Kasus obesitas pada anak kini menjadi salah satu isu kesehatan yang kian mendapat perhatian serius dari para tenaga medis.
Sering kali, orang tua tidak menyadari bahwa akar permasalahan berat badan berlebih pada anak bukan sekadar faktor genetik semata, melainkan dimulai dari kebiasaan harian yang terbentuk langsung di lingkungan rumah.
Dalam pandangan medis, anak-anak merupakan peniru ulung yang sangat bergantung pada figur terdekat mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, pola konsumsi, aktivitas fisik, hingga gaya hidup yang dicontohkan oleh orang tua sehari-hari akan menjadi cetak biru bagi kesehatan sang anak hingga dewasa.
Faktor Utama Pemicu Obesitas pada Anak
Peningkatan berat badan berlebih pada anak umumnya tidak terjadi secara instan, melainkan akumulasi dari kebiasaan kecil yang dibiarkan terus-menerus.
Dokter spesialis gizi klinik, dr Christopher Andrian, M.Gizi, SpGK, menjelaskan, terdapat beberapa pemicu utama di rumah yang secara tidak sadar sangat memengaruhi risiko obesitas pada anak.
Faktor tersebut meliputi tingginya asupan kalori dari gula sederhana (simple sugar) seperti minuman manis, cokelat, es krim, dan kue, serta minimnya aktivitas fisik atau anak yang cenderung pasif bergerak.
Selain itu, kebiasaan orang tua dalam menyediakan jenis makanan tertentu turut memegang peranan krusial.
"Yang kedua, dari lack of activity, aktivitas yang cenderung lebih rendah atau malah cenderung gak ada sama sekali. Yang ketiga, orang tua yang sebagai role model," jelas dr Christopher ketika ditemui detikcom di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Orang Tua Sebagai Role Model
Peran orang tua sebagai teladan (role model) dalam keluarga sering kali diabaikan. Jika setiap hari orang tua terbiasa mengonsumsi minuman manis dari pagi hingga malam hari, atau menunjukkan kebiasaan malas mengonsumsi makanan sehat seperti sayur, maka anak dipastikan akan meniru pola perilaku tersebut.
Oleh karena itu, dr Christopher menekankan, upaya pencegahan obesitas pada anak harus dimulai dari koreksi kebiasaan orang tua itu sendiri di rumah.
"Kalau orang tuanya setiap hari pagi bangun tidur dan minum teh manis, siang minum selalu teh manis, malam selalu minuman-minuman manis, anaknya juga pasti akan ikut," tuturnya.
"Makanya role model itu sebagai orang tua juga kenal, anak gak suka makan sayur orang tua gak makan sayur juga, ya gimana caranya supaya kita membuat anak kita jadi suka makan sayur kalau dari orang tuanya juga gak bisa, gak suka makan sayur," tegasnya.
Selain memperbaiki pola makan dan menjadi teladan yang baik di rumah, orang tua juga diimbau untuk selalu memantau tumbuh kembang anak melalui grafik pertumbuhan (growth chart) resmi.
Dengan mengenali tanda-tanda awal kenaikan berat badan yang tidak normal secara dini, pencegahan terhadap risiko komplikasi kesehatan jangka panjang dapat dilakukan secara tepat bersama tenaga medis profesional.
Simak Video "Health Corner: Kelola Obesitas Secara Aman, Waspada Produk Abal-Abal"
Free Credit Link Menjawab Web Bagi Pemula Yang Dibaca Berkongsi Akan(aur/up)

























































