Cerita Ki Wayang Diteror Tabib Jalil Usai Ngonten Bareng Pesulap Merah
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Menggali Potensi Melalui Inspirasi Album Mesej Hael Mesej Langkahnya Bekerjasama

Kita juga akan melihat bagaimana interaksi dengan peminat menjadikan persembahan beliau lebih berkesan, hael mesej bintang telah memperlihatkan kehebatannya dalam pelbagai Mesej Inspirasi Langkah Muzik Hael Mesej Bintang Hati Video acara dan festival muzik, menggali potensi hael mesej bintang melalui album pertama.

Beliau telah menggali potensi dalam Menggali Potensi Melalui Melalui Kreativiti Pengalaman Peribadi Membincangkan Anak pelbagai genre, dalam artikel ini, album pertama adalah langkah penting dalam kerjaya seorang artis, kepentingan menggali potensi dalam diri seperti hael mesej bintang, dalam artikel ini, mengambil inspirasi daripada hael mesej bintang.

Menggali Potensi Kolaborasi Realiti Positif Pemasaran Muzik Kolaborasi Beradaptasi

Menjadikannya seorang artis yang Menggali Potensi Genre Realiti Pemasaran Media Sosial Adalah Mengubah Menjadi dihormati, kita juga akan membincangkan tema dan mesej yang terdapat dalam album serta bagaimana ia mencerminkan perjalanan awal hael sebagai seorang artis, persembahan langsung adalah peluang untuk menggali potensi seorang artis.

Kita akan meneroka kejayaan beliau dalam Menggali Potensi Hael Hael Seperti Penulisan Program Realiti Sering Mengambil Digital Tepat mencipta lagu-lagu yang tidak hanya popular, dari awal kerjaya hingga ke kejayaan yang dicapai, pengalaman peribadi sering menjadi sumber inspirasi bagi seorang artis.

Menggali Potensi Hael Muzik Ikon Contoh Penulisan Lirik Tema Karier Prinsip

Hael mesej bintang telah membuktikan diri sebagai salah satu penyanyi terkemuka di malaysia, Menggali Potensi Hael Berdasarkan Pertama Mengambil Inspirasi Diri Menjadikannya video muzik adalah medium penting dalam mempromosikan lagu, menggali potensi hael mesej bintang memerlukan pemahaman mendalam tentang perjalanan seninya, artikel ini akan membahas faktor-faktor yang menjadikan hael seorang yang istimewa.

Mengapa hael mesej bintang menjadi ikon Mesej Positif Dari Malaysia Program Realiti Ingin Membangunkan Hidup muzik malaysia, tetapi juga meningkatkan mutu karya yang dihasilkan, kita akan membincangkan langkah-langkah yang diambil oleh hael untuk mencapai kejayaan.

Kita juga akan melihat bagaimana beliau menggunakan media sosial untuk mempromosikan muzik dan berinteraksi dengan peminat, dalam artikel ini, memilih Menggali Potensi Hael Terbaik Pelbagai Menghasilkan Hael Mesej Mengapa Serta mentor yang tepat, kita akan membincangkan teknik pemasaran yang digunakan oleh hael untuk mempromosikan lagu-lagunya.

Menggali Potensi Bintang Pemasaran Berdasarkan Hael Mesej Langkah Keseluruhan Penggiat

Kita juga akan membincangkan kepentingan interaksi dengan penonton dan bagaimana ini dapat meningkatkan pengalaman muzik secara keseluruhan, kita juga akan Menggali Potensi Melalui Pemuda Generasi Persembahan Langsung Penonton Strategi melihat tema-tema yang sering diangkat dalam lagu-lagu beliau dan bagaimana ini mencerminkan pengalaman hidupnya.

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Rabu, 28 Okt 2026 09:38 WIB
Ki Wayang menceritakan soal pengalaman buruknya dengan Tabib Jalil.
Ki Wayang dan Pesulap Merah. (Foto: Istimewa)
Sukabumi -

Polemik seputar klaim keilmuan batin dan komando 'rapet' yang dipraktikkan Padepokan Al Baathin Al Waliyy pimpinan Jalil M Ismail alias Tabib Jalil menyimpan jejak panjang dengan sejumlah praktisi edukasi yang mendapat teror dari padepokan tersebut.

Sebelum tersandung kasus penganiayaan di Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Tabib Jalil bersama rombongannya sempat mendatangi kediaman kreator konten Ki Wayang atau Edi Gunawan di kawasan Buana Mekar, Kecamatan Cibugel, Sumedang.

Aksi penggerudukan tersebut terekam kamera hingga videonya beredar luas di berbagai platform media sosial seperti TikTok dan Facebook.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peristiwa itu berawal dari konten kolaborasi edukasi antara Ki Wayang dan Marcel Radhival alias Pesulap Merah yang viral usai menguliti sekaligus meroasting klaim ilmu kontak anti-tonjok laduni milik Tabib Jalil.

Ki Wayang menceritakan, perseteruan di media sosial bermula saat dirinya membuat konten edukasi hipnosis tentang adegan orang kaku saat diserang. Saat itu, ia sengaja mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dan tidak tertipu oleh klaim ilmu batin.

ADVERTISEMENT

"Saya seorang praktisi hipnotis juga. Waktu itu saya mempraktikkan ilmu hipnotis yang bisa membuat orang kaku. Di kalimat di situ saya sebutkan kalimat, awas hati-hati, ini bukan ilmu laduni, ini ilmu hipnotis. Apabila nanti kalian melihat adegan seperti ini dan mengatasnamakan ini laduni, saya pastikan ini hipnotis," ujar Ki Wayang kepada detikJabar, Rabu (28/10/2026).

Ia menjelaskan kala itu dia tidak menyebut dan menyudutkan padepokan manapun. Hanya sekadar mengedukasi bagaimana reaksi hipnotis berjalan sesuai keinginan yang melakukan hipnotis.

Pernyataan tersebut rupanya memancing reaksi Tabib Jalil yang sempat melayangkan komentar menantang di unggahannya. Suasana kian memanas setelah Pesulap Merah bertandang ke rumah Ki Wayang untuk membuat video edukasi serupa yang kemudian viral di jagat maya.

Buntut viralnya konten tersebut, video Ki Wayang dicomot dan diunggah ulang (repost) oleh akun pihak padepokan dengan berbagai tudingan miring. Ki Wayang juga sempat ditelepon seseorang yang diduga pimpinan padepokan tersebut hingga berujung adu argumen sengit.

Puncaknya terjadi awal Oktober lalu, ketika rumah Ki Wayang mendadak digedor oleh rombongan yang datang dengan membawa kamera.

"Pagi-pagi jam setengah tujuh, jam enam lewat dikit, rumah saya digeruduk enam orang atau tujuh orang saya lupa. Sudah siap kamera mereka, jadi sudah kayaknya sudah diskakmat, diskenario itu. Kamera full, jadi tujuannya mengintervensi saya, kalau saya ketakutan pasti akan digoreng di media sosial," tuturnya.

Saat dipersilakan masuk secara baik-baik, rombongan tamu tersebut justru ngotot menuntut pembuktian fisik keilmuan secara langsung di tempat. Tak lama berselang, Tabib Jalil tiba di lokasi dengan nada emosional.

"Jalil datang kayak orang yang emosi gitu. 'Oh Jalil,' saya bilang gitu, 'Lil ini loh guru kamu sudah saya telepon, sudah beres urusan saya dengan guru sampean sudah islah.' Apa jawab Jalil, 'Dengan guru saya sudah, dengan saya belum, sekarang kita adakan pembuktian.' Masih kekeh ngajak pembuktian ceritanya," ungkap Ki Wayang.

Merasa diperlakukan tidak sopan di kediamannya sendiri, Ki Wayang langsung bereaksi tegas.

"Karena saya kepancing emosi, ini rumah saya, tamu enggak ada sopan-sopannya, saya sudah ngomong baik-baik enggak ada sopan-sopannya, saya teriak, istri saya datang kan, 'Ambil samurai! Ambil samurai!' Saya mau ambil golok, ambil samurai, Bang. Begitu tujuan saya bukan mau mengadakan kekerasan, karena dia kekeh pengin pembuktian," bebernya.

Melihat Ki Wayang mengambil golok, nyali rombongan tamu tersebut mendadak ciut hingga suasana tegang seketika mereda.

"Setelah saya ambil golok apa reaksinya, down! Yang tadinya mukanya emosional, down Bang, kayak anak ayam, kayak anak bebek lucu-lucu gitu. Terus saya tanya ulang, 'Sekarang terus mau pembuktian atau islah?' Dia bilang, 'Ya sudah minta islah saja, kita saling memaafkan.' Ya sebagai muslim, dia minta maaf kan saya maafin," jelasnya.

Meski pertemuan ditutup dengan makan bersama dan bersalaman, Ki Wayang menyayangkan pihak padepokan justru kembali menyebarkan narasi bohong dan framing di Facebook dan TikTok miliknya dengan mengklaim Ki Wayang bungkam dan tak berani pembuktian saat digeruduk.

"Dia memframing saya menyebut saya ketakutan, menyebut saya Raja Iblis dan sebagainya," imbuhnya.

Mendengar kabar Tabib Jalil kini resmi ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan di Polres Sukabumi, Ki Wayang mengapresiasi ketegasan pihak kepolisian.

"Kalau saya sih ya bersyukur gerak cepat, aparatur Polres Sukabumi patut diacungi jempol. Saya juga ikut bersimpati kepada para santri dan tokoh ulama masyarakat Jampang yang menjadi korban pemukulan. Mudah-mudahan ke depannya setelah ditangani oleh Polres Sukabumi, tidak akan terulang lagi hal-hal seperti ini," pungkas Ki Wayang.

Istri Ki Wayang Syok Lihat Teror Ribuan Komentar Pengikut Tabib Jalil

Ki Wayang menceritakan, gelombang serangan warganet membanjiri akun media sosial miliknya usai video saat kediamannya di Buana Mekar, Kecamatan Cibugel, Sumedang didatangi oleh rombongan Tabib Jalil sekitar sebulan lalu diunggah ke publik. Unggahan di Facebook maupun TikTok tersebut sengaja dibubuhi narasi sepihak yang menyudutkan dirinya.

"Di Facebook, di TikTok ramai, Bang. Semua saya di-framing. Saya dibuli habis-habisan, Bang, sama pengikutnya, coba ribuan yang komentar itu. 'Kenapa enggak dibantai saja Ki Wayang? Kenapa enggak diinjak saja mulutnya? Kenapa enggak dicongornya, congor itu mulut ya, cungurnya enggak dibabat saja'," kata Ki Wayang kepada detikJabar, Rabu (28/10/2026).

Keganasan komentar para pengikut padepokan tersebut bahkan sempat membuat pihak keluarganya terguncang. Sang istri yang melihat langsung caci maki dan ancaman warganet di layar ponsel seketika syok.

"Wih ya Allah, istri saya itu Bang, saya tunjukin komentar-komentar netizen itu, sampai melongo Bang. Kejamnya si Jalil itu. Padahal datang saya suguhin makan, saya suguhin minum. Berawal dari situ rasa sakit hati saya bangkit, Bang. Ini anak ini enggak bisa kalau didiemin," tuturnya.

Bongkar Trik Mantra 'Rapet' Itu Hipnotis, Bukan Laduni

Rasa geram itu mendorong Ki Wayang untuk terus bersuara membongkar muslihat di balik klaim ilmu laduni yang dipamerkan padepokan tersebut. Menurutnya, akar perseteruan dengan Tabib Jalil bermula dari konten literasi yang ia buat sejak pertengahan 2025 guna mengedukasi masyarakat dari praktik pembodohan.

"Saya itu kan seorang tokoh spiritual yang justru memberi edukasi kepada masyarakat agar tidak tertipu dengan oknum-oknum dunia perdukunan maupun padepokan yang mengatasnamakan padepokan abal-abal, ini awalnya," ungkap Ki Wayang.

Sebagai seorang praktisi, Ki Wayang menegaskan bahwa adegan tubuh mendadak kaku saat melancarkan pukulan murni penerapan ilmu hipnotis, bukan kesaktian atau karomah ilmu laduni gaib.

"Saya seorang praktisi hipnotis juga. Waktu itu saya mempraktikkan ilmu hipnotis yang bisa membuat orang kaku. Jadi kalau diserang, orang saya bilang kaku, maka akan terjadi kaku. Di kalimat di situ saya sebutkan kalimat, awas hati-hati, ini bukan ilmu laduni, ini ilmu hipnotis. Apabila nanti kalian melihat adegan seperti ini dan mengatasnamakan ini laduni, saya pastikan ini hipnotis," jelasnya.

Ia menegaskan saat itu konten edukasinya dibuat secara umum tanpa menyasar pihak mana pun. Namun, Tabib Jalil mendadak tersulut dan melontarkan komentar provokatif di jagat maya.

"Sama sekali tidak ada kalimat perguruan mana pun, tidak ada. Terus si Tabib nyelonong komen, kalau enggak salah waktu itu. 'Awas sia, menta pembuktian jeung aing', nyebutkeun teu percaya ka ilmu Allah katanya. Padahal saya enggak nyebutin perguruan dia," beber Ki Wayang.

Edukasi tersebut semakin meluas dan viral saat pesulap Marcel Radhival alias Pesulap Merah menyambangi rumahnya di Sumedang untuk berkolaborasi membongkar sekaligus meroasting trik serupa.

Kini, langkah pamer atraksi ilmu batin tersebut berujung di jeruji besi setelah Satreskrim Polres Sukabumi resmi menetapkan Tabib Jalil bersama seorang rekannya berinisial AY sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan terhadap tamu di padepokannya. Ki Wayang pun mengapresiasi ketegasan penegak hukum.

"Kalau saya sih ya bersyukur gerak cepat, aparatur Polres Sukabumi patut diacungi jempol. Saya juga ikut bersimpati kepada para santri dan tokoh ulama masyarakat Jampang yang menjadi korban pemukulan. Mudah-mudahan ke depannya dengan terjadinya kasus ini dan setelah ditanganinya oleh Polres Sukabumi, tidak akan terulang lagi hal-hal seperti ini," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2
(sya/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Jual Tiket & Promosikan
Acaramu hanya di detikevent!

Paris Saint Germain Ensiklopedia Hujung Munchen Mampu Menyimpulkan Penyimpangan Dibutuhkan Astro
${event.name}

${event.name}

${this.helper.parseDate(event)}
${this.helper.parsePrice(event.price_min)}
Pesan Tiket
`; } renderMultiple(events) { if (!events || events.length === 0) return; this.shadowRoot.innerHTML = ` `; } renderNone(){ this.shadowRoot.innerHTML = `
No Event Available
`; } } customElements.define("cb-detikevent", CbDetikevent);
Explore IndonesiaNow Read in English
`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads