Kalau sedang jalan-jalan di Bali, rasanya mudah sekali menemukan sepeda motor. Di jalan utama sampai gang-gang kecil, kendaraan roda dua seperti sudah menjadi bagian dari keseharian di Pulau Dewata.
Gambaran itu ternyata sejalan dengan data kepemilikan kendaraan di Denpasar. Berdasarkan data 2025 dalam infografik GoodStats yang mencantumkan Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai sumber, sebanyak 97,37% rumah tangga di Denpasar memiliki sepeda motor. Artinya, dari 100 rumah tangga, sekitar 97-98 di antaranya punya motor.
Angka tersebut menempatkan Denpasar di posisi teratas dalam daftar kota dengan persentase rumah tangga pemilik sepeda motor tertinggi di Indonesia. Pangkalpinang menyusul dengan 96,60%, kemudian Bontang dengan 95,98%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Motor di Bali bukan hanya soal kendaraan untuk aktivitas sehari-hari. Bagi wisatawan, sepeda motor juga sudah cukup akrab sebagai pilihan untuk keliling Bali, terutama bagi mereka yang ingin lebih bebas menentukan rute dan berhenti di tempat-tempat yang dilewati.
Dari Denpasar, misalnya, perjalanan bisa berlanjut ke berbagai kawasan wisata di Bali. Motor membuat perjalanan terasa lebih fleksibel, meski tentu kondisi jalan dan kepadatan lalu lintas tetap harus diperhitungkan.
Namun, angka 97,37% ini perlu dibaca dengan tepat. Data tersebut menunjukkan persentase rumah tangga yang memiliki sepeda motor, bukan berarti 97,37% penduduk Denpasar masing-masing mempunyai motor.
Angka itu juga tidak menjelaskan berapa jumlah motor yang dimiliki setiap rumah tangga atau seberapa sering kendaraan tersebut digunakan.
Dalam infografik yang sama, disebutkan 84% rumah tangga di Indonesia memiliki sepeda motor pada 2025. Dengan demikian, persentase kepemilikan motor di Denpasar lebih tinggi 13,37 poin persentase dibandingkan angka nasional.
Tingginya kepemilikan motor tentu menarik jika melihat Denpasar sebagai salah satu pusat aktivitas masyarakat sekaligus bagian penting dari pergerakan wisatawan di Bali.
Data kepemilikan kendaraan tidak menunjukkan berapa lama warga menempuh perjalanan, ke mana mereka pergi, seberapa sering motor digunakan, ataupun bagaimana kondisi transportasi umum di kota tersebut.
Angka 97,37% ini lebih tepat dibaca sebagai gambaran betapa dekatnya sepeda motor dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Denpasar.



























































