Bencana longsor melanda area glamping Pelaga Eco Park di Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali. Dua korban dinyatakan hilang, termasuk satu WNA.
Bencana itu terjadi pada Minggu (1/11), sekitar pukul 23.00 Wita. Tanah longsor itu dipicu oleh hujan deras yang mengguyur sejak sore hari.
Kronologi Kejadian
Longsor mengakibatkan satu bangunan glamping hanyut terbawa arus sungai, serta tiga bangunan lainnya roboh. Insiden bermula saat wilayah Pelaga diguyur hujan dengan intensitas tinggi sejak pukul 15.00 Wita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menjelang tengah malam, suara teriakan minta tolong dari para tamu terdengar akibat longsor, hingga akhirnya diketahui salah satu bangunan glamping telah hilang terbawa arus sungai.
Terdapat total 23 tamu yang menginap di Pelaga Eco Park saat itu, termasuk enam warga negara asing (WNA). Sebanyak 21 orang berhasil dievakuasi. Namun, dua penghuni dilaporkan belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian.
Aparat gabungan dari BPBD Badung, Basarnas, Polsek Petang dan Camat Petang dan warga bersiap melakukan pencarian. Meski begitu akses jalan menuju lokasi masih tertutup material longsor, sehingga upaya mobilisasi tim rescue dan pencarian korban terkendala material runtuhan.
"Kami sudah meminta bantuan Dinas PUPR Badung untuk membantu pengerahan alat berat. Pencarian oleh tim di Kecamatan Petang sudah dilakukan termasuk pendataan," ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Badung, I Ketut Murdika saat dikonfirmasi, Senin (2/11/2026).
Dari dua korban yang dilaporkan hilang, satu di antaranya merupakan warga negara asing (WNA) yang hingga saat ini identitasnya belum teridentifikasi.
"Pola pencarian dua pengunjung di Pelaga Eco Park terus dilanjutkan dengan evakuasi lanjutan yang dibagi ke dalam tiga lokasi," kata Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba di lokasi, Senin (2/11/2026).
Pencarian melibatkan kekuatan penuh dari berbagai unsur SAR gabungan yang dikerahkan sejak pagi hari. Tim memfokuskan penyisiran di tiga titik utama aliran sungai guna mempercepat penemuan para korban dengan total 145 orang personel gabungan.
Mengenai data dua korban hilang, polisi mengonfirmasi satu di antara korban adalah warga negara Indonesia (WNI) bernama Bangkit Mubarok (27). Sementara untuk korban warga negara asing (WNA), belum diketahui identitasnya namun diperkirakan usia 40 tahun.
"Sejauh ini korban hilang ada dua orang, satu warga negara Indonesia dan satu lagi warga negara asing. Untuk identitas WNA sampai saat ini masih kami cari dan dalami," jelas Joseph.
---------
Artikel telah naik di detikBali, bisa dibaca selengkapnya di sini dan di sini.



























































