Kabupaten Bogor membidik gelar juara umum Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) VII Jawa Barat 2026 di Kota Bandung. Dukungan untuk mengejar target itu datang dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, yang menyatakan siap terlibat dalam persiapan kontingen.
Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Winro Tumpal Hanro Halomoan Munthe, berharap para atlet mampu membawa pulang gelar tertinggi meski harus bersaing di kandang tuan rumah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita usahakan menjadi juara. Walaupun Kota Bandung menjadi tuan rumah, kita berharap Kabupaten Bogor yang menjadi juara umum," ujar Winro, di Kejari Kabupaten Bogor, Kamis (29/10/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor, Asnan AP, serta jajaran pengurus National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Bogor.
Dalam pertemuan itu, Winro juga menyatakan kesediaannya menjadi ketua kontingen. Ia berencana melibatkan jajaran kepala seksi di lingkungan Kejari, mulai dari bidang Tindak Pidana Umum, Perdata dan Tata Usaha Negara, Tindak Pidana Khusus, hingga Intelijen untuk mendukung para atlet.
Menurutnya, perjuangan di Peparda memiliki makna yang lebih luas daripada perolehan medali. Atlet disabilitas perlu mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan menunjukkan prestasi mereka.
"Kami siap mendukung dan terlibat untuk menyukseskan Peparda. Ini bukan hanya soal raihan prestasi, tetapi juga berbicara tentang sisi kemanusiaan," katanya.
Kepala Dispora Kabupaten Bogor Asnan AP menyampaikan bahwa para atlet terus mempersiapkan diri dengan semangat menjadi juara. Tekad tersebut mendapat apresiasi dari pemerintah daerah.
"Kami bangga dengan rekan-rekan NPCI. Dengan berbagai keterbatasan yang mereka miliki, semangat untuk menjadi juara di Peparda VII 2026 tetap luar biasa," ujar Asnan.
Ketua NPCI Kabupaten Bogor Muhammad Misbah mengatakan, pembinaan atlet di daerahnya turut ditunjang keberadaan sekolah atlet disabilitas. Menurut dia, sekolah tersebut telah menjadi tujuan studi banding pemerintah daerah lain.
"Kami juga memiliki sekolah atlet disabilitas yang, sepengetahuan kami, baru ada di Kabupaten Bogor. Sekolah ini bahkan menjadi tempat studi banding bagi pemerintah daerah lain di Indonesia," kata Misbah.
Pembicaraan mengenai persiapan kontingen juga menyentuh kebutuhan wisma atlet. Winro menyatakan akan membantu mendorong rencana pembangunan fasilitas itu melalui komunikasi dengan Bupati Bogor.
Dukungan tersebut diharapkan memperkuat pembinaan dalam jangka panjang, sekaligus memperluas kesempatan atlet disabilitas Kabupaten Bogor untuk berkembang dan meraih prestasi.
(orb/orb)






















































