Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, mengatakan 116 orang mengalami luka buntut aksi massa yang memanas di kawasan Malioboro, Kota Jogja, Rabu (28/10/2026) malam. Mereka terdiri dari peserta aksi, aparat, hingga warga sekitar.
"Jumlahnya baik yang tidak mondok maupun mondok itu 116 (orang). Ya, yang sebanyak itu campur termasuk yang (aparat) sama yang sipil ini ya," jelas Hasto saat menjenguk korban luka di RS Bethesda, Kamis (29/10/2026).
"Yang mondok itu jumlahnya kalau di sini (Bethesda) 7, di Panti Rapih 3, Kemudian di Rumah Sakit Bhayangkara tinggal 3 itu yang rawat inap. PKU yang mondok nggak ada ya. Jadi yang sampai hari ini yang mondok jadinya 13," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di RS Bethesda, lanjut Hasto, terdapat korban luka yang harus dioperasi lantaran luka yang dialami. "Yang perlu operasi, karena ada fraktur terbuka yang satu, ini juga jam 3 udah operasi, berarti kan termasuk cepat untuk dilakukan operasi. Tadi ada juga yang hidungnya itu perlu direposisi, ya juga direncanakan besok juga reposisi," paparnya.
Dari 7 orang yang dirawat inap di RS Bethesda, kata Hasto, 6 di antaranya anggota kepolisan. Sementara untuk satu orang lainnya adalah warga sipil namun bukan peserta aksi.
"Kalau menurut pengakuan, dia menjadi bagian yang salah sasaran mungkin ya. Karena dia ndak tahu, dia cuma nonton itu. Kemudian tiba-tiba ada orang yang nangkap dia dan kemudian dia dipukul, gitu," ujar Hasto.
"Ya namanya kondisi sudah agak chaos di malam itu, saya kira antara lawan dan kawan itu sudah tidak begitu jelas, gitu ya. Sehingga kemungkinan dia itu menjadi korban salah sasaran," ungkapnya.
Di sisi lain, Hasto memastikan, bagi korban luka yang dirawat inap akan mendapat bantuan pembiayaan dari pemerintah. "Bu Kepala Dinas Kesehatan saya minta untuk nanti memilah. Jadi mana yang sudah ter-cover oleh sistem yang ada, biasanya ada juga yang tidak ter-cover oleh sistem yang ada gitu. Kalau belum ter-cover dengan sistem yang ada kan kita harus bertanggung jawab gitu," terangnya.
"Saya kira itu yang sejak tadi pagi saya diskusikan dengan Pak Sekda gitu. Saya sudah bicara ini harus kita bisa meng-cover. Karena tidak semua itu bisa di-cover dengan sistem yang ada kadang-kadang begitu," imbuh Hasto.
Sementara, Direktur Utama (Dirut) RS Bethesda Yogyakarta Edy Wibowo menjelaskan selain 7 pasien rawat inap, total ada 33 korban yang rawat jalan di RS Bethesda
"Jadi yang rawat jalan 33 pasien, terus yang rawat inap tadi ada 7 ini. Jadi semuanya ada 40 ya. Jadi ada beberapa level kesakitan, kebanyakan sih luka fraktur ya. Ya luka robek, luka itu lebam, seperti itu," papar Edy.
"Yang (terparah) itu tadi yang jam 3 sedang operasi, fraktur ya. Sempat nggak sadar sebentar, cedera kepala itu. Tapi udah membaik tadi, oksigenasinya sudah baik. Mudah-mudahan nggak ada gejala sisa," pungkasnya.

































































