Indeks Kebahagiaan Liburan menempatkan tiga negara tetangga Indonesia sebagai destinasi paling membahagiakan di Asia Tenggara. Bukan sekadar soal pemandangan indah dan jumlah destinasi wisata.
Faktor seperti paparan sinar matahari, kualitas tidur, makanan sehat, ruang hijau, hingga kesempatan untuk beraktivitas fisik ternyata turut menentukan seberapa membahagiakan sebuah destinasi.
Hal itu tercermin dalam Holiday Happiness Index, yang menempatkan tiga kota di Asia Tenggara dalam daftar destinasi liburan paling membahagiakan di dunia. Ketiganya adalah Singapura, Kuala Lumpur, dan Bangkok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks tersebut dikembangkan oleh platform perjalanan asal Amerika Serikat, Book Retreats, bersama psikiater yang berafiliasi dengan Harvard, Natalie Dattilo-Ryan.
Melansir VN Express, Rabu (14/10/2026), Holiday Happiness Index menganalisis 47 destinasi dengan menggunakan lima indikator utama, yakni paparan sinar matahari, kualitas tidur, pola makan sehat, waktu yang dihabiskan di alam, serta aktivitas fisik. Kelima faktor tersebut memiliki bobot penilaian yang sama dan mengacu pada penelitian ilmiah.
Dari hasil penilaian, Lisbon, Portugal, berada di posisi teratas dengan skor 70. Posisi berikutnya ditempati Helsinki di Finlandia dan Orlando di Amerika Serikat (AS).
Tiga kota Asia Tenggara yang masuk daftar adalah sebagai berikut:
1. Singapura
Singapura menjadi destinasi Asia Tenggara dengan peringkat tertinggi. Kota ini berada di posisi ke-25 dunia dengan skor 49,8.
Salah satu keunggulannya adalah ketersediaan ruang hijau. Luas ruang hijau di Singapura mencapai sekitar 66,20 meter persegi per orang, sementara sekitar 47 persen wilayahnya berupa area hijau, mulai dari cagar alam hingga taman kota yang terhubung dengan jalur pejalan kaki.
Kota ini juga memiliki sekitar 94 kawasan yang ramah untuk pejalan kaki dan mendapat paparan sinar matahari sekitar 2.024 jam per tahun.
Dalam indikator kualitas tidur yang mempertimbangkan polusi suara dan cahaya, Singapura memperoleh skor 50,00. Untuk indikator kuliner sehat, skornya tercatat 2,4 persen.
2. Kuala Lumpur, Malaysia
Di posisi berikutnya ada Kuala Lumpur yang menempati peringkat ke-28 dunia dengan skor 46,4. Ibu kota Malaysia tersebut mendapat sekitar 2.222 jam sinar matahari setiap tahun. Suhu maksimumnya rata-rata berada di kisaran 31-33 derajat Celsius, sedangkan suhu minimum sekitar 23 derajat Celsius.
Kondisi tersebut dinilai mendukung wisatawan untuk beraktivitas di luar ruangan dan menjelajahi berbagai landmark kota. Kuala Lumpur juga memiliki ruang hijau sekitar 31,04 meter persegi per penduduk serta 83 kawasan yang mendukung aktivitas berjalan kaki.
Untuk indikator makanan sehat, Kuala Lumpur mendapat skor 2,4. Faktor cuaca, ruang hijau, akses pejalan kaki, dan pilihan makanan tersebut kemudian berkontribusi pada skor keseluruhan kota.
3. Bangkok, Thailand
Bangkok berada tepat di bawah Kuala Lumpur, yakni peringkat ke-29 dunia dengan skor 45,7. Kota ini memiliki paparan sinar matahari sekitar 2.624 jam per tahun dan sekitar 300 kawasan yang mendukung aktivitas berjalan kaki.
Dalam aspek kualitas lingkungan untuk tidur, Bangkok mencatat skor 59,11 berdasarkan indikator polusi suara dan cahaya. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di antara tiga kota Asia Tenggara dalam daftar ini. Sementara untuk indikator kuliner sehat, Bangkok memperoleh skor 4,1.
Upaya memperluas ruang untuk berjalan kaki dan bersepeda juga terus dilakukan. Pada Agustus lalu, Pemerintah Bangkok mengumumkan rencana pembangunan jembatan khusus pejalan kaki dan pesepeda dengan nilai proyek mencapai USD 29 juta atau sekitar Rp 518 miliar.
Jembatan tersebut ditargetkan rampung pada 2030 dan diharapkan bisa menambah pilihan transportasi yang lebih ramah lingkungan, baik bagi warga maupun wisatawan.


























































