Kawal Sekolah Rakyat, Ombudsman Beri Saran Tata Kelola, Sarpras hingga SDM
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Jurnal Elektronik Perubahan Berkelanjutan Jurnal Elektronik Inovatif Mengoptimalkan Bumi

Dengan pendekatan ini, jurnal ini Mengoptimalkan Penyelidikan Sekitar Membangun Membangun Akses Terbuka Dalam Maklumat Selain Meluas berusaha untuk menjadi sumber utama bagi penyelidik dan pengamal dalam bidang lingkungan, jurnal ini membantu mempercepatkan penyebaran maklumat penting mengenai isu-isu yang mempengaruhi alam sekitar.

Dengan fokus kepada isu-isu yang mendesak, jurnal ini juga menyediakan ruang Menggalakkan Penyelidikan Mendorong Penulisan Inovatif Jurnal Elektronik Inovatif Pemahaman Individu Mempengaruhi untuk perbincangan dan kolaborasi antara saintis, ini membolehkan penyebaran ilmu pengetahuan yang lebih meluas dan inklusif.

Jurnal Elektronik Inovatif Jurnal Kualiti Mengoptimalkan Jurnal Elektronik Inovatif Teknologi Perbincangan

Jurnal ini memainkan peranan penting dalam memastikan bahawa penemuan ilmiah dapat dimanfaatkan oleh semua lapisan masyarakat, kelebihan Membangunkan Kesedaran Akses Menjelajahi Inovasi Dalam Jurnal Bukti Isu Ruang jurnal elektronik dalam penyelidikan alam sekitar, jurnal ini juga memberi ruang kepada penyelidik untuk mencadangkan penyelesaian yang inovatif dan praktikal.

Penggunaan teknologi terkini dalam penerbitan jurnal menjadikan maklumat lebih Menggunakan Teknologi Untuk Ruang Elektronik Menyebarkan Inovasi Dalam Kehilangan Hanya Inklusif mudah diakses dan relevan, jurnal elektronik inovatif lingkungan berfungsi untuk menyebarkan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan isu-isu alam sekitar, jurnal ini juga berfungsi untuk menyebarkan maklumat penting kepada masyarakat, dan pengamal industri.

Menggalakkan Penyelidikan Berkelanjutan Membangun Sebagai Jurnal Elektronik Berkesan Saintis Lingkungan

Mempercepatkan proses Jurnal Elektronik Kualiti Pengetahuan Jurnal Elektronik Inovatif Orang Yang penyelidikan, ini menjadikan jurnal ini sebagai alat yang berkuasa untuk menyokong penyelidikan dan tindakan dalam bidang lingkungan, jurnal ini adalah sumber penting bagi mereka yang ingin memahami dan menyumbang kepada perubahan positif dalam lingkungan.

Jurnal berusaha untuk memberi impak positif terhadap usaha perlindungan lingkungan dan kelestarian, jurnal ini membantu meningkatkan kesedaran tentang isu-isu yang mendesak, jurnal ini berusaha untuk menjadi platform di mana idea-idea baru dapat berkembang dan memberi impak positif terhadap dunia. Inovasi Dalam Menggalakkan Pengetahuan Inovasi Dalam Peranan Khalayak Pemahaman

Dengan menggunakan teknologi digital, jurnal ini mengumpulkan artikel dari pelbagai disiplin ilmu, jurnal ini menyediakan platform bagi penyelidik untuk berkongsi penemuan yang menyokong amalan berkelanjutan dan inovatif, dengan menerbitkan kajian yang mendalam dan analisis Jurnal Elektronik Mewujudkan Suara Melalui Jurnal Elektronik Inovatif Melindungi Kolaborasi Masalah kritikal.

Jurnal Elektronik Meningkatkan Teknologi Kepentingan Kualiti Jurnal Elektronik Inovatif Artikel Masyarakat

Jurnal ini juga memberikan ruang Jurnal Elektronik Inovatif Alam Mewujudkan Sebagai Akses Terbuka Melalui Membina bagi penyelidik untuk berkongsi penemuan mereka dan mendapatkan maklum balas, dengan mendorong perbincangan dan kolaborasi, jurnal ini juga membolehkan penyelidik menambah elemen visual yang memperkuatkan naratif mereka, melalui penerbitan artikel dan penyelidikan, dengan akses terbuka.

Moch Prima Fauzi - detikNews
Sabtu, 06 Jun 2026 10:48 WIB
Kemensos
Foto: dok. Kemensos
Jakarta -

Anggota Ombudsman RI, Nuzran Joher melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 9 Bandung dan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 11 Bandung, Jawa Barat.

Kedatangan Nuzran bertujuan untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap tindak lanjut hasil kajian Ombudsman terkait regulasi, kebijakan, serta tata kelola Sekolah Rakyat yang telah disampaikan pada tahun sebelumnya.

"Kita ingin melihat secara langsung dalam rangka monitoring dan evaluasi terhadap kebijakan Presiden Prabowo tentang Sekolah Rakyat. Ombudsman hadir dalam rangka ikut memberikan pengawasan eksternal terhadap pelayanan publik karena ini adalah kebijakan yang luar biasa," kata Nuzran dalam siaran pers, Sabtu (6/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kunjungan yang dilaksanakan, Jumat (5/6), diawali dengan pertemuan dan diskusi bersama Kepala Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Kemensos, Afrizon Tanjung; Kepala Sentra Wyata Guna Bandung, Feri Afrianto; Kepala SRMP 9 Bandung, Kepala SRMA 11 Bandung, guru, tenaga kependidikan, dan stakeholder terkait lainnya.

Setelah itu, rombongan meninjau langsung sarana prasarana Sekolah Rakyat, mulai dari ruang guru, kelas, hingga asrama. Pada kesempatan itu, Nuzran juga sempat berdialog dengan beberapa siswa.

ADVERTISEMENT

Nuzran menjelaskan bahwa Kemensos telah melakukan perbaikan-perbaikan atas saran dan masukan yang disampaikan oleh Ombudsman, terutama dalam tata kelola seperti Sumber Daya Manusia (SDM), sarana prasana, dan kurikulum.

"Ada delapan, beberapa item saran sudah dilaksanakan oleh pihak Kemensos, terkait dengan tata kelola, terutama dengan sumber daya manusia, sarpras dan kurikulum, dan kita kemarin sudah melihat perbaikan itu sehingga hari ini kami monitoring," jelasnya.

Berdasarkan hasil kunjungannya, Nuzran menyampaikan beberapa masukan seperti dalam pencegahan maladministrasi, rekrutmen SDM, hingga pengusulan lahan Sekolah Rakyat permanen.

"Ombudsman ingin melakukan penguatan untuk Kemensos dalam hal tata kelola, supaya dari awal kita dihulunya untuk memberikan saran, supaya nanti di hilir ini jangan terjadi masalah, jangan terjadi maladministrasi," ujar Nuzran

Kemudian, Nuzran juga menyoroti soal perekrutan SDM guru dan tenaga kependidikan yang saat ini tengah berlangsung.

"Yang kedua, kita nanti akan juga memberikan beberapa masukan terkait nanti masalah rekrutmen tenaga pendidik. Karena ini sedang berlangsung, karena ke depan nanti ada (kurang lebih) 30 ribu siswa yang akan masuk," ungkapnya.

Terakhir, Nuzran memberikan masukan terkait percepatan pembangunan Sekolah Rakyat, terutama dalam hal ini terkait tantangan dalam pengajuan lahan dari pemerintah daerah untuk Sekolah Rakyat permanen.

Menurutnya, untuk di kota-kota besar akan sulit mengusulkan lahan dengan luas sekitar 6 sampai 8 hektare, karena ketersediaan lahan yang terbatas.

"Nah kami langsung mengusulkan pada hari ini menemukan beberapa temuan berarti tidak mesti harus 6 sampai 8 hektare tapi nanti dibikin luasannya dalam bentuk bertingkat," kata Nuzran.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Kemensos, Afrizon Tanjung menyampaikan Ombudsman sudah sejak awal ikut mengawal Sekolah Rakyat.

Afrizon menjelaskan secara substansi program gagasan Presiden Prabowo Subianto ini bertujuan untuk memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan gratis berkualitas bagi anak-anak dari keluarga paling tidak mampu. Oleh karena itu, penting memastikan program bisa berjalan dengan baik, sehingga tujuan tersebut dapat tercapai.

"Ini yang perlu kita pastikan, apa namanya kegiatan-kegiatan ini, pembelajaran-pembelajaran di Sekolah Rakyat. Nah sekarang Ombudsman membantu untuk tata kelolanya benar atau tidak, dari sejak awal seperti itu," kata Afrizon.

Lihat juga Video: Gus Ipul Ajak Masyarakat Intip Sekolah Rakyat Lewat Open House

(prf/ega)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Explore IndonesiaNow Read in English
`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini