Jembatan penghubung Desa Kerobokan dengan Kampung Jarat, Kelurahan Penarukan, Buleleng, Bali, rusak selama bertahun-tahun. Meski sudah beberapa kali ditambal, warga berharap jembatan tersebut segera diperbaiki secara menyeluruh.
Perbekel Kerobokan, Wisnu Wardana, mengatakan kerusakan yang terjadi cukup lama membuat warga berharap pemerintah segera turun tangan. Perbaikan sementara yang pernah dilakukan dinilai belum menjawab kebutuhan warga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Warga sangat mengharapkan agar jalan yang rusak di daerah Kerobokan dapat segera diperbaiki agar aktivitas dan akses menjadi lebih lancar," kata Wisnu, Selasa (27/10/2026)
Warga menginginkan perbaikan total agar akses penghubung tersebut bisa digunakan dengan lebih nyaman. Mereka berharap kerusakan yang sudah berlangsung bertahun-tahun itu tidak lagi hanya ditangani dengan penambalan sementara.
Kepala Dinas PUTR Perkim Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra, mengatakan perbaikan jembatan tersebut direncanakan pada 2027. Namun, bentuk penanganannya masih bergantung pada ketersediaan anggaran.
Menurut Adiptha, ada dua opsi yang disiapkan, yakni pemeliharaan jembatan atau penggantian dengan bangunan baru. Jika anggaran terbatas, pemerintah akan melakukan pemeliharaan. Sebaliknya, jika anggaran mencukupi, penggantian jembatan bisa dilakukan.
"Kalau sedikit anggarannya, kami pemeliharaan. Kalau ada anggaran lebih, baru kami bisa penggantian jembatan," jelasnya.
Adiptha menambahkan, usia jembatan yang sudah cukup tua menjadi salah satu pertimbangan. Jika dibangun jembatan baru, dimensinya juga direncanakan lebih lebar, dengan penambahan sekitar satu meter di sisi kiri dan kanan. Meski demikian, kepastian bentuk perbaikan masih menunggu ketersediaan anggaran pada 2027.

















































