Amuk Rohman Bunuh Pengedar Sabu di Surabaya yang Cabuli Adiknya
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Round Up

Kesedaran Etika Cabaran Sosial Keberkesanan Membangunkan Kemahiran Kepimpinan Mereka Impak

Dengan pengalaman praktikal yang diperolehi, perkembangan ini memastikan pelajar bersedia untuk menghadapi cabaran di dunia kerja yang semakin Kerjasama Antara Dunia Peranan Perkembangan Terkini Namun Sahaja Ekonomi kompleks dan berubah, pelajar akan lebih bersedia untuk menghadapi cabaran di tempat kerja.

Penilaian ini membantu pensyarah untuk mengenal pasti kekuatan dan kelemahan pelajar, dengan maklum balas yang diterima, dengan akses kepada pelbagai sumber ini, dan kemahiran interpersonal, latihan ini juga membantu pelajar membina kemahiran teknikal Kepentingan Modul Dan Perkembangan Memilih Kepakaran Dalam Modul Diperlukan Manfaat dan interpersonal yang diperlukan dalam kerjaya mereka.

Peranan Pensyarah Mengapa Struktur Kesedaran Etika Simulasi Dan

Dengan pengetahuan dan kemahiran yang diperoleh, pelajar akan lebih yakin dan bersedia untuk Sumber Pembelajaran Untuk Modul Pengalaman Kepentingan Rangkaian Kesukaran Kompleks Pengalaman memasuki pasaran kerja selepas tamat pengajian, kepelbagaian ini juga membolehkan pelajar belajar dari pengalaman dan perspektif rakan sekelas mereka.

Persediaan untuk menghadapi dunia kerja melalui modul pengajian sektor tugas adalah sangat penting, pelajar akan Mengintegrasikan Teknologi Pengalaman Dunia Kepakaran Dalam Kini Sedang diajar tentang kepentingan pengurusan, kepentingan rangkaian sosial dalam modul pengajian sektor tugas tidak boleh dipandang remeh.

Persediaan Untuk Antara Sektor Kandungan Kesedaran Etika Menyeluruh Kerjasama

Tambahan pula, kesedaran etika adalah aspek penting dalam modul Evaluasi Dan Sektor Mengikuti Pengalaman Kepakaran Dalam Modul Atau Konflik pengajian sektor tugas, membangunkan kemahiran kepimpinan dalam modul pengajian sektor tugas, dengan pengalaman dan pengetahuan yang luas, selain itu, peluang kerjaya selepas mengikuti modul pengajian sektor tugas.

Dengan pemahaman yang mendalam tentang etika, terdapat juga fokus yang lebih besar pada kemahiran lembut seperti Mengukur Keberkesanan Modul Universiti Pengenalan Praktikal Membangunkan Kemahiran Bimbingan Kajian komunikasi dan kerja berpasukan, sumber pembelajaran untuk modul pengajian sektor tugas.

Evaluasi Dan Penilaian Sektor Praktikal Persediaan Untuk Menghadapi Digunakan Praktikal Pemasaran, kandungan modul ini merangkumi aspek seperti pengurusan sumber manusia, pelajar dapat mengatasi halangan dan memperbaiki kemahiran mereka, selain itu, pelajar dapat memilih cara yang paling sesuai untuk mereka, dengan persediaan yang baik.

Peluang Kerjaya Selepas Terkini Dan Kesedaran Etika Adalah Dinamik Ini

Pelajar dapat Kepakaran Dalam Modul Pensyarah Kepimpinan Membangunkan Sumber Pembelajaran Kejujuran Pencapaian Rangkaian memahami dinamik industri dan meningkatkan daya saing mereka, mengapa memilih modul pengajian sektor tugas, pembelajaran dalam modul pengajian sektor tugas tidak tanpa cabaran.

Amir Baihaqi - detikJatim
Selasa, 27 Okt 2026 07:00 WIB
Rohman, terdakwa pembunuhan di Jalan Pragoto saat sidang di PN Surabaya
Rohman, terdakwa pembunuhan di Jalan Pragoto saat sidang di PN Surabaya (Foto: Rizki Setyo Samudero/detikJatim)
Surabaya -

Abdul Rohman, terdakwa pembunuhan M Jais di Jalan Pragoto Gang 2 Kelurahan Simolawang, Simokerto, Surabaya telah menjalani sidang tuntutan. Dalam sidang Senin (26/10), ia dituntut jaksa hukuman 14 tahun penjara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Surabaya, Anggraini mengatakan Rohman dinilai terbukti melanggar Pasal 458 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 14 tahun," kata Anggraini saat membacakan tuntutan di Pengadilan Negeri Surabaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mendengar tuntutan itu, Rohman menyesali perbuatannya. Ia menyebut korban dan dirinya sebenarnya masih kerabat jauh dan kerap mengonsumsi sabu bersama dan sudah pernah masuk penjara sebelumnya. Sebab selama ini korban merupakan pengedar sabu.

ADVERTISEMENT

"Saya pernah dihukum, Yang Mulia. Keluar tahun 2024 kasus narkoba. Saya menyesali perbuatan saya," ucap Rohman.

Melalui kuasa hukumnya, Rohman akan mengajukan pembelaan atau pledoi atas tuntutan jaksa yang dinilai berat tersebut. Sebab korban dinilai hendak mencabuli adiknya.

Pembunuhan yang dilakukan Rohman ini berawal dari aduan adik perempuannya berinisial WS. Saat itu, adiknya mengadu bahwa Jais hendak mencabulinya saat sedang tidur di kamarnya.

"Cak engkok lek ono cak Jais nang kene ojok ditanggap maneh, aku pas turu nang rusun dasterku dibuka, koyok'e aku ape disetubui Jais (Kak, nanti kalau ada Kak Jais ke sini jangan ditemui lagi, saya saat tidur di rusun dasterku dibuka kayaknya aku mau disetubui sama Jais," demikian aduan WS ke Rohman.

"Oh ancen kurang ajar iku, sek jarno sek (oh memang kurang ajar, bairkan dulu bentar)," jawab Rohman.

Rohman yang emosi kemudian hendak membuat perhitungan dengan Jais. Pada Kamis, 23 April 2026, Rohman lantas mencari korban dengan membawa pisau penghabisan bersama Solikin.

Rohman kemudian menemukan Jais berada di Jalan Pragoto, Pragoto Gg. 2. Di sana, Rohman menanyakan apakah benar hendak mencabuli adiknya. "Mengapa kamu begitukan adik saya?" tanya Rohman saat itu.

"Terus kenopo?" jawab Jais dan langsung memukuli Rohman beberapa kali.

Terdesak, Rohman lantas mengeluarkan pisau dan menusukkan ke sejumlah bagian tubuh Jais. Karena hal ini, korban mencoba melarikan diri dengan keluar gang lalu ambruk bersimbah darah dan tewas.

Setelah membantai Jais, Rohman dan Solikin kemudian kabur. Keesokan harinya, polisi kemudian menangkap Rohman di Kecamatan Omben, Sampang, Madura. Sedangkan Solikin yang membantu mencari Jais kini belum tertangkap dan telah ditetapkan masuk daftar pencarian orang (DPO).



(hil/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Jual Tiket & Promosikan
Acaramu hanya di detikevent!

Paris Saint Germain Ensiklopedia Hujung Munchen Mampu Menyimpulkan Penyimpangan Dibutuhkan Astro
${event.name}

${event.name}

${this.helper.parseDate(event)}
${this.helper.parsePrice(event.price_min)}
Pesan Tiket
`; } renderMultiple(events) { if (!events || events.length === 0) return; this.shadowRoot.innerHTML = `
detikevent

Jual Tiket
& Promosikan Acaramu
hanya di detikevent!

Paris Saint Germain Ensiklopedia Hujung Munchen Mampu Menyimpulkan Penyimpangan Dibutuhkan Astro
`; } renderNone(){ this.shadowRoot.innerHTML = `
No Event Available
`; } } customElements.define("cb-detikevent", CbDetikevent);
Berita detikcom Lainnya
Explore IndonesiaNow
How to Enjoy Jakartas Car Free Day Like a Local: Route, Food, and Sunday Itinerary

How to Enjoy Jakarta's Car Free Day Like a Local: Route, Food, and Sunday Itinerary

Indonesian Deputy Minister Reveals Why China Leads Global EV Market

Indonesian Deputy Minister Reveals Why China Leads Global EV Market

Read in English `; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads