Cekcok rumah tangga berujung maut di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Anggota TNI Angkatan Laut (AL) berinisial NW diduga membunuh istrinya, Daeng Siti Zubaedah. NW kini ditahan dan diproses hukum melalui peradilan militer.
Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Mataram Letkol Laut (P) Eko Darmawan mengatakan peristiwa itu terjadi pada Jumat (23/10/2026) di rumah pribadi korban dan pelaku di wilayah Mataram. Sebelum kejadian, keduanya diketahui terlibat percekcokan.
"Memang terjadi percekcokan antar istri dan suami. Itu masih didalami penyebabnya apa" sebut Eko, Senin (26/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eko menegaskan kasus tersebut merupakan persoalan rumah tangga dan tidak berkaitan dengan institusi TNI AL. Namun, penyebab pasti pertengkaran yang diduga berujung pembunuhan itu masih didalami.
"Ini murni kejadian keluarga murni, bukan institusi," kata Eko.
Di sisi lain, beredar informasi mengenai dugaan adanya pihak ketiga dalam rumah tangga NW dan korban. Eko belum dapat memastikan informasi tersebut karena proses pendalaman masih berlangsung.
"Jadi, saya belum bisa menjawab terkait pendalaman hasilnya apa. Karena masih ada beberapa proses. Nanti dicari penyebabnya apa," ucap dia.
Eko kembali menegaskan dugaan pembunuhan tersebut tidak berkaitan dengan kedinasan maupun institusi TNI AL.
"Ini murni soal rumah tangga. Tidak ada instansi sama sekali. Tidak ada kedinasan sama sekali. Tidak ada sama sekali motif terkait kedinasan. Ini murni pribadi, antara istri dan suami," katanya.
Terkait kronologi lengkap kejadian, Eko belum bersedia membeberkannya karena penyidik masih mendalami kasus tersebut.
"Saya tidak bisa jawab itu. Saat ini sedang didalami," imbuhnya.
Pelaku Ditahan di Denpom Lanal Mataram
NW kini ditahan di Denpom Lanal Mataram. Eko mengatakan proses hukum terhadap anggota aktif TNI AL tersebut dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan militer.
"Saat ini yang bersangkutan sedang diproses hukum yang berlaku di TNI," ucap Eko.
Menurut Eko, status NW sebagai anggota aktif TNI AL membuat perkara tersebut diproses melalui peradilan militer.
"Karena statusnya sebagai (TNI) Angkatan Laut, ya prosesnya berarti di hukum militer," sebutnya.
Penyidikan kasus tersebut masih berlangsung. Penyidik mendalami perkara dan memperkuat alat bukti sebelum menyerahkannya kepada oditur militer.
"Saat ini sedang didalami penyidikan lebih lanjut sampai dengan nanti akan diserahkan ke oditur," katanya.
Kabar Pembunuhan Sempat Viral
Kabar dugaan pembunuhan tersebut sebelumnya viral di media sosial (medsos). Akun Facebook Sasak Tulen mengunggah informasi itu pada Sabtu (24/10/2026) pukul 19.29 Wita.
"Seorang Oknum TNI M4'tek Seninen di Tanjung Luar Lombok Timur. Motif Belum di Ketahui Pasti Sedang Dalam Pemeriksaan APH," tulis akun Facebook Sasak Tulen dilihat detikBali, Minggu (25/10/2026).
Akun tersebut juga membagikan video berdurasi 59 detik di kolom komentar. Video itu memperlihatkan kedatangan mobil ambulans Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Mataram Polda NTB yang disambut sejumlah orang, kebanyakan perempuan.
Suara tangisan terdengar dalam video tersebut. Rekaman kemudian memperlihatkan jenazah yang sudah berada di dalam rumah. Seorang perempuan terlihat memeluk jenazah, sementara sejumlah orang lainnya menangis.
Perwira Staf Intelijen (Pasintel) Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Mataram, Mayor Laut (KH) Muhammad Bono, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Saat itu, kasus masih dalam pendalaman Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) Lanal Mataram.
"Masih dalam pendalaman di Pomal Lanal Mataram" timpal Bono kepada detikBali, Minggu (25/10/2026).
Bono menegaskan peristiwa tersebut terjadi di Mataram, bukan di Lombok Timur.
"Untuk jelasnya nanti akan disampaikan oleh komandan," terang Bono.
(dpw/dpw)

















































