Dalam dunia kuliner, kegemaran terhadap cita rasa makanan yang kuat, pedas, hingga menantang lidah cenderung identik dengan preferensi kaum perempuan. Mulai dari camilan pedas, seblak atau bakso berkuah merah, hingga berbagai hidangan berbumbu tajam kerap menjadi pilihan utama saat mereka berkumpul atau sekadar ingin memanjakan lidah.
Di balik fenomena ini, terdapat penjelasan klinis yang menarik. Perbedaan preferensi rasa ini ternyata tidak terjadi secara kebetulan, melainkan berkaitan erat dengan faktor biologis dan siklus hormonal yang secara alami dialami oleh tubuh perempuan setiap bulannya.
Pengaruh Fluktuasi Hormon Bulanan terhadap Pola Makan
Banyak orang kerap bertanya-tanya mengenai alasan di balik perbedaan kebiasaan makan antara laki-laki dan perempuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faktanya, perempuan memiliki siklus hormonal yang dinamis, termasuk fase menstruasi bulanan yang kerap memengaruhi selera makan secara signifikan.
Dokter spesialis gizi klinik, dr Christopher Andrian, M.Gizi, SpGK, menjelaskan, dorongan kuat untuk mengemil atau mencari makanan bercita rasa khusus sangat dipengaruhi oleh ketidakseimbangan hormon yang terjadi pada fase-fase tertentu.
"Karena berhubungan sama hormonnya juga. Di mana setiap bulan kan perempuan ada siklus mens. Ngerasa ngga kalau misalnya kalau mau mens, laparnya jadi makin hebat. Pengen ngemil pedas, asin atau ngemil manis," jelas dr Christopher saat ditemui di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Peran Estrogen dan Progesteron
Lonjakan nafsu makan yang dirasakan perempuan menjelang siklus bulanan bukanlah sekadar kebiasaan psikologis semata.
Perubahan kadar hormon estrogen dan progesteron di dalam tubuh memainkan peran penting dalam memicu sensasi lapar yang lebih intens serta keinginan spesifik terhadap jenis makanan tertentu.
dr Christopher mengatakan, fenomena tersebut merupakan efek nyata dari dinamika hormonal yang secara alamiah terjadi pada tubuh perempuan.
"Itu sebenarnya karena ada efek dari estrogen atau progesteron yang imbalance pada saat fase-fase itu," tuturnya.
"Kenapa ya? Karena dia ada siklus bulanan yang membuat dia craving-nya jadi makin hebat," lanjutnya.
Simak Video "Video: Diet Khusus Atlet Bisa Ditiru Warga Biasa?"
[Gambas:Video 20detik](aur/up)



























































