hybrid juga memiliki komponen elektrifikasi, termasuk baterai tegangan tinggi dan sistem pendinginnya, yang perlu diperhatikan.
1. Oli dan Cairan Mesin Bensin
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski memiliki motor listrik, mobil hybrid tetap menggunakan mesin bensin yang membutuhkan pelumasan untuk mengurangi gesekan dan melindungi komponen bergerak di dalamnya. Karena itu, penggantian oli mesin harus dilakukan sesuai jadwal perawatan yang direkomendasikan pabrikan.
Selain oli mesin, perhatikan pula kondisi cairan kendaraan lainnya, seperti engine coolant untuk menjaga temperatur kerja mesin dan brake fluid yang berperan dalam sistem pengereman. Pastikan seluruh cairan berada pada kondisi dan volume sesuai rekomendasi pabrikan.
2. Filter Mesin Bensin
Filter udara, filter oli, dan filter bahan bakar memiliki fungsi penting dalam menjaga kebersihan serta mendukung kinerja mesin bensin.
Filter udara membantu menyaring debu dan kotoran agar tidak masuk ke ruang pembakaran. Sementara itu, filter oli menyaring kontaminan dalam pelumas dan filter bahan bakar membantu menjaga kebersihan bensin sebelum dialirkan ke sistem pembakaran.
Kondisi filter perlu diperiksa secara berkala dan diganti sesuai jadwal perawatan. Terlebih ketika kendaraan sering digunakan di lingkungan berdebu atau dengan kondisi jalan yang kurang bersih.
3. Kaki-Kaki
Kenyamanan dan keselamatan berkendara tidak hanya ditentukan oleh mesin dan sistem elektrifikasi. Komponen kaki-kaki seperti sistem kemudi, suspensi, dan rem juga perlu mendapatkan perhatian.
Pemeriksaan berkala diperlukan untuk memastikan seluruh komponen tersebut bekerja optimal. Jika muncul gejala seperti bunyi tidak normal, getaran berlebih, atau perubahan respons kemudi dan pengereman, segera lakukan pemeriksaan di bengkel.
4. Gunakan Bensin Sesuai Rekomendasi Pabrikan
Pemilihan bahan bakar yang tepat turut berperan dalam menjaga performa dan efisiensi mesin bensin pada mobil hybrid.
Pastikan menggunakan bahan bakar dengan spesifikasi dan angka oktan sesuai rekomendasi pabrikan untuk masing-masing model kendaraan. Penggunaan bahan bakar yang sesuai membantu mendukung proses pembakaran yang optimal sekaligus menjaga kinerja mesin dalam jangka panjang.
Toyota Hybrid. Foto: Doc. Toyota |
5. Ban Mobil
Ban menjadi satu-satunya komponen kendaraan yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. Karena itu, kondisinya berpengaruh terhadap kenyamanan, keselamatan, dan efisiensi berkendara.
Pastikan tekanan angin ban sesuai rekomendasi pabrikan. Tekanan yang terlalu rendah dapat meningkatkan hambatan gulir sehingga kendaraan membutuhkan energi lebih besar untuk bergerak.
Selain itu, periksa ketebalan telapak ban dan kondisi dinding ban. Segera lakukan penggantian apabila ditemukan keausan yang sudah melewati batas atau kerusakan seperti benjolan dan retakan.
6. Busi Mesin Bensin
Busi berfungsi menghasilkan percikan api untuk membakar campuran udara dan bahan bakar di dalam ruang bakar mesin bensin.
Kondisi busi yang menurun dapat memengaruhi kualitas pembakaran dan kinerja mesin. Beberapa gejala yang mungkin muncul antara lain mesin terasa kurang responsif, putaran mesin tidak stabil, atau konsumsi bahan bakar menjadi kurang efisien.
Untuk menjaga performa mesin, lakukan pemeriksaan dan penggantian busi sesuai jadwal perawatan yang ditentukan pabrikan.
7. Aki Kecil atau Baterai Tegangan Rendah
Selain baterai tegangan tinggi sebagai bagian dari sistem hybrid, mobil hybrid pabrikan juga menggunakan aki atau baterai tegangan rendah untuk mendukung sistem kelistrikan kendaraan.
Kondisi aki kecil yang lemah dapat menyebabkan sistem kendaraan tidak dapat diaktifkan secara normal. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kondisinya adalah kendaraan yang terlalu lama tidak digunakan.
Karena itu, kondisi aki kecil perlu diperiksa secara berkala, terutama jika mobil jarang digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
8. Kisi-Kisi Ventilasi Pendingin Baterai
Baterai hybrid membutuhkan pengelolaan temperatur agar dapat bekerja dalam kondisi optimal. Salah satu bagian yang mendukung proses tersebut adalah sistem ventilasi pendingin baterai.
Pada sejumlah model pabrikan Hybrid, sistem ini memanfaatkan udara dari dalam kabin yang dialirkan melalui saluran ventilasi khusus. Debu, kotoran, atau barang yang menutupi area ventilasi dapat menghambat aliran udara sehingga mempengaruhi proses pendinginan baterai.
Pastikan area ventilasi tidak tertutup barang bawaan dan bersihkan debu yang menumpuk di sekitarnya. Pemeriksaan serta pembersihan filter udara pendingin baterai sebaiknya dilakukan oleh teknisi bengkel resmi sesuai prosedur pabrikan.
9. Kabel Oranye Tegangan Tinggi
Salah satu ciri yang mudah dikenali pada mobil hybrid adalah keberadaan kabel berwarna oranye. Kabel ini merupakan bagian dari sistem kelistrikan tegangan tinggi yang menghubungkan komponen elektrifikasi kendaraan.
AutoFamily tidak perlu melakukan pemeriksaan atau perbaikan sendiri pada kabel tersebut. Hindari menyentuh, membongkar, memotong, menyambung, maupun memodifikasi jalur kabel tegangan tinggi karena dapat menimbulkan risiko sengatan listrik dan kerusakan sistem.
Apabila terdapat indikasi kerusakan atau membutuhkan pemeriksaan, serahkan penanganannya kepada teknisi yang memiliki kompetensi dan mengikuti prosedur keselamatan pabrikan.
10. Indikator Sistem Hybrid
Panel instrumen mobil hybrid pabrikan dilengkapi berbagai indikator yang memberikan informasi mengenai kondisi kendaraan, termasuk sistem hybrid.
Jika lampu peringatan terkait sistem hybrid menyala, jangan mengabaikannya meskipun kendaraan masih terasa normal saat digunakan. Indikator tersebut dapat menjadi tanda bahwa sistem membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Segera konsultasikan kondisi kendaraan ke bengkel resmi agar dapat dilakukan pemeriksaan menggunakan prosedur dan peralatan diagnosis yang sesuai standar pabrikan.
11. Baterai Tegangan Tinggi
Baterai tegangan tinggi merupakan salah satu komponen utama dalam sistem hybrid. Komponen ini berfungsi menyimpan energi listrik yang digunakan untuk mendukung kerja motor listrik.
Kondisi baterai perlu dijaga agar proses penyimpanan dan pemanfaatan energi listrik dapat berlangsung sesuai kebutuhan sistem. Apabila performanya mengalami penurunan, pengelolaan energi pada sistem hybrid dapat ikut terpengaruh.
Dalam kondisi tertentu, mesin bensin dapat bekerja lebih sering untuk mendukung kebutuhan tenaga sekaligus menjaga tingkat pengisian baterai. Hal ini berpotensi memengaruhi efisiensi bahan bakar.
Karena itu, pemeriksaan kondisi baterai tegangan tinggi perlu dilakukan secara berkala oleh teknisi yang memiliki kompetensi dalam menangani kendaraan hybrid.
12. Komponen Elektrifikasi Penting Lainnya
Selain baterai tegangan tinggi, terdapat sejumlah komponen elektrifikasi lain yang mendukung kinerja mobil hybrid pabrikan, seperti motor listrik, inverter, Power Control Unit (PCU), dan Power Split Device (PSD).
Setiap komponen memiliki fungsi berbeda dalam mengelola aliran energi dan mendukung kerja sistem hybrid. Motor listrik membantu menggerakkan kendaraan, inverter mengelola konversi energi listrik, sementara PCU dan PSD berperan dalam pengaturan kerja sistem penggerak hybrid.
Seluruh komponen tersebut merupakan bagian dari sistem yang saling terintegrasi. Oleh karena itu, pemeriksaan dan penanganannya perlu dilakukan oleh teknisi dengan kompetensi serta peralatan yang sesuai.























































