PSIM Jogja resmi mengumumkan menunjuk Risto Vidakovic sebagai pelatih menggantikan Jean-paul van Gastel. Berikut profil Risto Vidakovic.
Dalam catatan detikJogja, nama Risto Vidakovic sudah tak asing lagi di telinga penggemar sepakbola Indonesia. Pelatih asal Serbia itu tercatat pernah menjadi nakhoda PSS Sleman di sisa pertandingan di Liga 1 2023/2024.
Ia masuk di bulan November ketika PSS telah menelan 10 laga tanpa kemenangan. Bersama Risto Vidakovic, PSS lolos dari jurang degradasi menutup laga dengan kemenangan atas Persib.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum didapuk menjadi pelatih PSS Sleman, dia juga pernah menjadi nakhoda Borneo FC pada musim 2021/2022.
Di musim itu, Risto mengantarkan Pesut Etam finis di posisi keenam klasemen Liga 1 2021/2022. Namun, ia memutuskan untuk mengundurkan diri dan melanjutkan kariernya di Malaysia.
Dikutip dari situs Transfermarkt, Risto menjadi pelatih kepala di Malaka United pada 2022. Ia kemudian hijrah lagi ke Singapura dan menjadi juru taktik LC Sailors. Risto sukses mengantarkan timnya di posisi kedua klasemen.
Kiprah Risto Vidakovic di Asia Tenggara sendiri terbilang cukup mentereng. Dia berhasil mengantarkan klub Filipina, Cerez Negros (sekarang United City) meraih hattrick di Liga Filipina pada musim 2016-2018. Tak hanya itu Cerez Negros juga sukses meraih satu gelar Filipina Cup pada 2018/2019.
Risto Vedakovic juga pernah mencicipi kursi pelatih di Liga Spanyol. Kala itu, dia menjadi Cadiz hingga Real Betis.
Ia diketahui merumput di LaLiga sebelum duduk di kursi pelatih. Risto tercatat pernah membela Real Betis, penampilannya pun bisa dibilang cukup gemilang.
Tak tanggung-tanggung, Risto Vidakovic sendiri mencatatkan penampilan yang cukup apik bersama Real Betis dengan menorehkan enam gol dari 126 penampilan selama enam musim.
Sementara itu, usai membela Real Betis, Risto sempat tergabung di Osasuna dan Poli Ejido hingga memutuskan pensiun pada 2002 lalu di usia 33 tahun.
Kini, Risto mencoba peruntunganya bersama PSIM yang belum pernah menang dalam 7 laga. PSIM bahkan tercatat mengalami 5 kali kalah dan baru mengantongi 2 poin.
Di PSIM, Risto juga akan bekerja bersama Edin Prljaca. Keduanya diketahui sama-sama mengantongi lisensi UEFA Pro dan pernah bekerja sama ketika berkarier di kompetisi sepakbola Indonesia.

































































