Duta Besar Kazakhstan untuk Indonesia Serzhan Abdykarimov menawarkan Kazakhstan sebagai wisata halal untuk muslim Indonesia. Menurut dia, negaranya memiliki banyak pilihan destinasi wisata dan situs penting bagi muslim.
Abdykarimov menyebut jumlah wisatawan Indonesia di Kazakhstan meningkat signifikan. Biasanya, wisatawan mencari pengalaman wisata musim dingin dan mengunjungi situs sejarah Islam di Kazakhstan.
"Kami mendorong wisatawan asal Indonesia untuk melakukan perjalanan ke sejumlah situs penting umat Islam di Kazakhstan," terangnya dalam Pertemuan ke-3 Perhimpunan Persahabatan Kazakhstan-Indonesia oleh Kedutaan Besar Kazakhstan di Jakarta dikutip dari kantor berita Antara, Jumat (30/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abdykarimov juga menyoroti salah satu destinasi wisata unggulan bagi pelancong muslim yaitu wilayah Turkistan yang dikenal sebagai tuan rumah berbagai monumen kuno peradaban Islam, salah satunya juga sudah diakui sebagai Situs Warisan Budaya UNESCO.
Kazakhstan, kata Abdykarimov, menjamin standar tertinggi pada industri halal. Dia mengundang wisatawan Indonesia menikmati keindahan alam serta mencicipi pengalaman tinggal di lingkungan nomadik yang kental dengan nilai-nilai Islam serta penghormatan terhadap tamu.
"Kazakhstan menjamin standar tertinggi industri halal dan lingkungan yang nyaman bagi keluarga muslim," sambung Abdykarimov.
Lebih lanjut dia merinci, jumlah wisatawan RI yang berkunjung ke Kazakhstan pada 2025 mencapai 6.400 orang, sementara hingga semester I 2026 tercatat menyentuh 6.000 orang. Jika performa positif itu bisa bertahan, Dubes yakin jumlah turis Indonesia sepanjang 2026 bisa tumbuh hingga 120 persen dari tahun 2025.
Dia menyebut pariwisata jadi salah satu sektor kerja sama yang bisa semakin memperkuat hubungan antara Kazakhstan dan Indonesia, sebagaimana terlihat juga dengan peningkatan jumlah turis Kazakhstan di Indonesia.
Menurut data per Juli 2026 sebanyak 25.000 lebih warga negara Kazakhstan berkunjung ke RI. Padahal, jumlah kunjungan dari Kazakhstan sepanjang 2025 kemarin hanya mencapai 24.000.
Abdykarimov yakin fasilitas bebas visa bagi pengunjung Kazakhstan yang diberikan pemerintah Indonesia sejak Juli 2026 bisa semakin meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di masa depan.
(aeb/kri)




































































