Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menerima anugerah sebagai Kampus Penggerak Ekosistem Akademik Internasional pada penghargaan detikJateng-detikJogja Awards 2026.
Penghargaan diberikan oleh Kepala Biro detikJateng-Jogja, Sukma Indah Permana, dan diterima oleh Sekretaris UMY, Bachtiar Dwi Kurniawan.
"Ini merupakan rekognisi yang diberikan kepada kami sebagai bukti bahwa kami memiliki dengan kerja dan peran nyata dalam meningkatkan sumber daya manusia, kualitas, termasuk pendidikan kita," kata Bachtiar di Nusantara Ballroom, KEK Industropolis Batang, Jumat (23/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun mengapresiasi dan berterima kasih kepada detikJateng dan detikJogja atas penghargaan yang diberikan.
"Mudah-mudahan UMY semakin berperan nyata untuk melanjutkan anak-anak bangsa kita supaya menjadi manusia yang cerdas," harapnya
"Kita berharap nanti semakin baik ke depannya, semakin maju dan kita bisa bersinergi berkolaborasi di dalam membawa nama baik bangsa dan negara," sambungnya.
Penghargaan ini selaras dengan UMY yang terus memperkuat posisinya sebagai kampus berdaya saing global. Dalam QS World University Rankings 2027, UMY meraih peringkat pertama di Indonesia untuk indikator Rasio Dosen Internasional, sekaligus menempati peringkat ke-240 dunia pada indikator tersebut.
UMY juga mencatat peningkatan signifikan dalam jaringan riset internasional dan reputasi lulusan di pasar kerja global. Didukung ekosistem akademik yang inklusif, fasilitas terpadu, serta kemitraan internasional, UMY berkomitmen menghadirkan pendidikan berwawasan global.
Melalui semangat Muda Mendunia, UMY mendorong generasi muda untuk aktif berkarya, berinovasi, dan berkontribusi di tingkat internasional.
Adapun, detikJateng-detikJogja Awards merupakan forum penghargaan bagi tokoh-tokoh yang berkontribusi di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti sejumlah tokoh, mulai dari kepala daerah, pemangku kepentingan (stakeholder), hingga pengusaha yang berperan dalam pembangunan Jawa Tengah, akan menerima penghargaan.
Tahun ini, kegiatan mengangkat tema 'Jawa Tengah Gerbang Investasi Indonesia: Sinergi Pemerintah, Investor, dan Kawasan Industri Menuju Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan'. Tak hanya pemberian penghargaan, acara ini juga menghadirkan Forum Investasi Jawa Tengah. Banyak data yang dibuka terkait peluang investasi di Jawa Tengah.
Wakil Ketua 2 Tim Pelaksana Dewan KEK Budi Santoso mewakili Wamenko Perekonomian Dradjad Hari Wibowo, dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi hadir sebagai pembicara. Selain itu, Kapolda Jateng Irjen Roy Hardi Siahaan dan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Sudaryanto juga hadir sebagai narasumber tamu.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga terus mendorong berbagai kebijakan untuk meningkatkan daya tarik investasi. Hasilnya, realisasi investasi Jateng mencapai Rp 88,50 triliun sepanjang 2025.
Angka tersebut meningkat 28 persen dibandingkan realisasi pada tahun sebelumnya. Investasi yang masuk ke Jawa Tengah selama 2025 itu juga mampu menyerap sekitar 326 ribu tenaga kerja.

































































