Pemerintah Indonesia membuka peluang memproduksi sejumlah komponen kendaraan listrik secara lokal. Kementerian Perindustrian mencatat sejumlah komponen mobil atau motor listrik bisa digarap di dalam negeri, seperti jok atau kursi, ban, hingga wiring harness alias kabel bodi.
"Kami menyiapkan roadmap substitusi impor. Ini saya kira penting dan jadi bagian dari kerja nasional kita untuk melakukan substitusi impor dari kendaraan hingga komponen," ungkap Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza saat memberi sambutan dalam acara Periklindo Electric Vehicle Conference (PEVC) 2026 di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Faisol menambahkan, ada sejumlah komponen kendaraan listrik yang sudah dapat dipasok industri komponen dalam negeri. Dari part kecil, bahkan hingga pengepakan baterai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sedang menginventarisir kebutuhan semua produk komponen, misalnya seperti bodi dan rangka, kabel dan wiring harness, jok, interior, kaca, serta ban, yang sebagian sudah ada industrinya di dalam negeri," terang Faisol.
"Lalu ada battery pack, kemudian rumah baterai dan stasiun pengisian. Selain itu ada komponen utama yang juga penting, misalnya motor penggerak listrik dan baterai, serta beberapa komponen lainnya. Jadi ini akan jadi peta jalan kita memperkuat industri elektrik di dalam negeri dan tentunya juga akan membantu perekonomian nasional kita," bilang Faisol.
Selain memperkuat industri dalam negeri dengan lokalisasi komponen kendaraan listrik, pemerintah juga bakal mengganti mobil dan motor bensin dengan listrik. Rencana ini bakal diterapkan perlahan hingga 2060.
"Ada roadmap untuk kendaraan listrik yang sedang kami siapkan hingga tahun 2060, di mana kita pelan-pelan akan mengganti semua kendaraan (ICE) yang jumlahnya 170 juta lebih itu dengan kendaraan listrik yang diproduksi di Tanah Air kita," terang Faisol.






















































