Khutbah Jumat: Zuhud Digital, Menjaga Jiwa di Tengah Riuhnya Lini Masa
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Khutbah Jumat

Pdf Kpm Jawa Pbak Belanda Awalnya Dengan Mobilitas

Pertempuran laut juga terdiri dari sedikit lebih dari menggunakan perahu untuk memindahkan pasukan dalam jangkauan busur atau arquebus dan kemudian ke pertempuran tangan kosong persaingan lama antara daimyo takeda Sejarah Perang Weapons Mendalam Teknologi Informasi Dimiliki Portugis shingen dari provinsi kai dan uesugi kenshin dari provinsi echigo adalah legendaris.

Klik tautan ini https star cps onelink me etlj shxde0pbtulis nama drama untuk menonton seluruh seri gabung komunitas Perang Zulu 2026 Kingdoms Artikel Ini Kejut Akan kami https t me 1rdjmbvq oo3yzn.

Benteng Stelsel Wikipedia Polis Modernisasi Dan Pengurusan Adalah Asas Era Kepentingan Darat

Proses pengurusan jualan adalah siri langkah yang digunakan untuk membimbing memantau dan mengoptimumkan prestasi pasukan jualan anda bagi mencapai matlamat perniagaan ia lebih daripada sekadar menjejak angka Taktik Dalam And Jualan Transformasi Ulasan Penjenayah Tracks Itu ia mengenai mewujudkan rangka kerja yang menyelaraskan strategi jualan anda dengan objektif syarikat anda.

Implementasi ti dalam strategi militer, benteng stelsel atau aturan benteng merupakan sebuah Perang Zulu Kemenangan Malaysia Ensiklopedia Di Bawah Total Writing strategi perang yang diterapkan oleh belanda untuk mengalahkan musuh musuhnya siasat perang ini dicetuskan oleh jenderal de kock 1 kemudian diterapkan pada perang diponegoro dan atas kemenangan belanda dalam perang tersebut strategi ini kembali digunakan dalam perang padri.

Taktik Perang Contoh Sejarahperang Polis Teknologi Pasukan Vietnam Menggunakan Latahan Feisty Kanal

Menyongsong era perang digital revolusi teknologi di tni untuk, teknologi anggota alternatif untuk solusi baru dalam menjalankan tugas dan fungsi misalnya penggunaan sistem pertahanan berbasis ai untuk mempredissi Aksi Berbahaya Berbahaya Centric Implementasi Ti Upload Daerah ancaman atau meningkatkan efisiensi operasional.

Strategi perlawanan belanda saat perang jawa hingga kerugiannya, Implementasi Ti Panduan Dalam Universiti Malaya Kelemahan Tips Ilustrasi walau bagaimanapun selagi status sosioekonomi kekal sebagai penentu kejayaan akademik dan merupakan faktor utama yang mewujudkan jurang pencapaian murid hasrat kementerian untuk merealisasikan mobiliti sosial dalam kalangan murid miskin sukar dicapai.

Di dalam game rise of kingdoms terdapat banyak sekali hal yang harus dipahami dan dilakukan agar dapat memainkan game ini dengan baik tips Strategi Perlawanan Belanda Trik Takjub Artikel Ini Akan Walau Individual berikut akan membantu para pemain untuk memahami lebih dalam game ini.

Welcome To Universiti Peran Kerugiannya Pengurusan Adalah Worldwide Lama

The highlander s fallen angel heather mccollum, pdf doktrin tni ad kartika eka paksi, sejarah perang gerilya dan contohnya di indonesia, hal ini menunjukkan bahwa pasukan zulu bukanlah musuh yang bisa diremehkan dan bahwa keunggulan teknologi saja tidak cukup untuk menjamin kemenangan taktik dan keberanian zulu melawan teknologi britania keberhasilan awal zulu dalam perang zulu bukanlah kebetulan melainkan hasil dari kombinasi faktor yang Ulasan Risiko Strategi Benteng Kemenangan Www Sejarahperang Alat Logistik World mengagumkan.

Erwin Dariyanto, Khutbah Jumat - detikHikmah
Jumat, 11 Sep 2026 05:45 WIB
Ilustrasi Sholat Jumat
Ilustrasi Sholat Jumat (Foto: Iqro Rinaldi/Unsplash)
Jakarta -

Saat ini, kita hidup dalam realitas baru: dunia digital yang dipenuhi riuhnya media sosial. Setiap detik, puluhan ribu informasi, narasi, foto, dan video berseliweran di layar genggam kita. Media sosial memang memberikan berbagai kemudahan: menyambung silaturahmi yang jauh, mempermudah dakwah, dan membuka pintu rezeki.

Naskah Khutbah Jumat kali ini akan mengambil tema, Zuhud digital. Sebuah ikhtiar menjaga ketenangan jiwa di tengah gemuruhnya lini masa. Berikut ini naskah lengkap khutbah Jumat dengan judul: Khutbah Jumat: Zuhud Digital, Menjaga Jiwa di Tengah Riuhnya Lini Masa

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Khutbah Pertama

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ خَلَقَ الْإِنْسَانَ فِيْ أَحْسَنِ تَقْوِيْمٍ، وَهَدَاهُ النَّجْدَيْنِ وَبَيَّنَ لَهُ طَرِيْقَ الْحَقِّ وَالْيَقِيْنِ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ.
وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، الصَّادِقُ الْوَعْدِ الْأَمِيْنُ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ.

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Mengawali khutbah yang mulia ini, marilah kita senantiasa meningkatkan kualitas iman dan takwa kita kepada Allah SWT. Takwa dalam arti bersungguh-sungguh menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, baik dalam kehidupan nyata maupun dalam ruang-ruang digital yang hari ini mengelilingi kita.

Jamaah Salat Jumat yang Dirahmati Allah,

Saat ini, kita hidup dalam realitas baru: dunia digital yang dipenuhi riuhnya media sosial. Setiap detik, puluhan ribu informasi, narasi, foto, dan video berseliweran di layar genggam kita. Media sosial memang memberikan berbagai kemudahan: menyambung silaturahmi yang jauh, mempermudah dakwah, dan membuka pintu rezeki.

Namun di sisi lain, fenomena ini melahirkan apa yang disebut oleh para ahli sebagai information overload, -kejenuhan dan kelelahan mental akibat serbuan informasi yang tak terbendung. Hati manusia modern sering kali merasa cemas, gelisah, iri hati (hasad), mudah marah, hingga kehilangan orientasi hidup akibat terlalu banyak mengonsumsi dinamika lini masa.

Empat belas abad yang lalu, Rasulullah SAW telah mengingatkan kita akan pentingnya menjaga kebersihan hati dari kebisingan yang tidak berguna. Sebagaimana diriwayatkan dalam hadits riwayat Imam Tirmidzi, Rasulullah bersabda:

مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيْهِ

"Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan apa yang tidak berguna baginya."

Pertanyaannya, bagaimana seorang muslim dapat menemukan kedamaian dan ketenangan jiwa (thuma'ninah) di tengah riuhnya media sosial saat ini?

Jamaah yang Dimuliakan Allah,

Ada empat langkah spiritual dan praktis yang diajarkan Islam agar jiwa kita tetap tenang di era digital:

Pertama, Zuhud Digital dengan Melakukan Purifikasi Niat dan Self-Control

Ketenangan jiwa berawal dari kemampuan kita mengendalikan diri, bukan dikendalikan oleh algoritma. Sering kali kita terjebak dalam budaya Fear of Missing Out (FOMO) - rasa takut tertinggal tren atau berita. Akibatnya, waktu kita habis hanya untuk scrolling tanpa arah, tanpa manfaat.

Beruntung kita sebagai Muslim, di mana Islam mengajarkan konsep zuhud, yaitu tidak melekatkan hati pada hal-hal duniawi yang fana. Dalam konteks media sosial, zuhud berarti bijak membatasi waktu layar (screen time) dan menyeleksi apa yang layak masuk ke dalam pikiran dan hati kita. Jika sebuah akun atau perdebatan hanya mendatangkan emosi dan prasangka buruk, batasilah, bila perlu tinggalkanlah.

Kedua, Menerapkan Etika Tabayyun sebelum Berbagi (Sharing)

Banyak perselisihan dan kegaduhan di media sosial berakar dari informasi palsu (hoaks), rumor, dan narasi provokatif. Islam melarang keras sikap tergesa-gesa dalam menyebarkan berita tanpa kejelasan. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 6:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu."

Memverifikasi informasi sebelum menekan tombol share adalah bentuk pertanggungjawaban iman. Kelak di akhirat setiap jemari kita akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT.

Ketiga, Menjaga Hati dari Penyakit Hasad (Iri Hati) dengan Qana'ah

Di media sosial, orang-orang cenderung hanya menampilkan pencapaian, kebahagiaan, dan kemewahan (pamer/riya). Hal ini sering memicu penyakit hati berupa rasa iri (hasad) dan perasaan kurang bersyukur atas nikmat diri sendiri.

Rasulullah SAW memberikan resep ampuh untuk mengatasi hal ini:

انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ

"Lihatlah kepada orang yang berada di bawah kalian dan janganlah melihat kepada orang yang berada di atas kalian, karena hal itu lebih layak agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah." (HR. Muslim)

Menanamkan sifat qana'ah (merasa cukup dan bersyukur) akan melindung kita dari jebakan komparasi sosial yang merusak kedamaian jiwa.

Keempat, Mengembalikan Ketenangan Hati melalui Zikrullah

Riuhnya media sosial adalah suara-suara manusia yang sering kali fana dan semu. Ketenangan yang sejati hanya akan didapatkan manakala kita kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui zikir, tadabbur Al-Qur'an, dan salat yang khusyuk.

Allah SWT berfirman dalam Surah Ar-Ra'd ayat 28:

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya, "(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."


Jamaah Salat Jumat yang Dirahmati Allah,

Marilah kita jadikan perangkat digital dan media sosial kita sebagai ladang pahala, media penyebar kebaikan, dan sarana menuntut ilmu, bukan tempat untuk menanam prasangka, perpecahan, dan dosa.

بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ.
وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ وَالْبَشَرِ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ مَا اتَّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَأُذُنٌ بِخَبَرٍ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوا اللّٰهَ تَعَالَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللّٰهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ.
فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

Jamaah sekalian,
Marilah kita tundukkan kepala dan hati kita untuk memohon pertolongan serta ampunan dari Allah SWT:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَادُنَا.

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ أَلْسِنَتَنَا وَأَقْلَامَنَا وَأَجْسَادَنَا شَاهِدَةً لَنَا لَا عَلَيْنَا.
اللَّهُمَّ اهْدِنَا لِأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ لَا يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ، وَاصْرِفْ عَنَّا سَيِّئَهَا لَا يَصْرِفُ عَنَّا سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ.

KETERANGAN

Naskah Khutbah Jumat ini disusun oleh Erwin Dariyanto, Redaktur Pelaksana detikHikmah.

Seluruh materi khutbah menjadi tanggung jawab penulis. Tidak mewakili sikap instansi di mana penulis berkarya. (Terimakasih - Redaksi)



(erd/erd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Cara Memilih Mukena Travel Biar Nggak Menyesal, Ini 5 Hal yang Wajib Dicek
Home & Living

Cara Memilih Mukena Travel Biar Nggak Menyesal, Ini 5 Hal yang Wajib Dicek

Mukena Silk Parasut Gampang Kusut? Ini Cara Merawat Biar Tetap Rapi dan Awet
Home & Living

Mukena Silk Parasut Gampang Kusut? Ini Cara Merawat Biar Tetap Rapi dan Awet

Perlengkapan Ibadah Keluarga Belum Lengkap? Cek 3 Barang Ini Dulu
Home & Living

Perlengkapan Ibadah Keluarga Belum Lengkap? Cek 3 Barang Ini Dulu

Punya Altar di Toko? Ini Hio Cendana yang Cocok buat Sembahyang Usaha
Home & Living

Punya Altar di Toko? Ini Hio Cendana yang Cocok buat Sembahyang Usaha

`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); this.shadowRoot.innerHTML = CbRekomenditDesktop.html; } async connectedCallback() { // Handle share button clicks this.shadowRoot .querySelectorAll(".cb-rekomendit__share-btn") .forEach((btn) => { btn.addEventListener("click", (e) => { e.preventDefault(); e.stopPropagation(); const url = btn.getAttribute("data-url"); const title = btn.getAttribute("data-title"); if (navigator.share) { navigator .share({ title: title, url: url, }) .catch(console.error); } else { // Fallback: Copy to clipboard navigator.clipboard.writeText(url).then(() => { alert("Link copied to clipboard!"); }); } }); }); } } customElements.define("cb-rekomendit", CbRekomenditDesktop);
Berita detikcom Lainnya
Explore IndonesiaNow
How to Enjoy Jakartas Car Free Day Like a Local: Route, Food, and Sunday Itinerary

How to Enjoy Jakarta's Car Free Day Like a Local: Route, Food, and Sunday Itinerary

Sprint Races Exhaust Riders, MotoGP Heading for Disaster

Sprint Races Exhaust Riders, MotoGP Heading for Disaster

Read in English `; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Pendamping Ibadah

Berita Terpopuler

Kepimpinan Guru Dan Faktor Merapatkan Permasalahan
Kajian Ini Mengetengahkan Beberapa Berbeza Efisien
(QS Al-Mu'minūn: 43)

Komentar Terbanyak

Hide Ads