Sifat hasad atau dengki dapat merusak kehidupan manusia baik di dunia dan juga di akhirat. Dalam kitab Ihya Ulumuddin karya Imam al-Ghazali disebutkan bahwa hasad merupakan akibat dari dendam yang berakar dari kemarahan. Imam Nawawi dalam Riyadhus Shalihin menjelaskan hasad adalah berangan-angan agar kenikmatan yang dimiliki orang lain hilang darinya.
Penyakit hati ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti permusuhan, keinginan mendapat validasi, kebencian, kesombongan, dan ketakutan kehilangan sesuatu yang telah dimiliki. Berbagai hal tersebut dapat memicu rasa iri terhadap nikmat yang diperoleh orang lain. Karena hasad berakar dari beragam sebab, kaum muslim perlu mengetahui bahaya sifat ini dan dampaknya bagi kehidupan.
Bahaya dan Dampak Sifat Hasad
1. Hasad Dapat Menghapus Pahala
Mengutip buku Mutiara Akhlak Tasawuf karya Sahri, Rasulullah SAW memperingatkan umatnya tentang bahaya dengki melalui sebuah hadits:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berhati-hatilah kamu dengan dengki karena dengki akan memakan semua amal kebaikan sebagaimana api memakan kayu atau rumput." (HR Abu Daud)
Lebih lanjut, Jalaluddin Rakhmat dalam bukunya Renungan Sufi mengaitkan bahaya dengki dengan hadits tentang orang yang bangkrut pada Hari Kiamat. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Rasulullah SAW bersabda:
"Tahukah kamu siapakah orang bangkrut itu?" Para Sahabat Radhiyallahu anhum menjawab, "Orang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak punya uang dan barang." Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya orang bangkrut di kalangan umatku (yaitu) orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa (pahala amalan) salat, puasa, dan zakat. Tetapi, dia juga mencaci maki si ini, menuduh si itu, memakan harta orang ini, menumpahkan darah orang ini, dan memukul orang ini. Maka, orang ini diberi sebagian kebaikan-kebaikannya dan orang ini diberi sebagian kebaikan-kebaikannya. Jika kebaikan-kebaikannya telah habis sebelum diselesaikan kewajibannya, kesalahan-kesalahan mereka diambil lalu ditimpakan padanya. Kemudian, dia dilemparkan di dalam neraka." (HR. Muslim)
2. Membuat Hati Tidak Menerima Ketentuan Allah SWT
Hakikat hasad adalah membenci takdir dan ketentuan Allah SWT. Mengutip buku 40 Pokok Agama karya Imam Al-Ghazali, orang yang dengki sejatinya bersikap pelit terhadap keluasan rahmat Allah SWT yang dilimpahkan kepada hamba-Nya.
Orang yang memiliki sifat hasad merasa Allah SWT tidak adil dalam membagikan rezeki dan nikmat kepada hamba-Nya. Anggapan ini dapat menggerogoti kemurnian iman. Padahal, Rasulullah SAW bersabda:
"Ridalah kamu pada pembagian yang diberikan oleh Allah kepadamu, niscaya kamu akan menjadi orang paling kaya." (HR Tirmidzi)
Allah SWT juga melarang hamba-Nya berangan-angan memiliki nikmat yang diberikan kepada orang lain. Larangan ini tercantum dalam firman-Nya pada surah An-Nisa ayat 32:
وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللّٰهُ بِهٖ بَعْضَكُمْ عَلٰى بَعْضٍ ۗ لِلرِّجَالِ نَصِيْبٌ مِّمَّا اكْتَسَبُوْا ۗ وَلِلنِّسَاۤءِ نَصِيْبٌ مِّمَّا اكْتَسَبْنَ ۗوَسْـَٔلُوا اللّٰهَ مِنْ فَضْلِهٖ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمًا
"Janganlah kamu berangan-angan (iri hati) terhadap apa yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. Bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala sesuatu."
3. Tenggelam dalam Kegelisahan dan Kesedihan
Imam Al-Ghazali menerangkan bahwa seorang pendengki tidak akan pernah selamat sekejap pun dari kegundahan dan kesedihan batin. Pasalnya, nikmat yang Allah kurniakan kepada orang lain tidak pernah berhenti mengalir.
Setiap kali saudaranya mendapatkan nikmat, hati si pendengki akan teriris dan terbakar cemburu. Berniat menimpakan kemalangan kepada musuhnya, justru kemalangan dan duka mendalam itulah yang kembali menyiksa dirinya sendiri siang dan malam.
4. Menggerogoti Kesehatan Fisik
Dampak hasad juga dapat dirasakan secara jasmani karena tekanan batin yang ditimbulkannya dapat mengganggu kesehatan fisik. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam buku Mutiara Akhlak Tasawuf:
"Orang hasad itu adalah orang yang terus-menerus sakit, meskipun tubuhnya kelihatan sehat."
Perasaan dengki yang terus dipendam dapat membuat seseorang mengalami tekanan batin berkepanjangan. Kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan dan membuat hidupnya dipenuhi kegelisahan.
Tingkatan Sifat Hasad
Masih dalam sumber yang sama dijelaskan bahwa kedengkian manusia terbagi ke dalam empat tingkatan:
- Menginginkan lenyapnya nikmat dari orang lain, sekalipun nikmat itu tidak berpindah kepada dirinya. Tingkatan ini merupakan puncak keburukan.
- Menginginkan kenikmatan orang lain lenyap lalu berpindah menjadi miliknya, seperti hasrat merebut kekuasaan, rumah megah, pasangan, atau harta orang lain.
- Menginginkan kenikmatan yang serupa, tetapi jika ia gagal meraihnya, ia berharap nikmat saudaranya lenyap agar tidak timbul jurang pemisah di antara mereka.
- Menginginkan kenikmatan serupa untuk dirinya, namun jika tidak berhasil mendapatkannya, ia sama sekali tidak membenci atau berharap nikmat itu lenyap dari saudaranya.
Wallahu a'lam.




































































