Laga antara Baturetno FC melawan Mataram Utama di babak 6 besar Piala Soeratin U-13 regional DIY diwarnai dengan insiden 'tendangan kungfu'. Kedua tim melakukan mediasi dan berakhir damai.
Sekretaris Umum Asprov PSSI DIY, Wendy Umar Seno Aji, menyampaikan pertemuan tersebut telah digelar hari ini. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak melakukan mediasi dan mencapai kesepakatan untuk saling memaafkan.
"Tadi pagi sudah dilakukan mediasi dari dua tim, baik Mataram Utama maupun Baturetno, dan sudah menemukan kata mufakat untuk bisa saling memaafkan dan membangun sepak bola yang positif ke depannya," ujar Wendy saat jumpa pers di kantor Asprov PSSI DIY, Kota Jogja, Sabtu (22/8).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wendy menegaskan penanganan kasus tersebut tidak semata-mata berorientasi pada hukuman. Sebab, Piala Soeratin U-13 merupakan kompetisi pembinaan pemain usia muda.
"Case-nya adalah pada saat di kelompok usia ini tidak bisa diperlakukan hukuman seperti itu. Ya, karena ini sifatnya adalah di kelompok umur, masih proses pembinaan," lanjutnya.
Wendy menambahkan, Asprov PSSI DIY juga memberikan pendampingan kepada kedua pemain yang terlibat dalam insiden tersebut. Pemain Baturetno, Adskhan Jarrar Fauzy, yang menjadi korban sempat menjalani pemeriksaan di rumah sakit setelah mengalami pusing dan mual dalam perjalanan pulang dari pertandingan.
"Setelah kejadian masih bisa main lagi, pulang dari stadion. Makanya kami setelah kejadian saya koordinasi. Setelah saya cross-check dengan pelatih kepalanya, ternyata setelah pulang, perjalanan pulang terasa mual, agak pusing, nah akhirnya mereka memutuskan untuk melakukan perawatan lebih intensif lagi ke rumah sakit," ujarnya.
"Hari ini sudah bisa kembali ke rumah, hasil observasinya juga sudah dinyatakan baik. Mudah-mudahan nantinya proses pemulihannya bisa berjalan lancar dan bisa kembali bergabung bersama tim Baturetno," tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, Insiden keras bak tendangan kungfu mewarnai laga antara Baturetno FC vs Mataram United di Piala Soeratin U-13 DIY viral di media sosial. Asosiasi Sepakbola Provinsi (Asprov) PSSI DIY buka suara terkait hal itu.
Insiden tersebut terjadi di laga Baturetno FC vs Mataram United digelar di Stadion Dwi Windu, Bantul pada Kamis (20/8) sore.
Dalam unggahan video yang viral, terlihat pemain Mataram United, Firmansyah Purbo Wicaksono, dari Mataram menganakan jersey gelap menendang kapten Baturetno, Adskhan Jarrar Fauzy hingga tersungkur di lapangan. Kejadian ini terjadi di menit ke-66.

































































