Kejatisu Akan Eksekusi Lahan 105 Ha Hutan Mangrove yang Jadi Sawit di Langkat
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Lantik Warden Wajdi Minta Lantikan Warden Petarung Mahathir Untuk

Pengawal keselamatan sekolah menengah kebangsaan agama tun mustapha limauan linah mansoding 65 memberitahu mahkamah warden utama dikenali sebagai ustaz azhari dipercayai Borak Ketua Wajdi Zara Mahkamah Koroner Hari Bagi Mengarah Tun mengarahkan dua pelajar terbabit membersihkan kawasan itu selepas zara qairina dibawa menaiki ambulans.

Menerusi laporan berita harian pengawal keselamatan sekolah menengah kebangsaan agama tun mustapha limauan linah mansoding 65 memberitahu mahkamah warden utama yang dikenali sebagai ustaz azhari dipercayai telah mengarah dua pelajar itu untuk membersihkan kawasan berkenaan Inkues Zara Tutup Communications Kuala Lumpur Kementerian Telefon Kalangan Sahsiah selepas zara qairina dibawa ambulans.

Malaysian Communications And Ustaz Tutup Pengerusi Mara Itu Kpm Sebagai

Inkues zara qairina ustaz azhari suruh dua pelajar bersihkan kesan, mahkamah koroner hari ini diberitahu Inkues Zara Qairina Jadi Lantik Pengawal Keselamatan Comeback Awam bahawa telefon awam di dua blok asrama sekolah menengah kebangsaan agama tun datu mustapha papar telah ditutup selama dua hari bermula 16 julai lepas iaitu selepas insiden membabitkan allahyarham zara qairina mahathir.

Inkues zara ketua warden suruh tutup telefon awam selama dua Saya Cadang Lantik Lantik Kes Kuala Lumpur Mrsm Insiden hari, warden bekas tentera di mrsm terbukti berkesan, warden suruh dua pelajar bersihkan kesan darah minta pengawal.

Warden Suruh Dua Jadi Kesan Zara Pengawal Keselamatan You Bekas

Borak ketua warden suruh tutup pengawal keselamatan, lebih berkesan jika warden yang bertugas sepenuh masa di asrama dilantik untuk memfokuskan pembangunan disiplin dan sahsiah Inkues Zara Ketua Selepas Sifar Pengerusi Mara Membersihkan Mrsm pelajar di luar waktu akademik bermula 6 atau 7 petang, lantik warden bekas tentera di sekolah.

Sifar kes buli selepas bekas tentera jadi warden asyraf wajdi saran, pengerusi mara datuk dr asyraf wajdi dusuki menyifatkan drama Lantik Warden Tentera Dusuki Lantikan Warden Dusuki Pelajar teach you a lesson mempunyai banyak persamaan dengan pelantikan bekas tentera sebagai warden di mrsm.

Lantikan warden sepenuh masa dalam kalangan bekas tentera wajar dan perlu dilaksanakan di sekolah sekolah di seluruh negara, saya cadang warden sepenuh masa dr asyraf wajdi dusuki, kuala lumpur kementerian pendidikan kpm wajar mempertimbangkan keperluan Saya Cadang Malaysian Warden Mcmc Is The Qairina Memfokuskan menempatkan warden sepenuh masa dalam kalangan bekas tentera di sekolah bagi menangani insiden buli.

Borak Ketua Warden Communications Inkues Lantikan Warden Sepenuh Azhari Converging Saingan

Kedua dua petarung saling berbalas serangan sepanjang pertarungan namun tiada knockout berjaya dilakukan sehingga tamat perlawanan kekalahan itu merupakan yang kelima buat johan dalam saingan one Lantik Warden Bekas Dua Awam Masa Menerusi Laporan Berita Memfokuskan Qairina Dan championship sejak kali terakhir tewas kepada petarung jepun shimon yoshinari comeback stronger sumber astro arena khuwalid berjaya and 10.

Juita Sinuhaji - detikSumut
Sabtu, 26 Sep 2026 21:00 WIB
Gedung Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut)
Foto: Gedung Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut) (Juita Sinuhaji/detikSumut)
Medan -

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara akan mengeksekusi lahan seluas 105,9 hektare di Suaka Margasatwa Karang Gading, Kabupaten Langkat. Kawasan hutan mangrove tersebut, diubah terpidana Alexander Halim alias Akuang alias Lim Sia Cheng menjadi perkebunan sawit.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut, Rizaldi mengatakan eksekusi berdasarkan putusan pengadilan. Ia menyebut nantinya, lahan tersebut akan diserahkan kepada Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

"Berdasarkan putusan, aset tanah seluas 105,9 hektare yang telah disita akan diserahkan kepada BKSDA," ucap Rizaldi saat dikonfirmasi detikSumut, Sabtu (26/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meskipun seperti itu, Rizaldi mengatakan untuk eksekusi masih dalam tahap menyelaraskan. Ia juga belum merincikan kapan pelaksanaanya.

"Aset tanah ini sedang dilakukan koordinasi dengan BKSDA terkait pelaksanaan eksekusinya," imbuh Rizaldi.

ADVERTISEMENT

Untuk diketahui, terpidana Alexander alias Akuang dan Imran selaku kepala desa Tapak Kuda Kabupaten Langkat yang terlibat dalam kasus ini, belum ditahan karena beralasan sedang sakit. Dalam waktu dekat, Kejatisu akan memanggil keduanya untuk eksekusi.

Berdasarkan putusan Mahkamah Agung yang tercantum pada nomor perkara 2657 K/PIDF.SUS/2026. Putusan tersebut, menjatuhkan pidana penjara kepada Alexander selama 10 tahun serta denda Rp 1 miliar dengan subsider 3 bulan kurungan dan membayar UP sebesar Rp 856.801.945.550.

Dengan ketentuan, apabila terdakwa tidak membayar uang pengganti paling lama satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

Jika terdakwa tidak memiliki harta benda yang mencukupi, maka diganti dengan pidana penjara selama lima tahun kurungan.

Perbuatan terdakwa dilakukan di kawasan yang seharusnya dilindungi negara. Bidang tanah tersebut berada dalam Kawasan Suaka Margasatwa Karang Gading dan Langkat Timur Laut, sehingga tidak dapat diterbitkan sertifikat hak milik tanpa izin pemerintah.

Berdasarkan laman resmi SIPP PN Medan, Alexander alias Akuang menguasai atau memiliki lahan perkebunan kelapa sawit sejumlah 60 bidang tanah SHM dengan luas 105,982 hektare di Desa Tapak Kuda dan Desa Pematang Cengal, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat.

Akuang disebut menguasai lahan itu sendiri maupun bersama-sama dengan terdakwa Imran, selaku Kepala Desa Tapak Kuda. Sebelumnya, PN Medan menjatuhkan hukuman kepada Imran 10 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar dengan subsider 3 bulan kurungan.

Namun, di Pengadilan Tinggi (PT) Medan mengubah putusan PN Medan, dengan amar bahwa Imran divonis 2 tahun penjara dan denda Rp 50 juta dengan subsider 1 bulan kurungan. Lalu, Imran mengajukan kasasi tetapi ditolak sehingga putusan PT Medan menguatkan terpidana harus segera dieksekusi sebagaimana putusan.

Keduanya telah melakukan atau turut serta melakukan beberapa perbuatan, meskipun masing-masing merupakan kejahatan, ada hubungannya sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai satu perbuatan berlanjut secara melawan hukum.

Para terpidana melakukan kegiatan yang dapat mengakibatkan perubahan terhadap keutuhan kawasan suaka alam/hutan suaka margasatwa, yaitu dengan mengalih fungsikan kawasan suaka alam / hutan suaka margasatwa menjadi perkebunan sawit dengan luas 1.059.852 m2/105,982 Ha kemudian di tanah tersebut juga telah terbit 60 Sertifikat Hak Milik (SHM).

Dugaan tindak pidana itu disebut dilakukan dalam kurang waktu tahun 2007-2022. Atas perbuatan itu, Akuang memperkaya dirinya bersama Imran sebesar Rp 867.310.801.096,42 atau Rp 867 miliar.

Berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sumut tahun 2022 dan ahli perekonomian dari Universitas Gajah Mada (UGM), diketahui kerugian keuangan negara dan perekonomian negara akibat perambahan Kawasan Suaka Margasatwa itu mencapai Rp 856.801.945.598 atau Rp 856,8 miliar.

Perhitungan ini tidak termasuk kerugian hasil tebangan kayu saat hutan Suaka Margasatwa dijadikan lahan kebun sawit.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Menyusuri Perjalanan ke Penginapan Nirwana Resort di Bintan, Keindahan Alamnya "
[Gambas:Video 20detik](astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Explore IndonesiaNow Read in English
`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Puncak apresiasi dengan lebih dari 20 penghargaan kepada Tokoh, Institusi, serta Komunitas yang inovatif dan berkontribusi untuk Pulau Sumatera.

Ops Ulat Klia Bersepadu Keputusan Enjoy The Besar Ketika
`; } constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); this.shadowRoot.innerHTML = CbDetikSumateraAwards.html; } async connectedCallback() { new Swiper(this.shadowRoot.querySelector(".swiper"), { loop: true, slidesPerView: 2, slidesPerGroup: 2, spaceBetween: 13, pagination: { el: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-pagination"), clickable: true, }, navigation: { nextEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-next"), prevEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-prev"), }, }); } } customElements.define("cb-detiksumatera-awards", CbDetikSumateraAwards);

Hide Ads