Azan menjadi seruan bagi umat Islam untuk melaksanakan salat lima waktu. Panggilan ini biasanya diiringi dengan doa sesudah azan.
Azan juga memiliki kedudukan yang mulia dalam Islam. Terkait hal ini dijelaskan dalam hadits berikut,
"Tidaklah kumandang azan yang didengar oleh jin, manusia, ataupun yang lain, kecuali semua akan menjadi saksi di hari kiamat." (HR Bukhari)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut buku Al Arba'uunal Muniiratu fil Ajuuril Kabiirati 'alal 'Amaalil Yasiirati susunan Iyadah bin Ayyub al Kubaisi terjemahan Aminul Yaqin, kemuliaan kumandang azan sampai-sampai membuat setan lari. Rasulullah SAW bersabda,
"Apabila dikumandangkan azan untuk salat, setan langsung dengan berkentut menjauh sampai menjauh sampai ia tidak mendengar suara azan." (HR Muslim)
Bacaan Doa Sesudah Azan
Diterangkan dalam Al Wajiz fi Fiqh As Sunah Sayyid Sabiq oleh Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al Faifi terjemahan Tirmidzi dkk, doa setelah azan berasal dari sahabat Rasulullah SAW yaitu Jabir bin Abdullah RA. Berikut bacaannya sebagaimana merujuk pada hadits riwayat Imam Bukhari.
اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ اِنَكَ لاَ تُخْلِفُ اْلمِيْعَاد
Allāhumma rabba hādzihid-da'watit-tāmmah, wash-shalātil-qā'imah, āti muhammadanil-wasīlata wal-fadlīlah, wab'ath-hu maqāaman mahmūdan-alladzī wa'adtah, innaka lā tukhliful-mī'ād
Artinya: "Ya Allah, Tuhan yang memiliki panggilan ini, yang sempurna dan memiliki salat yang didirikan. Berilah Nabi Muhammad wasilah dan keutamaan, serta kemuliaan dan derajat yang tinggi, dan angkatlah dia ke tempat yang terpuji sebagaimana yang Engkau telah janjikan." (HR Bukhari)
Apakah Doa Sesudah Azan Wajib Dibaca?
Mengacu pada sumber yang sama, mengamalkan doa sesudah azan hukumnya sunnah muakkad atau dianjurkan. Meski tidak wajib, mengamalkannya adalah hal utama, terlebih waktu di antara azan dan ikamah jadi salah satu yang mustajab.
Nabi Muhammad SAW bersabda, "Sesungguhnya doa yang tidak tertolak adalah doa antara azan dan ikamah, maka berdoalah pada saat itu." (HR Ahmad)
Bacaan Tambahan pada Doa Setelah Azan Subuh dan Maghrib
Terdapat bacaan tambahan pada doa setelah azan Subuh dan Maghrib. Untuk azan Subuh, bacaannya sebagai berikut,
اللهم هَذَا إِقْبَالُ نَهَارِكَ وَإِدْبَارُ لَيْلِكَ وَأَصْوَاتُ دُعَاتِكَ فاغْفِرْ لِي
Allahumma hadza iqbaalu nahaarika wa idbaaru lailika wa ashwaatu du'atika faghfir lii
Artinya: "Ya Allah, ini adalah (saat) datangnya siang-Mu, dan perginya malam-Mu, dan terdengarnya doa-doa untuk-Mu, maka ampunilah aku."
Sementara itu bacaan tambahan setelah azan Magrib sebagai berikut:
اللّٰهُمَّ هَذَا إِقْبَالُ لَيْلِكَ وإدْبَارُ نَهَارِكَ وَأَصْوَاتُ دُعَاتِكَ فَاغْفِرْ ليْ
Allahumma hadza iqbalu lailika wa idbaru naharika wa ashwatu du'aika faghfir lii.
Artinya: "Ya Allah, ini menjelang datang malam-Mu, dan telah berlalu siang-Mu, telah diserukan seruan-Mu, maka ampunilah aku."
Adab Setelah Azan Berkumandang
Menurut buku Adab dan Doa Sehari-hari untuk Muslim Sejati karya Thoriq Aziz Jayana, ada adab yang bisa diperhatikan muslim setelah azan berkumandang. Adab itu ialah memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Selain itu, hendaknya muslim segera pergi ke masjid untuk salat berjamaah. Keutamaan salat berjamaah dinilai lebih mulia daripada salat secara munfarid atau sendiri.




































































