Pihak bandara Jerman berhasil menggagalkan penyeludupan 3.000 ekor tarantula. Hewan liar ini disembunyikan di dalam kaus kaki kotor.
Diberitakan Guardian, Sabtu (7/11/2026) Layanan Kehutanan dan Satwa Liar Nasional (SERFOR) mengatakan, ribuan tarantula ini disita di Bandara Lima saat hendak dikirim ke Jerman. Laba-laba tersebut disembunyikan di dalam kaus kaki kotor yang dimasukkan ke dalam tiga koper milik dua warga negara Jerman dan seorang warga negara Polandia.
Keberadaan hewan-hewan tersebut terungkap setelah petugas melihat adanya gerakan mencurigakan di dalam bagasi saat pemeriksaan bea cukai rutin di Bandara Internasional Jorge Chávez.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami melihat ada yang bergerak-gerak. Ada yang berukuran kecil dan ada pula yang besar," ujar Cora Suarez, teknisi pengendalian satwa liar di SERFOR.
Menurut Suarez, satu ekor tarantula dapat dijual seharga sekitar €500 (Rp 10 jutaan) di Eropa. Ini berarti praktik perdagangan satwa liar tersebut berpotensi menghasilkan nilai hingga €1,5 juta (Rp 30 miliar) untuk satu kali pengiriman saja.
Suarez menjelaskan, tarantula-tarantula yang disembunyikan itu berasal dari berbagai wilayah di Peru. Dan kondisi saat ditemukan dalam beragam tahapan perkembangan, mulai dari telur dan anak laba-laba hingga yang sudah dewasa.
Pihak SERFOR menyatakan bahwa warga Eropa yang dituduh menyelundupkan tarantula tersebut telah ditahan oleh kepolisian yang menangani kejahatan lingkungan dan akan menghadapi proses hukum pidana.
Menurut Interpol, perdagangan ilegal satwa liar merupakan kegiatan kriminal yang sangat menguntungkan, dengan nilai perputaran uang mencapai sekitar $20 miliar per tahun di seluruh dunia. Praktik perdagangan semacam ini menjadi salah satu penyebab utama hilangnya keanekaragaman hayati.


























































