Permasalahan berat badan berlebih atau obesitas pada anak kerap kali luput dari perhatian orang tua di rumah. Sebagian besar orang tua sering menganggap bahwa anak yang terlihat gemuk adalah tanda bahwa anak tersebut sehat dan tumbuh dengan baik.
Padahal, penambahan berat badan yang tidak terkontrol pada masa pertumbuhan anak menyimpan risiko kesehatan jangka panjang yang patut diwaspadai.
Untuk mengetahui apakah berat badan si kecil masih berada dalam batas normal atau sudah masuk kategori obesitas, orang tua tidak bisa hanya mengandalkan perkiraan mata telanjang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diperlukan acuan medis yang akurat untuk memantau tumbuh kembang anak secara berkala.
Pentingnya Memantau Grafik Pertumbuhan Anak
Dalam dunia medis anak, penentuan status gizi dan berat badan harus selalu dievaluasi menggunakan grafik pertumbuhan (growth chart) resmi yang tersedia di Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) atau fasilitas pelayanan kesehatan.
Grafik ini memuat berbagai indikator penting, mulai dari indeks massa tubuh berdasarkan usia, tinggi badan menurut usia, hingga berat badan berdasarkan tinggi badan.
Dokter spesialis gizi klinik, dr Christopher Andrian, M.Gizi, SpGK, menjelaskan, setiap garis dalam grafik pertumbuhan memiliki arti klinis yang berbeda dan harus dikonsultasikan langsung kepada tenaga medis profesional.
"Kalau ngomongin anak, kita harus lihat dari growth chart-nya, karena ada grafik pertumbuhan. Kita lihat titik dia bertumbuh dari dia lahir sampai usia sekarang, ada garis hijau, garis kuning, garis merah," jelasnya saat ditemui detikcom di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Kapan Masuk Kategori Obesitas?
Pemantauan melalui grafik pertumbuhan memungkinkan orang tua untuk melihat pergerakan titik tumbuh kembang anak dari waktu ke waktu.
Jika kurva pertumbuhan anak terus meningkat secara drastis hingga melampaui batas garis yang ditentukan, maka kondisi tersebut sudah tidak lagi bisa diabaikan.
Ia menegaskan, ada batasan tegas pada grafik yang menandakan anak telah mengalami kelebihan berat badan hingga tingkat obesitas.
"Kita harus lihat, kalau menembus garis hingga melebihi dari garis merah, itu sudah dikategorikan sebagai obesitas. Grafik pertumbuhan itu ada banyak," jelasnya.
"Ada BMI (Body Mass Index) berdasarkan usia, ada tinggi badan berdasarkan usia, ada berat badan berdasarkan usia, ada berat badan berdasarkan tinggi badan," lanjutnya.
Simak Video "Health Corner: Kelola Obesitas Secara Aman, Waspada Produk Abal-Abal"
Free Credit Link Menjawab Web Bagi Pemula Yang Dibaca Berkongsi Akan(aur/up)

























































