Mantan kapten PSIM Jogja, Reva Adi Utama, menyoroti kondisi Laskar Mataram yang kini tengah berjuang keluar dari zona degradasi. Pemain yang saat ini membela Borneo FC itu berharap PSIM bisa menemukan sosok pelatih yang tepat untuk membawa tim bangkit.
"Karena memang melihat di musim kemarin, alhamdulillah saya juga ada di situ. Kita bisa menghasilkan 30 poin di putaran pertama, terus musim ini mungkin ada hasil yang kurang baik bagi PSIM," tutur Reva kepada wartawan, Kamis (29/10/2026).
Meski demikian, Reva berharap PSIM bisa segera memperbaiki hasil pertandingan. Dia juga menyoroti pentingnya sosok pelatih yang mampu memimpin dan memahami kebutuhan tim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semoga PSIM bisa meraih hasil maksimal setelah lawan Borneo. Terus semoga dia dapat pelatih yang bagus yang bisa jadi leader, yang bisa jadi pengayom buat tim, apalagi untuk lokal, yang bisa mengerti apa yang mau untuk tim," katanya.
"Jadi, saya harap PSIM bisa menemukan sosok yang pas untuk bisa menaklukkan PSIM di musim ini," tegasnya.
Reva akan kembali ke Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, untuk menghadapi PSIM pada akhir pekan nanti. Namun, kali ini dia datang sebagai lawan bersama Borneo FC.
Menjelang pertandingan tersebut, Reva mengaku timnya dalam kepercayaan diri tinggi setelah meraih hasil positif. Dia berharap Borneo FC bisa membawa pulang tiga poin dari kandang PSIM.
"Alhamdulillah persiapan sangat baik, apalagi dengan hasil yang positif pada hari ini. Jadi, saya rasa tim sangat percaya diri, ada kepercayaan diri untuk bisa menghadapi PSIM nanti. Semoga tiga poin kita bisa ambil nanti di Bantul," ungkapnya.
Meski akan menghadapi mantan timnya, bek berusia 30 tahun itu menegaskan dirinya tetap profesional. Dia menyebut saat ini fokusnya adalah memberikan kemampuan terbaik untuk Borneo FC.
"Ya, namanya profesional ya. Jadi, saya harus tetap 100 persen. Sekarang saya di Borneo, jadi tidak ada keragu-raguan. Ya, kemarin saya di PSIM, tapi sekarang di Borneo ya saya harus 100 persen untuk Borneo," pungkasnya.
Sebelumnya, manajemen PSIM Jogja resmi memecat pelatih kepala, Jean Paul van Gastel, usai kekalahan bertubi-tubi di Super League 2026/2027. PSIM kini memburu pelatih baru sebagai juru taktik Laskar Mataram.
"Pencarian pelatih baru sudah kami mulai. Ada standar dan kriteria yang telah kami tentukan untuk mencari profil juru taktik baru," ungkap Manajer PSIM Jogja, Iksan Mahar, kepada detikJogja melalui pesan singkat, Minggu (18/10).
Iksan masih menutup rapat soal sosok maupun kriteria pelatih yang diburu PSIM. Namun, disebutkan manajemen tak mau buru-buru mengambil keputusan pengganti Gastel. Saat ini PSIM telah menunjuk Guntur Cahyo Utomo sebagai pelatih caretaker sementara.
"Aturan karteker hanya satu bulan, tetapi kami tidak ingin tergesa-gesa karena pencarian pelatih baru perlu dilakukan dengan matang agar tujuan untuk menghadirkan performa tim lebih baik bisa tercapai," terangnya.
Sebagai informasi, keputusan pemecatan Gastel disampaikan Direktur Utama PSIM Yuliana Tasno pada Sabtu (17/10). Pemecatan ini mempertimbangkan prestasi buruk PSIM usai kalah empat kali beruntun di Super League 2026/2027.
"Saya dan PSIM memutuskan mengakhiri kerjasama dengan coach JP Van Gastel," kata Liana saat jumpa pers, Sabtu (17/10).
Dalam lima laga terakhir, PSIM hanya mencatat satu kali imbang, sedangkan sisanya kalah. Teranyar, PSIM kembali menelan kekalahan dalam laga melawan tamunya PSM, Jumat (16/10).
































































