Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin meraih penghargaan detikSumatera Awards 2026 kategori Kemandirian Ekonomi Berbasis Keluarga dan Penurunan Kemiskinan. Penghargaan ini diraih karena Bupati Musi Banyuasin dinilai berhasil menurunkan angka kemiskinan di wilayah tersebut.
Penghargaan diterima oleh Wakil Bupati Musi Banyuasin Abdur Rohman Husen di Grand Ballroom Trans Hotel Jakarta, Jumat (28/8/2026) malam. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Wakil Pemimpin Redaksi detikcom Fajar Pratama.
Sebagai informasi, detikSumatera Awards 2026 turut digagas detikSumut dan detikSumbagsel sebagai regional detikcom untuk wilayah Pulau Sumatera. Acara ini disiarkan langsung melalui platform resmi detikcom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
detikSumatera Awards 2026 hadir sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi kepada para tokoh, institusi, serta komunitas atas inovasi dan kontribusinya dalam memajukan Sumatera. Selain itu menginspirasi lahirnya berbagai terobosan untuk kemajuan daerah dan masyarakat.
Seleksi penerima penghargaan dilakukan melalui tahapan khusus oleh dewan redaksi detikcom, dengan memperhatikan kriteria inovasi, kreativitas, inspiratif, dampak bagi masyarakat, dan keaktifan di bidang masing-masing.
Terdapat sejumlah anugerah yang dihadirkan dalam detikSumatera Awards 2026, antara lain Anugerah Program Inovasi Pembangunan Terpuji, Anugerah Program Ekonomi Terpuji, Anugerah Program Bisnis Terpuji, serta Anugerah Figur Akselerator Kemajuan.
Untuk diketahui Bupati Musi Banyuasin (Muba) H M Toha Tohet menyebut angka kemiskinan di daerahnya mengalami penurunan signifikan sepanjang 2025. Persentasenya disebut turun 2,91 persen menjadi 9,97 persen.
Toha mengatakan angka kemiskinan Muba sebelumnya berada di level 12,88 persen. Penurunan tersebut membuat angka kemiskinan Muba berada di bawah rata-rata Provinsi Sumatera Selatan.
"Alhamdulillah Muba yang kita cinta ini berhasil menurunkan angka kemiskinan dari 12,88 persen ke 9,97 persen. Satu digit di bawah rata-rata provinsi," katanya.
Selain penurunan kemiskinan, Muba juga mencatat capaian pada indikator pemerataan ekonomi. Berdasarkan data yang disampaikan Pemkab Muba, rasio Gini pada 2025 berada di angka 0,208.
Angka tersebut menempatkan Muba sebagai kabupaten dengan tingkat ketimpangan terendah kedua di Sumatera Selatan, setelah Kabupaten Musi Rawas.
Toha juga memaparkan sejumlah capaian lain yang diraih Muba. Salah satunya terkait perluasan perlindungan jaminan sosial bagi tenaga kerja. Muba disebut menjadi daerah dengan capaian terbaik di Sumatera Selatan dalam program tersebut.
Dari sektor pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Muba juga mengalami peningkatan hingga mencapai 73,17.
Sementara itu, RSUD Sekayu turut menorehkan prestasi di tingkat nasional. Rumah sakit milik Pemkab Muba tersebut meraih dua penghargaan dalam ajang TOP Digital Awards 2025.
Di bidang pelayanan hukum, seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Muba juga disebut telah memiliki Pos Bantuan Hukum (Posbakum).
Toha menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi terhadap berbagai capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi dari berbagai elemen.
"Atas nama Pemkab saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kemajuan Muba. Kami berharap dapat bersama-sama menyusun langkah-langkah strategis untuk mewujudkan Muba Maju Lebih Cepat dan mensejahterakan masyarakat," tutupnya.



























































