Insiden keras bak tendangan kungfu terjadi di babak 6 besar Piala Soeratin U-13 regional DIY yang mempertemukan Mataram Utama vs Baturetno FC. Pemain Mataram Utama, Firmansyah Purbo Wicaksono, yang melakukan tendangan tersebut disanksi larangan bermain hingga kompetisi usai.
Hal itu diungkapkan Panitia Disiplin Asprov PSSI DIY, Ediyanto. Merujuk pada Kode Disiplin Tahun 2025 pasal 48 jo pasal 49 dan pasal 78, menyatakan bahwa Firmansyah dikenakan sanksi larangan bermain dan denda Rp 10 juta.
"Menunjuk pada Kode Disiplin Tahun 2025 Pasal 48 juncto Pasal 48 dan Pasal 78, menyatakan bahwa pemain Mataram Utama FC U-13 nomor punggung 17 atas nama Firmansyah Purbo Wicaksono dikenakan sanksi larangan bermain sampai dengan kompetisi Piala Soeratin Tahun 2026 berakhir atau selesai," ujar Ediyanto saat jumpa pers di kantor Asprov PSSI DIY, Kota Jogja, Sabtu (22/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ediyanto melanjutkan, sanksi tersebut juga berlaku apabila Mataram Utama FC lolos ke putaran nasional. Firmansyah tetap tidak diperbolehkan memperkuat timnya di kompetisi tersebut.
"Pengulangan terhadap pelanggaran di atas akan berakibat terhadap sanksi yang lebih berat. Jadi ini tiga keputusan yang kami buat dan tentunya ini semoga menjadi pelajaran bagi semua tim, khususnya pada baik itu pemain, official, atau perangkat pertandingan agar pertandingan-pertandingan selanjutnya bisa berjalan dengan baik, dengan lancar, menjunjung tinggi sportivitas," tuturnya.
Lebih lanjut, Ediyanto menyebut tim dan pemain juga tak bisa mengajukan banding terkait dengan hukuman tersebut.
"Saya kira itu dari kami, dan untuk banding, terhadap keputusan ini tidak dapat diajukan banding, sesuai dengan pasal 117 Kode Disiplin Tahun 2025," pungkasnya.
Tendangan Kungfu Warnai Piala Soeratin U-13 DIY
Diberitakan sebelumnya, Insiden keras bak tendangan kungfu mewarnai laga antara Baturetno FC vs Mataram United di Piala Soeratin U-13 DIY viral di media sosial. Asosiasi Sepakbola Provinsi (Asprov) PSSI DIY buka suara terkait hal itu.
Insiden tersebut terjadi di laga Baturetno FC vs Mataram United digelar di Stadion Dwi Windu, Bantul pada Kamis (20/8) sore.
Dalam unggahan video yang viral, terlihat pemain Mataram United, Firmansyah Purbo Wicaksono, dari Mataram menganakan jersey gelap menendang kapten Baturetno, Adskhan Jarrar Fauzy hingga tersungkur di lapangan. Kejadian ini terjadi di menit ke-66.
Menanghapi hal itu, Sekretaris Asprov PSSI DIY, Wendy Umar Seno Aji mengatakan pihaknya langsung mengumpulkan berbagai bukti terkait insiden tersebut. Mulai dari dokumentasi foto dan video, laporan pengawas pertandingan, hingga informasi dari pihak Baturetno FC.
"Yang kita ketahui sekarang ramai di media sosial. Kemarin, mulai kemarin sore, kami dari PSSI DIY berusaha untuk mencari dokumen lampiran-lampiran berkaitan dengan kejadian tersebut, baik dokumentasi foto, dokumentasi video, laporan pengawas pertandingan, dan juga informasi-informasi lainnya dari pelatih Baturetno dan yang lain-lain," kata Wendy saat dihunungi, Jumat (21/8/2026).
Di sisi lain, Wendy bilang, PSSI DIY juga terus memantau kondisi Azkhan. Pemain tersebut sempat melanjutkan pertandingan hingga selesai setelah insiden pada menit ke-66.
"Setelah menit ke-66 itu, kejadian benturan itu, si Ananda Adskhan ini dari Baturetno masih bisa melanjutkan pertandingan sampai dengan selesai," ujarnya.
"Dia melakukan CT scan berkaitan dengan gejala yang dialami. Hasil CT scan hari ini sudah keluar, hasilnya baik. Namun, Ananda Adskhan ini masih harus menjalani observasi satu hari ke depan," jelasnya.

































































