Viral di media sosial ibu hamil tak mendapatkan kursi prioritas meski sudah meminta tolong kepada satpam di KRL relasi Solo-Jogja. PT KAI Commuter Indonesia (KCI) buka suara terkait hal tersebut.
"Wah akhirnya merasakan jadi bumil yang ga kedapetan kursi prioritas di KRL Klaten-Lpy. Awalnya udah minta baik-baik sama satpam di Stasiun Klaten, pak satpam sudah mengiyakan. Lah pas giliran kereta dateng, si bapak ikut masuk tapi diem aja ga mencarikan kursi trs keluar tanpa ngomong apa-apa dan pintu ketutup. Akhirnya stuck berdiri di depan pintu. Kondisi kereta emang rame bgt sih, puji Tuhan aku dikasih fisik yang kuat meski ada pegelnya 😭 dan orang-orang di dalam kereta cuma diem ngeliatin 🙂," tulis di akun akun media sosial Threads @ensapuspita dikutip detikJogja, Senin (28/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam unggahan itu, ia yang tengah hamil mengeluhkan tak mendapatkan kursi prioritas meski sudah meminta satpam di Stasiun Klaten.
Terkait hal itu, pihak KAI Commuter Indonesia mengaku masih menyelidiki peristiwa tersebut. Pihak KAI Commuter siap melakukan evaluasi.
"Sampai saat ini kami masih belum dapat laporan sesuai dengan postingan di media sosial tersebut. Namun demikian kami sedang berkoordinasi dengan penyedia jasa petugas keamanan agar dilakukan evaluasi dan pembinaan secara berkala terkait layanan di stasiun dan di dalam Commuter untuk pengguna prioritas," ujar Manajer Public Relations KAI Commuter Indonesia, Leza Arlan, saat dihubungi detikJogja.
Leza pun mengimbau seluruh pengguna KRL memiliki kesadaran untuk memberikan kursi prioritas kepada yang membutuhkan.
"Kami juga mengimbau kepada seluruh pengguna Commuter Line agar meminta bantuan kembali kepada petugas yang berdinas dan juga mengajak sesama pengguna untuk saling peduli dan menghargai satu sama lain," tuturnya.
Dia menegaskan kursi prioritas diperuntukkan bagi penyandang disabilitas, ibu hamil, hingga lansia.
"Di dalam Commuter Line terdapat kursi prioritas yang tersedia di ujung-ujung untuk Ibu hamil, lansia, disabilitas pengguna prioritas lainnya," pungkasnya.

































































