Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut, sebanyak 74 persen kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakit tidak menular. Kondisi ini menjadi perhatian, yang mendorong penerapan Nutri-Level sebagai salah satu upaya mengedukasi konsumen dalam memilih produk pangan.
"Kalau kita lihat, 74 persen kematian di negeri ini disebabkan oleh penyakit non-infeksi, rata-rata dunia untuk penyakit non-infeksi itu cuma 69 persen. Kita 5 digit di atas (rata-rata) dunia" ujar Kepala BPOM Prof Taruna Ikrar saat ditemui detikcom di Jakarta Timur, Selasa (27/10/2026).
Taruna menyoroti konsumsi gula, garam, dan lemak berlebihan merupakan faktor risiko berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, stroke, hingga gangguan ginjal. Sejumlah penyakit tersebut menjadi perhatian karena dapat berdampak serius terhadap kesehatan dan membutuhkan penanganan jangka panjang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Taruna, upaya pencegahan perlu dilakukan melalui berbagai pendekatan, termasuk memberikan informasi yang lebih mudah dipahami konsumen ketika memilih produk pangan.
Salah satu upaya yang dilakukan BPOM adalah penerapan Nutri-Level. Sistem pelabelan ini diwajibkan pada pelaku usaha bertujuan untuk membantu konsumen mengenali kandungan gula, garam, dan lemak dalam produk pangan sehingga dapat menjadi pertimbangan saat menentukan pilihan konsumsi.
Nutri-Level Bantu Konsumen Kenali Kandungan Gizi
Taruna menjelaskan, penerapan Nutri-Level diharapkan membuat konsumen lebih memahami kandungan zat gizi pada produk yang dikonsumsi sehari-hari. Informasi tersebut juga dapat membantu konsumen menyesuaikan pilihan pangan dengan kondisi kesehatannya.
"Jadi kita berharap masyarakat kita bisa mengatur sendiri," kata Taruna.
Ia mencontohkan, konsumen yang memiliki faktor risiko diabetes dapat lebih memperhatikan konsumsi produk dengan kandungan gula tinggi. Informasi pada label diharapkan membantu konsumen mempertimbangkan jumlah konsumsi agar lebih sesuai dengan kebutuhan.
"Misalnya kalau dia sudah ada tanda-tanda menderita penyakit hipertensi atau prediabetes, dia bisa mengatur sendiri," tuturnya.
Ia menegaskan, pengendalian penyakit tidak menular perlu mendapat perhatian karena penyakit kronis dapat membutuhkan penanganan jangka panjang dan menimbulkan beban pembiayaan kesehatan.
Penerapan Nutri-Level diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan melalui peningkatan pemahaman konsumen terhadap kandungan gizi produk pangan. Pelabelan gizi ini perlu berjalan beriringan dengan pola makan seimbang dan gaya hidup sehat untuk membantu mengendalikan risiko penyakit tidak menular.

























































