MotoGP Australia 2026 di Phillip Island batal digelar lantaran cuaca buruk yang bikin helikopter medis tak bisa beroperasi. Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, menegaskan keselamatan pebalap harus menjadi prioritas. Ia juga mengingatkan insiden Carl Fogarty di sirkuit tersebut yang mengakhiri karier pebalap legendaris World Superbike itu.
Dikutip dari GPOne, balapan utama MotoGP Australia dibatalkan sebab kabut di Melbourne menghalangi helikopter medis untuk tiba di lokasi. Kondisi tersebut bikin evakuasi pebalap tidak bisa dijamin berlangsung aman jika terjadi kecelakaan serius .
Pembatalan ini menjadi akhir yang mengecewakan bagi Phillip Island, yang pada 2026 dijadwalkan menjadi tuan rumah MotoGP untuk terakhir kalinya sebelum seri Australia pindah ke Adelaide mulai 2027.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keselamatan pebalap adalah yang utama, itu selalu menjadi syarat pertama," bilang Tardozzi. "Memang benar bahwa hari ini, secara masuk akal, kami mungkin kehilangan sebuah peluang (menambah poin), tetapi bagi Ducati keselamatan pebalap adalah hal terpenting," terang pria Italia tersebut.
Tardozzi menegaskan keputusan tersebut bukan persoalan setuju atau tidak setuju. Menurutnya, kendala operasional helikopter bikin balapan tidak bisa dilanjutkan dengan aman.
"Ini bukan soal setuju atau tidak setuju. Keputusan itu diambil karena helikopter tidak bisa tiba. Jika terjadi kecelakaan serius, rider tidak mungkin dievakuasi dengan aman. Jadi kita tidak bisa bicara soal setuju atau tidak setuju: jika kondisi keselamatan tidak terpenuhi, kami harus menyesuaikan diri dengan keputusan yang diambil," katanya.
Davide Tardozzi (kanan) Foto: Doc. Ducati. |
Insiden Carl Fogarty di Phillip Island
Tardozzi pun mengingatkan kembali tragedi yang menimpa Carl Fogarty di Phillip Island. Fogarty merupakan legenda World Superbike (WorldSBK) yang meraih empat gelar juara dunia pada 1994, 1995, 1998, dan 1999 bersama Ducati.
Pada 2000, Fogarty mengalami kecelakaan serius di Phillip Island yang menyebabkan cedera bahu parah. Insiden tersebut mengakhiri kariernya sebagai pebalap profesional. Pengalaman itu membekas bagi Tardozzi, yang tidak ingin kejadian serupa terulang kepada pebalap mana pun.
"Saya juga sudah mengatakannya kepada para pebalap: di sini saya sudah kehilangan seorang pebalap, karena karier Fogarty berakhir di antara tikungan 3 dan 4 setelah kecelakaan itu. Di Phillip Island saya sudah mengalami sebuah insiden serius dan saya tidak pernah ingin hal seperti itu terjadi lagi kepada salah satu pebalap kami atau pebalap mana pun," tegas Tardozzi.
Tardozzi juga menilai balapan sebenarnya bisa digelar jika helikopter medis dapat beroperasi. Namun, kabut yang tidak diperkirakan sebelumnya menjadi kendala di luar prakiraan cuaca normal.
"Itu adalah sebuah hipotesis yang telah dipertimbangkan. Jelas, pihak yang harus memutuskan menilai bahwa kondisi dan prakiraan cuaca tidak sedemikian buruk, karena memang sebenarnya tidak demikian. Kemungkinan kabut di Melbourne tidak diperhitungkan, yang menghalangi helikopter untuk tiba. Ini adalah situasi yang berada di luar prakiraan cuaca normal. Menurut saya, jika helikopter ada, kondisinya benar-benar memungkinkan untuk balapan," tukasnya.























































