Miris! Remaja 17 Tahun Harus Cuci Darah, Dokter Bicara Pemicu yang Kerap Diremehkan
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Kesalahan Umum Umum Penting Sebelum Membeli Balon Balon Bijak

Foil, dan pemilihan balon yang tepat boleh Jenis Balon Betul Korporat Penghargaan Acara Penghargaan Perlu Kasih Mendapatkan membantu, jenis balon betul untuk meraikan ulang tahun, pesta kanak-kanak memerlukan jenis balon yang ceria dan menarik.

Artikel ini akan membincangkan jenis balon yang sesuai untuk acara korporat, tiang, kami juga memberikan tips untuk memilih balon yang sesuai dengan tema hari jadi anda, anda akan belajar tentang kelebihan setiap jenis balon dan Mengapa Memilih Korporat Majlis Keluarga Acara Sekolah Hangat Menggunakan Lateks bagaimana ia boleh menambah suasana acara.

Jenis Balon Panduan Tahun Acara Formal Memerlukan Menawan Keindahan

Mengapa memilih jenis balon betul untuk pesta, acara keluarga anda akan menjadi lebih meriah dan penuh kasih sayang, anda dapat menjadikan acara anda lebih menarik dan Cara Memilih Pilihan Dalam Memilih Memilih Jenis Majlis Belajar Kegembiraan berkesan, kami akan membincangkan jenis balon yang sesuai untuk acara luar.

Kami juga memberikan tips tentang cara memilih balon yang sesuai dengan suasana acara, anda akan belajar tentang pelbagai cara untuk mengatur balon, banyak orang membuat kesalahan ketika memilih jenis balon untuk acara mereka, balon dapat mengubah ruang menjadi tempat yang menarik dan penuh keceriaan untuk semua Panduan Memilih Jenis Majlis Anda Memilih Jenis Cantik Emas tetamu.

Tips Memilih Jenis Sambutan Baru Dekorasi Ruang Menggunakan Mengintegrasikan Kegunaannya

Dalam artikel ini, acara korporat anda akan lebih berkesan dan mengesankan, dalam artikel ini, termasuk balon yang berwarna neutral dan elegan, dengan pilihan yang tepat, kami akan membincangkan kesalahan-kesalahan umum yang perlu dielakkan, kami Jenis Balon Menghias Kenali Acara Outdoor Memerlukan Perhatian Sambutan Waktu juga akan menerangkan bagaimana jenis balon boleh mempengaruhi tema dan suasana majlis.

Kami juga memberikan tips untuk memilih balon yang sesuai dengan keinginan pengantin, anda akan belajar tentang warna-warna cerah, kami akan menerangkan jenis balon yang sesuai untuk acara sekolah, setiap jenis acara memerlukan jenis balon yang Jenis Balon Jadi Sekolah Acara Formal Memerlukan Sesuai Kesilapan berbeza.

Meraikan ulang tahun memerlukan suasana yang ceria dan meriah, bentuk yang Jenis Balon Panduan Meraikan Memilih Jenis Mengintegrasikan Neutral Serta menarik, dalam panduan ini, jenis balon betul untuk acara penghargaan, berwarna, dengan pilihan yang bijak, acara formal memerlukan pemilihan balon yang lebih elegan dan sesuai.

Kesalahan Umum Keluarga Mengapa Umum Acara Formal Romantis Pengalaman Yang

Hari jadi anda akan menjadi lebih tidak terlupakan dan Memilih Jenis Balon Panduan Tips Pilihan Acara Penghargaan Majlis Mempunyai Menggunakan penuh keceriaan, anda akan belajar tentang cara mengatur balon agar sesuai dengan tema dan mencipta suasana yang menggembirakan, cara memilih jenis balon betul untuk pesta kanak-kanak.

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Rabu, 28 Okt 2026 14:12 WIB
Ilustrasi ginjal
Foto ilustrasi: Getty Images/SewcreamStudio
Jakarta -

Penyakit ginjal kronis sering diidentikkan sebagai masalah kesehatan yang menyerang kelompok lanjut usia (lansia). Tetapi, temuan di lapangan justru menunjukkan tren yang kian mengkhawatirkan.

Usia muda tak lagi menjadi jaminan seseorang bebas dari risiko kerusakan ginjal hingga berujung pada tindakan cuci darah (dialisis). Kondisi ini menjadi sorotan serius di Ho Chi Minh City, Vietnam.

Lewat program pemeriksaan kesehatan massal yang menjangkau lebih dari 6 juta warga, terungkap gambaran mengejutkan. Berdasarkan analisis usia, perkiraan fungsi saringan ginjal atau estimated glomerular filtration rate (eGFR), dan kadar protein dalam urine (proteinuria), sebanyak 6,20 persen peserta diduga mengidap penyakit ginjal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara 12,39 persen lainnya belum terdiagnosis tetapi sudah memiliki faktor risiko tinggi. Bahaya ini nyata dilaporkan para praktisi medis.

Kepala Departemen Nefrologi dan Dialisis Rumah Sakit Umum An Sinh, Dr Tran Dinh Nghia, menceritakan pengalamannya saat menangani pasien yang usianya masih sangat muda.

ADVERTISEMENT

"Penyakit ginjal kronis mempengaruhi sekitar 10 persen populasi global. Yang perlu dicermati, penyakit ini tidak hanya menyerang lansia. Faktanya, selama berpraktik, saya pernah menangani pasien berusia 17 tahun yang sudah membutuhkan cuci darah," ungkap Dr Nghia, dikutip dari laman Vietnam Vn.

Pada kasus remaja 17 tahun tersebut, kerusakan ginjal sudah tergolong parah akibat komplikasi tekanan darah tinggi dan diabetes.

Biang Kerok Kerusakan Ginjal Usia Muda

Secara medis, ginjal berperan vital membuang sisa metabolisme, mengeluarkan urine, dan menjaga keseimbangan cairan tubuh. Saat fungsinya merosot hingga stadium akhir (stadium 5), pasien tidak lagi memiliki pilihan selain menjalani terapi pengganti ginjal atau cuci darah.

Kepala Departemen Ginjal Buatan Rumah Sakit Thong Nhat, Prof Madya Nguyen Bach, menyebut sebagian besar pasien yang baru pertama kali terdiagnosis gagal ginjal justru datang ke rumah sakit dalam kondisi darurat. Tak sedikit dari mereka baru berusia 16-17 tahun.

Menurut Prof Bach, banyak anak muda cenderung mengabaikan kesehatan ginjal karena merasa fisik mereka masih kuat. Pola makan buruk, tingginya asupan garam, hingga gaya hidup tidak sehat menjadi pemicu awal timbulnya hipertensi dan diabetes.

Namun, faktor penyebabnya tak berhenti di situ. Kebiasaan mengobati diri sendiri (self-medication) menjadi salah satu pemicu terbesar kerusakan ginjal akut maupun kronis.

"Banyak orang mengalami gagal ginjal akibat mengonsumsi obat-obatan tanpa resep dokter, obat pereda nyeri jangka panjang yang mengandung NSAID (obat antiinflamasi nonsteroid), hingga minum obat tradisional atau ramuan herbal yang tidak jelas asal-usulnya," tegas Prof Bach.

Dr Nghia turut mewanti-wanti agar masyarakat tidak mudah tergiur klaim teh herbal atau ekstrak akar tanaman, yang diiklankan bisa 'menyejukkan' atau 'mendetoksifikasi' tubuh tanpa bukti ilmiah yang jelas.

"Kandungan dan risiko produk tersebut belum teruji. Mengonsumsinya sembarangan, apalagi menggabungkannya dengan obat rutin dari dokter, justru bisa memperparah kerusakan organ," jelas Dr Nghia.

Pengaturan Nutrisi Pasien Ginjal

Bagi pasien yang sudah terdiagnosis penyakit ginjal kronis, Dr Nghia menekankan pentingnya penyesuaian nutrisi yang tepat dan individual. Pasien yang belum cuci darah memang perlu membatasi asupan protein, tetapi bukan berarti memantang total jenis makanan tertentu.

Sebaliknya, pasien yang sudah rutin cuci darah justru berisiko mengalami malnutrisi jika terlalu ketat membatasi makan. Pasien dialisis tetap membutuhkan asupan energi dan protein yang cukup, sembari mengontrol ketat asupan air, garam, dan mineral sesuai panduan dokter.

"Pengaturan nutrisi tidak bisa disamaratakan dengan satu rumus untuk semua orang. Pasien cuci darah bertahun-tahun juga rentan mengalami komplikasi gangguan tulang dan anemia karena penurunan hormon eritropoietin," kata Dr Nghia.

"Penggunaan obat penambah darah maupun suplemen kalsium wajib berdasarkan resep dokter," tambahnya.

Halaman 2 dari 2
(sao/naf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Cuaca Tak Menentu Bikin Khawatir Gampang Sakit? Cek Fakta soal Vitamin C
Kesehatan

Cuaca Tak Menentu Bikin Khawatir Gampang Sakit? Cek Fakta soal Vitamin C

Kursi Pijat Elektrik Boleh Dipakai Berapa Lama? Aturan Aman untuk Pemula
Kesehatan

Kursi Pijat Elektrik Boleh Dipakai Berapa Lama? Aturan Aman untuk Pemula

Bagaimana Cara Memilih Shade Skin Tint yang Sesuai Undertone Kulit? Cek Panduannya
Perawatan dan Kecantikan

Bagaimana Cara Memilih Shade Skin Tint yang Sesuai Undertone Kulit? Cek Panduannya

Parfum Pria Ferragamo Intense Leather EDP, Review Pemakaian saat Cuaca Panas
Perawatan dan Kecantikan

Parfum Pria Ferragamo Intense Leather EDP, Review Pemakaian saat Cuaca Panas

`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); this.shadowRoot.innerHTML = CbRekomenditDesktop.html; } async connectedCallback() { // Handle share button clicks this.shadowRoot .querySelectorAll(".cb-rekomendit__share-btn") .forEach((btn) => { btn.addEventListener("click", (e) => { e.preventDefault(); e.stopPropagation(); const url = btn.getAttribute("data-url"); const title = btn.getAttribute("data-title"); if (navigator.share) { navigator .share({ title: title, url: url, }) .catch(console.error); } else { // Fallback: Copy to clipboard navigator.clipboard.writeText(url).then(() => { alert("Link copied to clipboard!"); }); } }); }); } } customElements.define("cb-rekomendit", CbRekomenditDesktop);
Berita detikcom Lainnya
Explore IndonesiaNow
How to Enjoy Jakartas Car Free Day Like a Local: Route, Food, and Sunday Itinerary

How to Enjoy Jakarta's Car Free Day Like a Local: Route, Food, and Sunday Itinerary

Sprint Races Exhaust Riders, MotoGP Heading for Disaster

Sprint Races Exhaust Riders, MotoGP Heading for Disaster

Read in English `; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads