Kejadian menghebohkan terjadi di sebuah restoran Thailand. Ada pelanggan yang mengaku sebagai influencer mendesak meminta makanan gratis karena jika tidak, dia akan memberi ulasan negatif.
Influencer makanan biasanya mampir ke berbagai tempat makan untuk mencicipi makanan, merekamnya, dan memberi ulasan dalam bentuk video ke para penonton.
Mereka kerap memberikan penilaian sesuai dengan apa yang mereka rasakan, tanpa paksaan, atau tuntutan tertentu. Tidak sedikit juga influencer yang membayar makanan mereka sendiri, sehingga tidak ada keterikatan dengan pihak restoran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, banyak orang 'memanfaatkan' pekerjaan sebagai influencer terutama ketika mereka punya follower tinggi, untuk mendapatkan keuntungan sendiri. Misalnya kejadian yang baru-baru ini menimpa sebuah restoran Thailand.
Dilansir dari thethaiger.com (28/10), Sarocha Rungratsamee, pemilik Prakai Cafe and Cuisine di Nonthaburi, Thailand mengunjungi kantor polisi Sai Noi pada 26 Oktober lalu. Ia melaporkan seorang wanita yang diidentifikasi sebagai Suchada, diduga telah mengancam akan mengunggah ulasan negatif di media sosialnya.
Ancaman tersebut disebabkan karena permintaan wanita yang mengaku sebagai influencer ini tidak terpenuhi. Ia meminta untuk mendapatkan makanan gratis, tetapi pemilik menolak membayar biaya promosi atau memberikan makanan gratis.
Pemilik restoran, Sarocha, membagikan detail insiden tersebut dalam sebuah ungghana video di media sosial. Menurut pemilik restoran, wanita ini telah menghubungi restoran lewat Facebook, mengaku sebagai influencer terkenal dengan lebih dari 300.000 pengikut (followers).
Begini bentuk restoran atau kafe yang dimintai makanan gratis oleh influencer tersebut. Foto: Channel8 / Facebook/ ประกายบางใหญ่ Prakai Cafe & Cuisine Bangyai |
Sarocha menjelaskan jika influencer tersebut menawarkan untuk mengunjungi restoran dan menerbitkan ulasan untuk mempromosikan bisnisnya. Kemudian, dia meminta pemilik restoran membayar 25.000 baht (Rp13,4 juta) untuk membayar ulasannya tersebut atau menyediakan paket makanan besar secara gratis.
Mendengar permintaan seperti ini, pemilik restoran menolak. Karena ditolak, akhirnya influencer wanita tersebut mengancam akan memberikan restoran tersebut peringkat satu bintang dan mempublikasikan komentar negatif.
Pemilik restoran mengatakan bahwa ia kemudian mencari informasi tentang wanita tersebut dan menemukan unggahan di media sosial, di mana orang lain diduga menuduhnya melakukan modus serupa.
Unggahan video pemilik restoran ini menarik perhatian luas, dengan beberapa pengguna media sosial menganggapnya sebagai peringatan bagi bisnis lain. Netizen lain mempertanyakan apakah Sarocha melebih-lebihkan atau mengaras insiden tersebut untuk menarik publisitas restorannya.
Rupanya wanita ini sudah beberapa kali diduga melakukan modus curang serupa. Foto: Channel8 |
Tidak peduli dengan beragam komentar, pemilik restoran ini lebih memilih menempuh jalur hukum, mengatakan bahwa ia ingin menetapkan fakta di balik perselisihan ini.
Channel 8 melaporkan bahwa polisi mengidentifikasikan Suchada melalui akun media sosialnya. Menurut laporan polisi, Suchada sebelumnya juga pernah dituduh memperoleh uang secara curang dan membujuk orang lain mengirimkan barang kepadanya.
Para penyidik terus memeriksa pengaduan restoran dan kasus-kasus yang sudah dilaporkan sebelumnya. Laporan terakhir belum mengkonfirmasi apakah Suchada telah ditangkap atau apakah dakwaan resmi telah diajukan terkait tuduhan tersebut.




























































Zalina Hashim Terkini Penerangan Baru Zalina Hashim Menunjukkan Mendatang Dimiliki
Refleksi Praktik Pembelajaran Diri Azra Content Shah Alam Jawapan Kenyataan